Kali Ijo: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
26 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Penduduk di sepanjang Sungai Ijo memanfaatkan untuk sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Dibagian muara digunakan untuk pelabuhan pendaratan ikan bagi nelayan pesisir selatan [[Kabupaten Cilacap]] bagian timur serta [[Kabupaten Kebumen]] bagian barat. Selain itu juga terdapat sebuah obyek wisata Pantai Ayah, salah satu obyek wisata andalan [[Kabupaten Kebumen]]<ref>[http://www.kebumenkab.go.id/index.php/public/potenda/detail/3 Pantai Ayah - Kebumen]</ref> serta obyek wisata baru berupa Wisata Edukasi Hutan Mangrove Logending yang berada tak jauh dari [[Pantai Ayah]]. Hutan Mangrove Logending memiliki luas sekitar 50 Ha dan masih akan diperluas lagi. Keberadaan Hutan Mangrove Logending tak bisa dilepaskan dari inisiatif Sukamsi warga Desa [[Ayah, Ayah, Kebumen|Ayah]], Kecamatan [[Ayah, Kebumen|Ayah]], [[Kabupaten Kebumen]] yang tahu daerahnya rawan tsunami, abrasi, erosi dan banjir. Momen [[Tsunami]] Pangandaran 2006 yang begitu parah menerjang [[Pantai Ayah]], mendorong Sukamsi makin mantap menanami sepanjang Muara dengan pohon mangrove<ref>[http://diasporaiqbal.blogspot.co.id/2015/08/menerobos-hening-mangrove-logending.html Menerobos Hening Mangrove Logending]</ref>. Besarnya debit air Sungai Ijo juga dimanfaatkan untuk pengairan/ irigasi melalui beberapa pintu air atau bendung seperti Bendung di Dusun Tambakwringindesa, Desa [[Bumiagung, Rowokele, Kebumen|Bumiagung]], Kecamatan [[Rowokele, Kebumen|Rowokele]], [[Kabupaten Kebumen]]. Musim kemarau 2015-2016 membuktikan adanya [[Buaya]] muara di Sungai Ijo. Buaya-buaya tersebut muncul ke permukaan serta berjemur di tepian sungai karena air [[sungai]] yang menyusut drastis saat [[kemarau]] datang.<ref>[http://news.okezone.com/read/2016/02/02/512/1302777/buaya-kerap-muncul-di-sungai-ijo Buaya Kerap Muncul di Sungai Ijo]</ref>
 
==Referensi==
{{reflist}}
 
[[Kategori:Sungai di Jawa Tengah]]

Menu navigasi