Yerusalem: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
1 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
k
Pada akhir Zaman Perunggu, Yerusalem merupakan ibu kota dari suatu negara-kota [[vasal]] Mesir,<ref>Jane M. Cahill, ‘Jerusalem at the time of the United Monarchy’, in Andrew G. Vaughn, Ann E. Killebrew (eds.)''Jerusalem in Bible and Archaeology: The First Temple Period,'' Society of Biblical Literature, 2003p.33.</ref> sebuah permukiman sederhana yang memerintah beberapa desa terpencil dan daerah penggembalaan, dengan suatu [[garnisun]] Mesir yang kecil dan diperintah oleh orang-orang yang ditunjuk seperti Raja [[Abdi-Heba]].<ref>[[Israel Finkelstein]], Neil Asher Silberman,''The Bible Unearthed: Archaeology's New Vision of Ancient Israel and the Origin of Sacred Texts,'' Simon and Schuster 2002 p.239.</ref> Pada masa [[Seti I]] dan [[Ramses II]], dilangsungkan pembangunan skala besar seiring dengan meningkatnya kemakmuran.<ref name="Jerome Murphy-O'Connor pp.5-6">Jerome Murphy-O'Connor, ''Keys to Jerusalem: Collected Essays,'' Oxford University Press, 2012 pp.5–6.</ref>
 
Periode ini, ketika Kanaan merupakan bagian dari kerajaan Mesir, bersesuaian dengan catatan Alkitab tentang invasi [[Yosua]].<ref>K. L. Noll, ''Canaan and Israel in Antiquity: An Introduction,'' Continuum Publishing, 2002 p.78.</ref> Dalam Alkitab, Yerusalem didefinisikan berada dalam wilayah yang dialokasikan bagi [[Suku Benyamin]]<ref>Yosua 18:28</ref><ref>Nadav Naʼaman, ''Canaan in the 2nd Millennium B.C.E.,'' p.189: 'Kitab Yosua tidak dapat dipandang sebagai sumber terpercayatepercaya untuk merekonstruksi jaringan kota orang Kanaan. Baik penyebutan raja-raja di Yerikho, Ai, Betel, Hebron dan Debir, ataupun penyajian Yerusalem sebagai pimpinan suatu koalisi Kanaan tidak dapat digunakan sebagai bukti untuk merekonstruksi kenyataan pada akhir Zaman Perunggu. Orang tidak seharusnya memilih bukti secara acak dari sumber Alkitab untuk mendukung suatu teori. Kesimpulan harus dibuat hanya berdasarkan bukti arkeologis dan sumber-sumber awal.;</ref> kendati diduduki oleh kaum [[Yebus]]. [[Daud]] dikatakan telah menaklukkan daerah-daerah ini dalam [[Pengepungan Yebus]], dan memindahkan ibu kotanya dari [[Hebron]] ke Yerusalem di mana kemudian menjadi ibu kota dari suatu [[Kerajaan Israel (kerajaan bersatu)|Kerajaan Israel]] bersatu,<ref>Nadav Naʼaman ''Canaan in the 2nd Millennium B.C.E.,'' p.183.</ref> serta salah satu dari beberapa pusat keagamaannya.<ref>Israel Finkelstein, Neil Asher Silberman,''The Bible Unearthed,'' p.238.</ref> Keputusan ini mungkin didasari oleh fakta bahwa Yerusalem tidak membentuk bagian dari sistem kesukuan Israel, dan dengan demikian cocok untuk berfungsi sebagai pusat federasi tersebut.<ref name="Jerome Murphy-O'Connor pp.5-6"/> Ada perbedaan pendapat mengenai apakah sebuah [[Struktur Batu Besar]] dan sebuah [[Struktur Batu Bertingkat]] di dekatnya dapat diidentifikasi sebagai istana Raja Daud, atau berasal dari periode selanjutnya.<ref name="nytimes">{{Cite news|title=King David's Palace Is Found, Archaeologist Says|last=Erlanger|first=Steven|date=5 August 2005|accessdate=24 May 2007|url=http://www.nytimes.com/2005/08/05/international/middleeast/05jerusalem.html?ex=1280894400&en=3c435bc7bd0cd531&ei=5088|work=The New York Times}}</ref><ref>Israel Finkelstein, Amihay Mazar, Brian B. Schmidt, (eds.) ''The Quest for the Historical Israel,'' Society of Biblical Literature, 2007 pp.104,113, 125–8,165,174.</ref>
 
[[Berkas:Jerusalem Ugglan 1.jpg|jmpl|Salah satu rekonstruksi [[Bait Salomo]] menurut penjelasan dalam Alkitab.]]

Menu navigasi