Bambang Kusriyanto: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2 bita dihapus ,  3 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Ketika menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang (2004-2009), ia menyatakan menolak hasil Pemilihan Bupati Kabupaten Semarang pada 31 Juli 2005. Mereka berdalih, KPUD Kabupaten Semarang telah melanggar hukum. Menurutnya bersama pimpinan DPRD lainnya, KPUD Kabupaten Semarang telah berpihak pada pasangan Bambang Guritno-Siti Ambar Fathonah yang dicalonkan oleh [[Partai Kebangkitan Bangsa]] dan [[Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia]]. Indikasinya, KPUD meloloskan Siti Ambar Fathonah meski keabsahan ijazah yang dikeluarkan oleh Pesantren Pabelan, Magelang dipertanyakan. KPUD juga disebutkan mengundur jadwal tahapan pemilihan seperti penetapan pasangan calon yang lolos administrasi yang seharusnya 30 Juni 2005 menjadi 1 Juli 2005 serta pengambilan nomor urut pasangan calon dari semula 1 Juli 2005 menjadi 4 Juli 2005.<ref>{{Cite web|url=https://nasional.tempo.co/read/64878/anggota-dprd-semarang-tolak-hasil-pemilihan-bupati|title=Anggota DPRD Semarang Tolak Hasil Pemilihan Bupati|date=2005-08-05|website=Tempo|language=en|access-date=2019-10-02}}</ref>
 
==== Ketua DPRD Kabupaten Semarang (2009-2019) ====
Ketika terpilih kembali pada periode 2009-2014, ia sempat mengembalikan mobil dinas DPRD Kabupaten Semarang sebelum menerima kembali dari DPRD Kabupaten Semarang dengan alasan ia terpilih kembali sebagai anggota dewan sekaligus pimpinan sementara.<ref>{{Cite web|url=https://www.antaranews.com/berita/151567/baru-5-dari-17-mobil-dinas-anggota-dprd-dikembalikan|title=Baru 5 dari 17 Mobil Dinas Anggota DPRD Dikembalikan|last=antaranews.com|date=2009-08-20|website=Antara News|access-date=2019-10-02}}</ref>
 

Menu navigasi