Jalur kereta api Tarik–Sidoarjo: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
'''Jalur kereta api Sidoarjo-Tarik''' adalah jalur kereta api yang mengbungkan [[Stasiun Sidoarjo]] dengan [[Stasiun Tarik]]. Jalur ini dahulu sudah ada sejak jaman [[Belanda]], dibangun oleh perusahaan keretatermasuk apidalam [[HindiaDaerah Belanda]]Operasi [[StaatsVIII Spoorwegen]] sekitar tahun [[1910]]-[[1920Surabaya]]. Akan tetapi, jalurJalur ini dinon-aktifkandiresmikan pada tahuntanggal [[1972]].tanggal Secara16 pasti,Oktober pada1880<ref masaname="verslag"/> kolonialnamun [[Hindiaditutup Belanda]],mulai [[rel]]tahun [[kereta api1972]] ini dibawah pengelolaan [[Staatsspoor -en Tramwegen (Oosterlijnen)]] (SS-OL).
 
Pada tahun [[2009]] jalur ini selesai direaktivasi bersama dengan diresmikannya [[Stasiun Tulangan]].<ref>{{Cite news|url=https://news.okezone.com/read/2009/08/31/1/253117/rel-ka-alternatif-sidoarjo-baru-selesai-10-km|title=Rel KA Alternatif Sidoarjo, Baru Selesai 10 Km : Okezone News|last=Okezone|newspaper=https://news.okezone.com/|language=id-ID|access-date=2018-03-26}}</ref> Stasiun ini resmi beroperasi kembali bersamaan dengan diluncurkannya [[Kereta api Jenggala|KRD Jenggala]] yang melewati jalur tersebut pada tanggal 12 November 2014.<ref>{{Cite web|url=http://id.beritasatu.com/home/pt-kai-operasikan-ka-jenggala-mojokerto-sidoarjo/100827|title=PT KAI Operasikan KA Jenggala Mojokerto-Sidoarjo {{!}} Investor Daily|website=id.beritasatu.com|access-date=2018-03-26}}</ref>
Pada tahun [[2006]], terjadi sebuah insiden semburan lumpur panas di [[Porong, Sidoarjo]]. Peristiwa yang dikenal dengan [[Lumpur Lapindo]], melumpuhkan [[Jalur kereta api Sidoarjo-Bangil]]. Karena kejadian ini, kereta api yang melintas jalur itu harus berjalan dengan taspat yang sangat pelan, yaitu sekitar 5-10 km/jam. [[PT Kereta Api]] akhirnya memutuskan untuk mengaktifkan kembali jalur ini sebagai jalur relokasi.
 
Direncanakan jalur ini akan langsung menyambung ke [[Stasiun Gununggangsir]] sebagai jalur baru untuk relokasi jalur [[Stasiun Porong|Porong]] yang terancam tenggelam karena terjadinya [[Banjir lumpur panas Sidoarjo|bencana lumpur]] [[Lapindo Brantas Inc.|Lapindo]].<ref>{{Cite news|url=http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/07/12/oa6wc6368-kai-berencana-buka-jalur-baru-di-sidoarjo|title=KAI Berencana Buka Jalur Baru di Sidoarjo {{!}} Republika Online|newspaper=Republika Online|access-date=2018-03-26}}</ref>
Pembangunan jalur ini dimulai pada tahun [[2009]] dan selesai sekitar tahun [[2011]]. Rencananya, akan dibangun jalur kereta api dari [[Stasiun Tulangan]] ke [[Stasiun Gununggangsir]] sebagai jalur relokasi. Setelah selesai dibangun pada tahun [[2011]], jalur ini belum dilewati kereta api karena belum disertifikasi oleh Kementrian Perhubungan. Kereta api pertama melewati jalur ini terjadi pada [[Juli]] [[2014]]. Karena terjadi sebuah tabrakan di [[Buduran, Sidoarjo]], berberapa kereta api terpaksa dialihkan lewat jalur ini. Jalur ini secara resmi dioperasikan pada [[November]] [[2014]], dengan beroperasinya [[Kereta api Jenggala]] [[Sidoarjo]]-[[Mojokerto]]
 
== Jalur Terhubungterhubung ==
=== Lintas aktif ===
* [[Jalur kereta api Kertosono-Wonokromo]]
* [[Jalur kereta api Wonokromo-SidoarjoKertosono–Wonokromo|Kertosono–Wonokromo]]
* [[Jalur kereta api Sidoarjo-BangilWonokromo–Bangil|Wonokromo–Bangil]]
 
== KADaftar yang melintasstasiun ==
* '''Lokal/Komuter'''
** '''[[Kereta api Jenggala|KRD Perintis Jenggala]]''' tujuan [[Stasiun Mojokerto|Mojokerto]] dan [[Stasiun Sidoarjo|Sidoarjo]]
 
== Daftar StasiunReferensi ==
{{reflist}}
* '''[[Stasiun Sidoarjo]]'''
* [[Stasiun Tulangan]]
* ''[[Stasiun Prambon]]
* [[Stasiun Tarik]]
 
Keterangan: [[Stasiun Prambon]] tidak ikut diaktifkan kembali
 
{{kereta-stub}}

Menu navigasi