Lompat ke isi

Lokomotif D301: Perbedaan antara revisi

536 bita ditambahkan ,  6 tahun yang lalu
k (Alqhaderi Aliffianiko memindahkan halaman D301 ke Lokomotif D301)
Sebanyak 80 unit D301 hadir di Indonesia pada tahun 1962 dan digunakan untuk langsiran seperti halnya [[D300]]. D301 pun berpengalaman untuk menarik kereta api campuran dengan 2 gerbong penumpang dan 3 gerbong barang rute [[Jalur kereta api Semarang Tawang-Demak|Semarang-Demak]], [[Jalur kereta api Rembang-Blora|Rembang-Blora]], [[Jalur kereta api Demak-Purwodadi|Demak-Purwodadi]]-[[Stasiun Gambringan|Gambringan]], [[jalur kereta api Yogyakarta-Palbapang|Yogyakarta-Bantul-Palbapang]], [[Jalur kereta api Yogyakarta-Secang|Yogyakarta-Magelang]], serta [[jalur kereta api Purwosari-Wonogiri|Purwosari-Wonogiri]].
 
Lokomotif ini juga merupakan perintis modernisasi lokomotif di [[Madura]] hingga ditutup tahun 1987 dan menjadi lokomotif untuk menarik [[kereta api barang]] di [[Jabodetabek]] hingga ditutup akibat banjir melanda [[Jabodetabek]] (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) pada pertengahan dekade [[1990-an]] dan [[Krisis finansial Asia 1997|Krisis ekonomi melanda Asia pada tahun 1997]] serta [[kereta api penumpang]] melayani rute [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]] - [[Kota Bogor|Bogor]] pp hingga beralih ke [[Kereta rel listrik]] hibah dari negara [[Jepang]], [[Kereta rel listrik Toei seri 6000]] pada akhir dekade [[1990-an]]. Kecepatan izin lokomotif ini adalah 25 km/jam karena sering dijalankan di atas rel yang berdampingan dengan jalan raya. D301 sangat optimal untuk berjalan di jalur rel ringan (tipe R25 atau R33), karena beban gandarnya lebih ringan.
 
Sekilas D301 memiliki rupa yang hampir sama dengan D300, namun berat lokomotif D301 lebih ringan yakni 28 ton, sedangkan D300 seberat 34 ton. Pada tahun 1992, diadakan ''repowering'' bersama D300 untuk memperpanjang masa pakai.
Pengguna anonim