Stasiun Caruban: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
154 bita dihapus ,  10 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
k
| platform = 4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama cukup tinggi)
}}
'''Stasiun Caruban (CRB)''' ([[Hanacaraka]]: {{jav|ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦕꦫꦸꦧꦤ꧀}}, ''Sêtasiyun Caruban'') merupakan [[stasiun kereta api]] kelas II yang terletak di [[Caruban]], tepatnya di [[Krajan, Mejayan, Madiun]]. Stasiun yang terletak pada ketinggian +74 m ini termasuk dalam [[Daerah Operasi VII Madiun]] dan merupakan satu-satunya stasiun kereta api yang melayani naik turun penumpang di [[Kabupaten Madiun]]. Stasiun ini memilikimenjadi tigaandalan jalurbagi keretamasyarakat api[[Caruban]] dengandan jalursekitarnya 1yang sebagaiingin sepurbepergian lurusnaik ditambahkereta duaapi sepurkarena badug/jalurjaraknya buntudengan di[[Stasiun sebelahMadiun]] timuryang dancukup selatanjauh, stasiunsekitar 13 km.
 
Awalnya stasiun ini hanya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus ditambah satu [[sepur badug]]/jalur buntu di sisi timur bangunan stasiun lama. Setelah [[jalur ganda]] pada segmen lintas antara [[Stasiun Nganjuk]] dan [[Stasiun Babadan]] resmi dioperasikan per 30 April 2019, terdapat satu jalur baru di sisi selatan stasiun sebagai sepur badug yang baru. Jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah [[Stasiun Kertosono|Kertosono]], jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah [[Stasiun Madiun|Madiun]], dan sepur badug lama akan dijadikan sebagai jalur 1 yang baru. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik. Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani.
Saat ini stasiun ini merupakan satu-satunya stasiun kereta api yang melayani naik turun penumpang di [[Kabupaten Madiun]]. Stasiun ini menjadi andalan bagi masyarakat [[Caruban]] dan sekitarnya yang ingin bepergian naik kereta api karena jaraknya dengan [[Stasiun Madiun]] yang cukup jauh, sekitar 13 km.
 
Sehubungan dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan [[Jawa]], stasiun ini akan menggunakan bangunan baru berukuran lebih besar yang terletak di sebelah timur bangunan lama. Rencananya setelah proyek ini selesai, bangunan stasiun lama yang merupakan peninggalan ''[[Staatsspoorwegen]]'' akan segera dirobohkan.<ref>{{cite news|title=Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api|date=26 September 2017|newspaper=Jawa Pos}}</ref>
Awalnya stasiun ini hanya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus ditambah satu [[sepur badug]]/jalur buntu di sisi timur bangunan stasiun lama. Setelah [[jalur ganda]] pada segmen lintas antara [[Stasiun Nganjuk]] dan [[Stasiun Babadan]] resmi dioperasikan per 30 April 2019, terdapat satu jalur baru di sisi selatan stasiun sebagai sepur badug yang baru. Jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah [[Stasiun Kertosono|Kertosono]], jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah [[Stasiun Madiun|Madiun]], dan sepur badug lama akan dijadikan sebagai jalur 1 yang baru. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik. Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi persilangan antarkereta api yang dilayani.
 
Sehubungan dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan [[Jawa]], stasiun ini akan menggunakan bangunan baru yang terletak di sebelah bangunan lama. Rencananya setelah proyek ini selesai, bangunan stasiun lama yang merupakan peninggalan ''[[Staatsspoorwegen]]'' akan segera dirobohkan.<ref>{{cite news|title=Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api|date=26 September 2017|newspaper=Jawa Pos}}</ref>
 
== Layanan kereta api ==

Menu navigasi