Morfofonologi: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
4 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
Tanda baca
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Tanda baca)
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler VisualEditor
Empat proses morfofonologis:<br />
 
1. Penambahan fonem, terjadi jika suatu morfem berhubungan dengan morfem lain.
<br />
2. Pengurangan fonem, terjadi jika morfem dasar atau [[afiks]] melesap pada saat terjadi penggabungan morfem.
<br />
3. Penggantian fonem, bila proses penggabungan morfem dasar dengan afiks membentuk fonem baru.
<br />
4. Perloncatan fonem, terbentuk akibat mengikuti pola '''morfonemik''' bahasa asing.
 
Dalam [[bahasa Indonesia]], contoh morfofonemik antara lain adalah perubahan bentuk [[prefiks]] ''meng-'', ''per-'', ''ber-'', dan ''ter-'' sesuai dengan fonem [[kata dasar]] yang dilekatinya. Misalnya perubahan ''meng-'' menjadi ''men-'' jika kata dasarnya dimulai dengan fonem /d/ atau /t/: ''meng-'' dan ''duga'' menjadi ''menduga'' dan bukan ''mengduga''.

Menu navigasi