Lompat ke isi

Menara Babel: Perbedaan antara revisi

Tidak ada perubahan ukuran ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Tidak ada ringkasan suntingan
 
== Sumber Kisah ==
 
=== Al-Qur'an ===
 
Kaum 'Aad adalah kaum yang hidup setelah zaman Nabi Nuh AS. Keberadaan pembangunan menara ini dapat diketahui melalui surah-surah yang tertera di dalam Kitab [[Al-Qur'an]]. Ada banyak surah yang menjelaskan tentang keadaan Kaum 'Aad saat itu. Ibukota kaum 'Aad adalah Iram. Terkenal dengan bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi ke langit. Waktu itu tidak ada di kota lain seperti itu, hanya ada di Iram. Hal ini tertera di dalam Surah Al Fajr (ayat 6-8) yang berbunyi
 
:''6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?''
:''7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,''
:''8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,''
 
Sedangkan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada Kaum 'Aad melebihi kaum-kaum lainnya. Hal ini tertera pada Kitab Al-Qur'an surah Al A'raf (ayat 69) berbunyi:
 
:''Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-A'raf:69)''
 
:''Adapun kaum 'Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS Al-Fushilat:1)''
 
Adapun cemeti azab yang menimpa bangsa 'Aad dijelaskan sebagai berikut:
 
:''Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.(QS. adz-Dzariyat : 41-42)''
 
:''Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang (QS. al-Haqqah : 6)''
 
''Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan Samud”. (QS. Fushshilat : 13).''
 
Bukti-bukti akan cemeti azab itu telah diketahui menurut Book of Jubilee menara babel ini mempunyai tinggi 2,484 meter. Yang mana tingginya hampir dengan tinggi Gunung Merapi di Indonesia saat ini. Bukti kejayaan, ketinggian, dan cemeti azab yang menimpa kaum ini telah ditemukan dalam Mitologi bangsa-bangsa lain. Menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh manusia bahwa kekuatan manusia tidaklah mutlak, tidak sepatutnya manusia menyombongkan diri dengan nikmat-nikmat yang sudah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Nikmat bisa menjadi kebahagiaan untuk manusia yang pandai bersyukur dan bisa menjadi malapetaka untuk manusia yang meningkarinya. Menara babel lembaran hitam tentang kesombongan dan keangkuhan terbesar yang pernah dilakukan manusia.
 
=== Alkitab ===
 
Sejak saat itu, kota dimana Tuhan datang ke bumi untuk menyerakkan umat manusia diberi nama Babel (''Gerbang Tuhan'').<ref>Ginzberg, Louis (1909). ''[https://ia800302.us.archive.org/8/items/legendsofjews01ginz/legendsofjews01ginz.pdf The Legends of the Jews]'' (Translated by Henrietta Szold) Philadelphia: Jewish Publication Society.</ref>
 
=== Al-Qur'an ===
 
Kaum 'Aad adalah kaum yang hidup setelah zaman Nabi Nuh AS. Keberadaan pembangunan menara ini dapat diketahui melalui surah-surah yang tertera di dalam Kitab [[Al-Qur'an]]. Ada banyak surah yang menjelaskan tentang keadaan Kaum 'Aad saat itu. Ibukota kaum 'Aad adalah Iram. Terkenal dengan bangunan-bangunannya yang menjulang tinggi ke langit. Waktu itu tidak ada di kota lain seperti itu, hanya ada di Iram. Hal ini tertera di dalam Surah Al Fajr (ayat 6-8) yang berbunyi
 
:''6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?''
:''7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,''
:''8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,''
 
Sedangkan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada Kaum 'Aad melebihi kaum-kaum lainnya. Hal ini tertera pada Kitab Al-Qur'an surah Al A'raf (ayat 69) berbunyi:
 
:''Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-A'raf:69)''
 
:''Adapun kaum 'Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS Al-Fushilat:1)''
 
Adapun cemeti azab yang menimpa bangsa 'Aad dijelaskan sebagai berikut:
 
:''Dan juga pada (kisah) Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan satupun yang dilaluinya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.(QS. adz-Dzariyat : 41-42)''
 
:''Adapun kaum ‘Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang (QS. al-Haqqah : 6)''
 
''Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan Samud”. (QS. Fushshilat : 13).''
 
Bukti-bukti akan cemeti azab itu telah diketahui menurut Book of Jubilee menara babel ini mempunyai tinggi 2,484 meter. Yang mana tingginya hampir dengan tinggi Gunung Merapi di Indonesia saat ini. Bukti kejayaan, ketinggian, dan cemeti azab yang menimpa kaum ini telah ditemukan dalam Mitologi bangsa-bangsa lain. Menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh manusia bahwa kekuatan manusia tidaklah mutlak, tidak sepatutnya manusia menyombongkan diri dengan nikmat-nikmat yang sudah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Nikmat bisa menjadi kebahagiaan untuk manusia yang pandai bersyukur dan bisa menjadi malapetaka untuk manusia yang meningkarinya. Menara babel lembaran hitam tentang kesombongan dan keangkuhan terbesar yang pernah dilakukan manusia.
 
== Lihat pula ==
Pengguna anonim