Mineral sulfida: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
1 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
k
cosmetic changes, replaced: dibawah → di bawah, merk → merek
k (Robot: Perubahan kosmetika)
k (cosmetic changes, replaced: dibawah → di bawah, merk → merek)
 
== Pembentukan ==
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa proses pembentukan mineral sulfida ada kaitannya proses hidrtermal atau lokasi pembentukannya ekat dengan gunungapi yang memiliki kandungan Sulfur yang tinggi. Unsur utama yang bercampur dengan sulfur tersebut berasal dari magma, kemudian terkontaminasi oleh sulfur yang ada disekitarnya. Pembentukan mineralnya biasanya terjadi dibawahdi bawah kondisi air tempat terendapnya unsur sulfur. Proses tersebut biasanya dikenal sebagai alterasi mineral dengan sifat pembentukan yang terkait dengan hidrotermal (air panas).
 
Mineralisasi/alterasi endapan urat yang berasosiasi dengan endapan logam dasar dicirikan oleh zonasi pembentukan mineral dari temperatur tinggi sampai rendah. Urat/vein di daerah proksimal kaya kandungan tembaga dan rasio logam dibanding sulfur tinggi. Daerah ini dicirikan oleh hadirnya alterasi argillik sempurna di bagian dalam dan ke arah luar berubah menjadi alterasi serisitik. Daerah distal kaya kandungan timbal dan zeng, dan terdiri dari mineral sulfida dengan rasio logam dibanding sulfur rendah. Alterasi yang berkembang di daerah ini berupa alterasi propilitik, semakin ke arah jauh dari urat tersusun oleh batuan tidak teralterasi (Panteleyev, 1994; Corbett, 2002).
110.443

suntingan

Menu navigasi