Pembubaran Uni Soviet: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
5 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k
|Image_Alt = Tank di [[Lapangan Merah]] pada tahun 1991 sebagai bagian dari upaya kudeta di Uni Soviet
|Image_Caption = {{longitem|Tank di [[Lapangan Merah]] pada tahun 1991 sebagai bagian dari upaya kudeta di Uni Soviet}} |Thumb_Time =
|Participants = {{unbulleted list |Rakyat Uni Soviet |[[Pemerintahan Uni Soviet|Pemerintah Federal]] | Pemerintah [[Republik Uni Soviet|Republikan]] |[[Republik Soviet Sosialis Soviet Otonom Uni Soviet]]}}
|Location = [[Uni Soviet]]
|Date = {{nowrap|11 Maret 1985 – 25 Desember 1991 {{longitem|style=font-size:90%;|{{raise|0.5em |({{Age in years, months, weeks and days|month1=3|day1=11|year1=1985|month2=12|day2=26|year2=1991}}) }}}} }}
|URL =
}}
[[File:USSR Republics Numbered Alphabetically.png|330px|thumb|right|[[PostNegara-Sovietnegara statespasca-Soviet]] {{smaller|(alphabetical order)}} {{columns |colwidth=10em |colstyle=white-space:nowrap; |col1={{unbulleted list |1. [[Armenia]] |2. [[Azerbaijan]] |3. [[Belarus]] |4. [[Estonia]]}} |col2={{unbulleted list |5. [[Georgia (countrynegara)|Georgia]] |6. [[Kazakhstan]] |7. [[KyrgyzstanKirgizstan]] |8. [[Latvia]]}} |col3={{unbulleted list|9. [[LithuaniaLituania]] |10. [[Moldova]] |11. [[RussiaRusia]] |12. [[Tajikistan]]}} |col4width=12em |col4={{unbulleted list|13. [[Turkmenistan]] |14. [[UkraineUkraina]] |15. [[Uzbekistan]]}} }} ]]
<!---
The '''dissolution of the [[Soviet Union]]''' was formally enacted on December 26, 1991, as a result of the declaration no. 142-[[Н]] of the [[Supreme Soviet of the Soviet Union]],<ref name="ReferenceC"/> acknowledging the independence of the erstwhile Soviet republics and creating the [[Commonwealth of Independent States]] (CIS) – although five of the signatories ratified it much later or not at all. On the previous day, Soviet President [[Mikhail Gorbachev]], the eighth and last [[leader of the Soviet Union]], resigned, declared his office extinct, and handed over its powers – including control of the [[Cheget|Soviet nuclear missile launching codes]] – to [[President of Russia|Russian President]] [[Boris Yeltsin]]. That evening at 7:32&nbsp;p.m., the [[Soviet flag]] was lowered from the Kremlin for the last time and replaced with the pre-revolutionary [[Flag of Russia|Russian Flag]].
Pertikaian di antara negara-negara anggota [[Pakta Warsawa]] dan ketidakstabilan dari sekutu-sekutu baratnya, yang pertama-tama diperlihatkan oleh bangkitnya [[Lech Wałęsa]] pada [[1980]] ke tampuk pimpinan [[serikat buruh]] [[Solidaritas]] berlangsung cepat, sehingga membuat Uni Soviet tidak mampu mengandalkan negara-negara satelitnya untuk melindungi perbatasannya, sebagai negara-negara peredam. Pada 1989, Moskwa sudah meninggalkan [[Doktrin Brezhnev]] dan lebih memilih kebijakan non-intervensi dalam urusan-urusan dalam negeri sekutu-sekutu Eropa Timurnya, yang dengan fatal membuat rezim-rezim Eropa Timur kehilangan jaminan bantuan dan intervensi Soviet apabila mereka menghadapi pemerontakan rakyatnya. Perlahan-lahan, masing-masing negara Pakta Warsawa menyaksikan pemerintahan Komunis mereka kalah dalam pemilihan-pemilihan umum, dan dalam kasus [[Rumania]], munculnya suatu pemberontakan dengan kekerasan. Pada 1991, pemerintahan-pemerintahan komunis [[Bulgaria]], [[Cekoslowakia]], [[Jerman Timur]], [[Hongaria]], [[Polandia]] dan Rumania yang dipaksakan setelah [[Perang Dunia II]] runtuh sementara revolusi melanda [[Eropa Timur]].
 
Uni Soviet juga mulai mengalami pergolakan ketika akibat-akibat politik dari ''glasnost'' dirasakan getarannya di seluruh negeri. Meskipun dilakukan upaya-upaya untuk meredamnya, ketidakstabilan di Eropa Timur mau tidak mau menyear ke negara-negara di lingkungan Uni Republik Sosialis Uni Soviet. Dalam [[pemilu|pemilu-pemilu]] untuk dewan-dewan regional di republik-republik Uni Soviet, kaum [[nasionalisme|nasionalis]] maupun para tokoh pembaruan yang radikal menyapu kursi di dewan. sementara Gorbachev telah memperlemah sistem penindasan politik internal, kemampuan pemerintahan sentral Moskwa untuk memaksakan kehendaknya pada republik-republik anggota RSUS pada umumnya telah diperlemah.
 
Bangkitnya nasionalisme di bawah ''glasnost'' segera membangkitkan kembali ketegangan-ketegangan etnis yang bergolak di berbagai republik Soviet, sehingga semakin mendiskreditkan cita-cita tentang persatuan rakyat Soviet. Sebuah contohnya terjadi pada Februari 1988, ketika pemerintahan di [[Nagorno-Karabakh]], suatu wilayah yang didominasi oleh etnis Armenia di Republik Azerbaijan, meluluskan sebuah resolusi yang menyerukan unifikasi dengan [[Republik Soviet Sosialis Soviet Armenia]]. Kekerasan terhadap orang-orang Azerbaijan setempat dilaporkan di televisi Soviet, sehingga menimbulkan pembantaian terhadap orang-orang Armenia di kota [[Sumgait]], di Azerbaijan.
 
Ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi-kondisi ekonomi, yang menjadi lebih berani karena kebebasan oleh ''glasnost'', jauh lebih luas daripada yang sebelumnya pada masa Soviet. Meskipun ''perestroika'' dianggap berani dalam konteks sejarah Soviet, upaya-upaya Gorbachev untuk melakukan pembaruan ekonomi tidak cukup radikal untuk memulai kembali ekonomi negara yang sangat lesu pada akhir 1980-an. Upaya-upaya pembaruan mengalami berbagai terobosan dalam desentralisasi, namun Gorbachev dan timnya sama sekali tidak menyinggung unsur-unsur fundamental dari sistem [[Stalinis]], termasuk pengendalian harga, mata uang rubel yang tidak dapat dipertukarkan, tidak diakuinya pemilikan pribadi, dan monopoli pemerintah atas sebagian terbesar sarana produksi.
7.307

suntingan

Menu navigasi