Yerusalem: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
18 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
Dikembalikan ke revisi 15094724 oleh Bagas Chrisara (bicara) (Notto Disu Shitto Agen ⛔)
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler VisualEditor
(Dikembalikan ke revisi 15094724 oleh Bagas Chrisara (bicara) (Notto Disu Shitto Agen ⛔))
Tag: Pembatalan
<!-- See Template:Infobox settlement for additional fields and descriptions -->
|name = Yerusalem <br />''Jerusalem''
|native_name = <div style="line-height:1.5em">[[bahasa Ibrani|Ibrani]]: {{lang|he|יְרוּשָׁלַיִם}} (Yerushalayim)<br>[[bahasa Arab|Arab]]: {{lang|ar|اَلْقُدْسِالقُدس}} (al-Quds)<br>[[bahasa Aram|Aram]]: יְרוּשְׁלֶם (Yərushəlem)<!--Aramaic--></div>
|settlement_type = Kota
|image_skyline = Jerusalem infobox image.JPG
{{Yahudi}}
 
'''Yerusalem''' ({{IPAc-en|dʒ|ə|ˈ|r|uː|s|ə|l|əm}}; {{lang-he-n|יְרוּשָׁלַיִם}} <small>''{{transl|he|Yerushaláyim}}''</small> {{IPA-he|jeruˈʃalajim|pron|He-Jerusalem.ogg}}; {{lang-ar|اَلْقُدْسِالقُدس}} <small>''{{transl|ar|al-Quds}}''</small> {{IPA-ar|ˈaːɫ ˈquːdsˤ|pron|ArAlquds.ogg|}}){{ref label|names|i|}} merupakan salah satu [[Daftar kota tertua yang masih terus dihuni|kota tertua di dunia]], terletak di sebuah dataran tinggi di [[Pegunungan Yudea]] antara [[Laut Tengah]] dan [[Laut Mati]]. Kota ini dianggap [[kota suci|suci]] dalam tiga [[agama Abrahamik]] utama—[[Yudaisme]], [[Kekristenan]], dan [[Islam]].
 
Sepanjang sejarahnya yang panjang, Yerusalem pernah dihancurkan setidaknya dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan direbut serta direbut-kembali 44 kali.<ref name="Moment">{{cite web |url=http://www.momentmag.com/Exclusive/2008/2008-03/200803-Jerusalem.html |publisher=Moment Magazine |title=Do We Divide the Holiest Holy City? |accessdate=5 March 2008 |archiveurl=https://web.archive.org/web/20080603214950/http://www.momentmag.com/Exclusive/2008/2008-03/200803-Jerusalem.html |archivedate=3 June 2008}} According to Eric H. Cline's tally in Jerusalem Besieged.</ref> [[Kota Daud|Bagian tertua kota ini]] menjadi tempat permukiman pada [[milenium ke-4 SM]].<ref name="aice">{{cite web |url=https://www.jewishvirtuallibrary.org/jsource/Peace/jerutime.html |title=Timeline for the History of Jerusalem|work=Jewish Virtual Library |accessdate=16 April 2007 |publisher=American-Israeli Cooperative Enterprise}}</ref>
 
Menurut [[Tanakh|tradisi Alkitab]], Raja [[Daud]] merebut kota ini dari suku [[Yebus]] dan kemudian didirikannya sebagai ibu kota [[Kerajaan Israel (kerajaan bersatu)|Kerajaan Israel Bersatu]]; putranya, Raja [[Salomo]], memerintahkan pembangunan [[Bait Allah (Yerusalem)|Bait Pertama]]. Peristiwa-peristiwa pokok ini, sejak permulaan millenium ke-1 SM, memiliki peranan sentral secara simbolis bagi orang-orang Yahudi.<ref name="1000BCE">Sejak abad ke-10 SM:{{ref label|bible-david|v|a}}
* "Israel pertama kali ditempa menjadi suatu bangsa yang bersatu dari Yerusalem sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika Raja [[Daud]] merebut mahkota itu dan mempersatukan [[Sukusuku Israel|kedua belas suku]] dari kota ini... Selama seribu tahun Yerusalem merupakan pusat kedaulatan bangsa Yahudi, situs rumah tangga para raja, lokasi istana dan dewan legislatifnya. Di pengasingan, bangsa Yahudi menjadi diidentifikasikan dengan kota ini yang mana pernah menjadi situs ibu kota kunonya. Orang Yahudi, di mana pun mereka berada, berdoa untuk pemulihannya." Roger Friedland, Richard D. Hecht. ''To Rule Jerusalem'', University of California Press, 2000, p. 8. ISBN 0-520-22092-7
 
