Bahasa Jawa Muria: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
1 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
Perubahan kosmetik tanda baca
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
k (Perubahan kosmetik tanda baca)
Ciri khas dialek ini adalah digunakannya akhiran -em atau -nem (dengan e pepet) menggantikan akhiran -mu dalam bahasa Jawa untuk menyatakan kata ganti posesif orang kedua tunggal. Akhiran -em dipakai jika kata berakhiran huruf konsonan, sementara -nem dipakai jika kata berakhiran vokal. Misalnya kata kathok yang berarti celana menjadi kathokem, klambi yang berarti baju menjadi klambinem, dan sebagainya.
 
Ciri lainnya adalah sering digunakannya partikel "eh", dengan vokal e diucapkan panjang, dalam percakapan untuk menggantikan partikel bahasa Jawa "ta". Misalnya, untuk menyatakan: "Ini bukumu, kan?", orang Muria berkata: "Iki bukunem, eh?"(Bahasa Jawa standar: "Iki bukumu, ta?"). Contoh lain :"Jangan begitu, dong!", lebih banyak diucapkan "Aja ngono, eh!" daripada "Aja ngono, ta!"
 
Beberapa kosakata khas yang tidak dipakai dalam dialek Jawa yang lain antara lain:
268.871

suntingan

Menu navigasi