Lompat ke isi

Sumatera Thawalib: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  4 tahun yang lalu
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Surau Jembatan Besi didirikan pada tahun 1914 oleh [[Abdullah Ahmad]] dan [[Abdul Karim Amrullah]] atau yang dikenal dengan Haji Rasul. Setelah Abdullah Ahmad pindah ke [[Padang]], Haji Rasul menggantikannya sebagai pimpinan surau Jembatan Besi yang membawa banyak perubahan atau pembaruan. Pada tahun 1915, didirikan Koperasi Pelajar atas inisiatif Haji Habib, dan setahun kemudian koperasi itu diperluas lagi oleh Haji Hasyim. Dengan didirikannya sebuah koperasi pada surau Jembatan Besi, kelihatanlah bahwa surau tersebut mempunyai sifat terbuka dan mau menerima sesuatu yang baru, karena pengaturan koperasi sudah dipengaruhi oleh pengetahuan Barat.
 
Pada tahun 1913, [[Zainuddin LabaiLabay Al-YunusiEl Yunusy]] kembali ke Padang Panjang setelah menuntut ilmu dengan [[Abbas Abdullah]] di Padang Japang, [[Payakumbuh]]. Zainuddin Labai sebagai guru pada surau tersebut dan tahun 1915 mendirikan Sekolah [[Diniyah Putri|Diniyah]]. Terpengaruh oleh sistem pendidikan pada sekolah Diniyah, Zainuddin Labai mengajak para pelajar surau Jembatan Besi membentuk suatu perkumpulan yang dinamakan ''Makaraful Ichwan'', untuk memperdalam pengetahuan tentang Islam dan berusaha menyelesaikan masalah Agama secara ilmiah serta persahabatan antara sesama penganut agama Islam.
 
Pada tahun 1918 Zainuddin Labai Al-Yunusi, Jalaluddin Thaib dan Inyiak Mandua Basa mengubah nama Koperasi Pelajar Jembatan Besi dengan nama "Sumatera Thawalib" dengan memperluas ruang lingkup kegiatannya. Perubahan nama ini sekaligus mengubah nama surau Jembatan Besi menjadi nama Sumatera Thawalib. Perubahan nama tersebut diilhami oleh organisasi pemuda [[Jong Sumatranen Bond]] yang waktu itu sudah membuka cabangnya di [[Bukittinggi]] dan [[Padang]].