* "Israel pertama kali ditempa menjadi suatu bangsa yang bersatu dari Yerusalem sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika Raja [[Daud]] merebut mahkota itu dan mempersatukan [[Suku Israel|kedua belas suku]] dari kota ini... Selama seribu tahun Yerusalem merupakan pusat kedaulatan bangsa Yahudi, situs rumah tangga para raja, lokasi istana dan dewan legislatifnya. Di pengasingan, bangsa Yahudi menjadi diidentifikasikan dengan kota ini yang mana pernah menjadi situs ibu kota kunonya. Orang Yahudi, di mana pun mereka berada, berdoa untuk pemulihannya." Roger Friedland, Richard D. Hecht. ''To Rule Jerusalem'', University of California Press, 2000, p. 8. ISBN 0-520-22092-7
* "Posisi sentral Yerusalem bagi Yudaisme begitu kuat sehingga bahkan orang Yahudi sekuler mengungkapkan devosi dan keterikatan mereka pada kota ini, serta tidak dapat membayangkan suatu Negara Israel modern tanpanya... Bagi orang Yahudi, Yerusalem adalah suci hanya karena kota ini ada... Kendati karakter suci Yerusalem kembali pada tiga milenium...". Leslie J. Hoppe. ''The Holy City: Jerusalem in the theology of the Old Testament'', Liturgical Press, 2000, p. 6. ISBN 0-8146-5081-3
* "Sejak Raja Daud menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel 3.000 tahun yang lalu, kota ini telah memainkan peran sentral dalam keberadaan bangsa Yahudi." Mitchell Geoffrey Bard, ''The Complete Idiot's Guide to the Middle East Conflict'', Alpha Books, 2002, p. 330. ISBN 0-02-864410-7
 
Setelah [[aneksasi]] Yerusalem oleh [[Muhammad Ali dari Mesir]] pada tahun 1831, berbagai konsulat dan misi dari luar negeri mulai didirikan di kota ini. Pada tahun 1836 [[Ibrahim Pasha dari Mesir|Ibrahim Pasha]] mengizinkan warga Yahudi di Yerusalem untuk merestorasi empat sinogaga besar, di antaranya yaitu [[Sinagoge Hurba]].<ref name="multiref2">''Jerusalem: Illustrated History Atlas'' Martin Gilbert, Macmillan Publishing, New York, 1978, p. 37</ref> Dalam [[Pemberontakan Petani di Palestina|Pemberontakan Petani]] yang terjadi di seluruh negeri, [[Qasim al-Ahmad]] memimpin pasukannya dari [[Nablus]] untuk menyerang Yerusalem, dengan dibantu oleh klan [[Abu Ghosh]], dan memasuki kota pada tanggal 31 Mei 1834. Kaum Kristen dan Yahudi di Yerusalem menjadi sasaran serangan. Pada bulan berikutnya, pasukan Mesir pimpinan Ibrahim mengusir pasukan Qasim di Yerusalem.<ref>Pemberontakan orang Arab Palestina tahun 1834
 
* Joel Beinin (2001) Workers and peasants in the modern Middle East Cambridge University Press, ISBN 0-521-62903-9, p. 33
* Beshara, Doumani. (1995). ''[http://www.escholarship.org/editions/view?docId=ft896nb5pc&chunk.id=s1.1.6&toc.depth=1&toc.id=s1.1.6&brand=eschol;query=Qasim#1 Rediscovering Palestine: Egyptian rule, 1831–1840]'' University of California Press.</ref>

Menu navigasi