Bahasa Mandailing: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
4 bita dihapus ,  4 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
'''Bahasa Mandailing'''<ref>[http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/produk/1295 Medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Mandailing] ''Badan Bahasa Kemdikbud.go.id</ref> merupakan bahasa yang terdapat di provinsi [[Sumatera Utara]] bagian selatan, Sumatera Barat dan Riau bagian utara, yang merupakan varian dari [[bahasa Sanskerta]] yang banyak dipengaruhi bahasa Arab.
 
''Bahasa Mandailing Julu'' dan ''Mandailing Godang'' dengan pengucapan yang lebih lembut lagi dari bahasa Angkola, bahkan dari bahasa Batak Toba. Mayoritas penggunaannya di daerah Kabupaten Mandailing Natal, tetapi tidak termasuk bahasa Natal (bahasa Minang), walau pun pengguna bahasa Natal berkerabat (seketurunan) dengan orang-orang Kabupaten Mandailing Natal pada umumnya.
 
Sementara itu, bahasa Mandailing [[Padang Lawas]] (Padang Bolak) dipakai di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas.
 
Di [[Pasaman]], Sumatera Barat dan Kampar, [[Riau]], bahasa Mandailing mempunyai variasi tersendiri.
 
Di wilayah [[Asahan]], Batubara, dan Labuhan Batu, orang-orang Mandailing umumnya memakai bahasa Melayu Pesisir Timur.
 
Bahasa Mandailing Angkola, terutama di Angkola Dolok (Sipirok) adalah bahasa yang paling mirip dengan bahasa Batak Toba, karena letak geografisnya yang berdekatan, namun bahasa Angkola sedikit lebih lembut intonasinya daripada bahasa Toba. Bahasa Angkola meliputi daerah Padangsidempuan, Batang Toru, Sipirok, seluruh bagian kabupaten Tapanuli Selatan.

Menu navigasi