Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tidak ada perubahan ukuran ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Penggantian teks otomatis (-Nampak, +Tampak; -nampak, +tampak; -Nampaknya, +Tampaknya; -nampaknya, +tampaknya)
k (Bot: Menambahkan tag <references /> yang hilang)
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-Nampak, +Tampak; -nampak, +tampak; -Nampaknya, +Tampaknya; -nampaknya, +tampaknya))
== Demografi ==
 
Mayoritas suku yang ada di masyarakat Dolok Sanggul adalah [[Suku Batak|Batak]], dan hampir seluruh warganya adalah etnik [[Batak Toba]] yang memakai sistem Marga sebagai nama keluarga. Marga yang mayoritas di Dolok Sanggul adalah Simamora, Purba, Lumban Gaol, Lumban Raja, Simanullang, Marbun, Nababan, Sianturi, Sihite, Sihotang, Sihombing, dan Situmorang. Doloksanggul bisa dikatakan kota dengan perkembangan sangat cepat dibanding kabupaten lain yang sama dimekarkan. Bicara pekerjaan yang digeluti, warga Doloksanggul kebanyakan bertani dan masih sangat kental adat batak yang masih nampaktampak di tiap sudut kehidupan warga.
 
Agama yang dianut masyarakat Dolok Sanggul mayoritas beragama [[Kristen Protestan]]. Data dari BPS tahun 2010, yang beragama [[Kristen Protestan]] 90.29%, kemudian [[Katolik]] 5.54%, dan [[Islam]] 3.61%<ref>http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?search-tabel=Penduduk+Menurut+Wilayah+dan+Agama+yang+Dianut&tid=321&search-wilayah=Kabupaten+Humbang+Hasundutan&wid=1215000000&lang=id</ref>.

Menu navigasi