Konflik Keraton Surakarta: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
k
hanya menambahkan pranala luar
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (hanya menambahkan pranala luar)
[[Berkas:1645600316tejowulan.jpg|thumb|[[Pakubuwana XIII|Hangabehi]] bersama [[Tedjowulan]] di Gedung DPR-MPR RI, [[Jakarta]]]]
 
'''Konflik Keraton Surakarta''' atau '''konflik Keraton Solo''' adalah sebuah perebutan tahta atas [[Keraton Solo]] antara [[Paku BuwonoPakubuwana XIII|Hangabehi]] dan [[Tedjowulan]] yang bermula pada tanggal 11 Juni 2004 saat [[Paku Buwono XII]] wafat tanpa sempat menunjuk permaisuri maupun putera mahkota.<ref>{{cite web|url=http://www.kerajaannusantara.com/id/surakarta-hadiningrat/keluarga/|title=Kasunanan Surakarta Hadiningrat – Kerajaan Nusantara|website=www.kerajaannusantara.com}}</ref>
 
Konflik ini akhirnya mendorong campur tangan pemerintah Republik Indonesia dengan menawarkan dualisme kepemimpinan, dengan Paku Buwono XIII sebagai Raja dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai wakil atau Mahapatih. Penandatanganan kesepahaman ini didukung oleh empat perwakilan menteri, yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pekerjaan Umum serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Namun konflik belum selesai karena beberapa keluarga keraton masih menolak penyatuan ini.<ref name="republika.co.id">{{cite web|url=http://www.republika.co.id/berita/senggang/seni-budaya/12/06/04/m531ui-konflik-keraton-surakarta-berakhir|title=Konflik Keraton Surakarta Berakhir – Republika Online|publisher=}}</ref>
71

suntingan

Menu navigasi