Istilah pesawat terbang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Berikut adalah istilah pesawat terbang dalam dunia penerbangan.

  • Gaya angkat (lift). Gaya yang menyebabkan pesawat terbang untuk terbang.
  • Berat (weight). Gaya gravitasi kebawah yang bekerja pada pesawat terbang.
  • Hambatan udara (draq). Gaya yang timbul akibat dari pesawat yang bergerak, arahnya berlawanan arah.
  • Daya dorong (thrust). Gaya yang ditimbulkan oleh baling-baling / motor .
  • Momentum. Kelembaman yang membuat benda yang bergerak untuk tetap bergerak.
  • Titik berat (center of gravity/CG). Titik dimana resultan gaya berat pesawat berada.
  • Titik gaya angkat (center of lift/aerodynamic center). Titik dimana resultan gaya angkat pesawat berada.
  • Titik hambatan udara (center of draq). Titik dimana resultan hambatan udara pesawat berada.
  • Garis acuan (datum line). Garis yang dipakai sebagai acuan untuk mengukur sudut relatip antara sayap, stabilo dan motor.
  • Sudut insiden (angle of incidence). Sudut antara motor, sayap dan stabilo yang diukur terhadap garis acuan.
  • Sudut serang (angle of attack). Sudut antara motor, sayap dan stabilo yang diukur terhadap aliran udara.
  • Stall (stall). Pada saat sudut serang sayap melampaui titik dimana gaya angkat dihasilkan. Pada saat ini sayap tidak dapat menimbulkan gaya angkat, pesawat tidak dapat terbang.
  • Tip stall (tip stall). Keadaan dimana kejadian stall hanya terjadi pada bagian tip dari sayap, bisa terjadi bersamaan sayap kiri dan kanan atau salah satu.
  • Wash out (wash out). Sayap yang mempunyai sudut insiden tip lebih kecil dari sudut insiden sayap tengah.
  • Wash in (wash in). Sayap yang mempunyai sudut insiden tip lebih besar dari sudut insiden sayap tengah.
  • Badan pesawat (fuselage). Bagian dari pesawat yang menggabungkan motor, sayap, stabilo dan fin. Yang juga untuk mengangkut peralatan, radio system, alat kemudi dan lain2.
  • Sayap (wing). Permukaan horizontal dari pesawat yang menghasilkan gaya angkat dan menyebabkan pesawat dapat terbang.
  • Ujung sayap (wing tip). Bagian ujung terluar dari sayap.
  • Panjang sayap ( wing span). Jarak antara ujung –ujung sayap.
  • Lebar sayap (wing chord). Jarak dari tepi depan sayap ( leading edge) sampai tepi belakang sayap ( trailing edge ) .
  • Luas sayap (wing area). Total luas sayap dihitung dengan mengalikan panjang sayap dengan lebar sayap.
  • Beban sayap (wing loading). Berat pesawat dibagi dengan luas sayap.
  • Penampang sayap ( airfoil). Adalah bentuk penampang sayap, bagian depan (leading edge) umumnya bundar, sedang bagian belakang (trailing edge) umumnya menipis. Bagian atas airfoil umumnya melengkung untuk menimbulkan aliran udara yang baik sehingga menimbulkan gaya angkat.
  • Flat bottom airfoil. Airfoil dimana bagian bawahnya datar, dipakai untuk sayap yang memerlukan gaya angkat besar, banyak dipakai untuk pesawat latih.
  • Symetrical airfoil. Airfoil yang mempunyai lengkungan atas dan bawah sama (simetri), ideal untuk pesawat aerobatic.
  • Semi symetrical airfoil. Airfoil yang mempunyai lengkungan atas dan bawah, namun lengkungan bawah lebih sedikit, merupakan kompromi antara flat bottom dan symmetrical airfoil. Banyak dipakai untuk pesawat tipe sport.
  • Under camber airfoil. Airfoil yang mempunyai lengkungan bawah ke dalam hampir sejajar dengan lengkungan atas. Airfoil tipe ini,menghasilkan gaya angkat yang besar. Banyak dipakai oleh jenis pesawat terbang bebas.
  • Dihedral. Adalah sayap yang mempunyai bentuk v terhadap bidang horizontal, umumnya dengan sudut dihedral lebih besar akan membuat pesawat lebih stabil.
  • Anhedral. Kebalikan dari dihedral.
  • Bidang kemudi (control surface). Bagian permukaan pesawat terbang yang bisa bergerak untuk mengendalikan pesawat.
  • Pitch. Perputaran pesawat terhadap sumbu melintang (naik/turun).
  • Roll. Perputaran pesawat terhadap sumbu memanjang.
  • Yaw. Perputaran pesawat terhadap sumbu vertical.
  • Stabilizer. Permukaan horizontal yang umumnya ada di ekor pesawat yang memberikan stabilitas terhadap sumbu melintang (stabilitas pitch)
  • Elevator. Bidang kemudi yang mengendalikan naik/turun (pitch).
  • Fin. Disebut juga vertical stabilizer yang terletak di bagian ekor pesawat berfungsi memberikan yaw stability.
  • Rudder. Bidang kemudi yang berhubungan dengan fin, mengendalikan arah yaw.
  • V-tail. Permukaan ekor pesawat seperti bentuk V, konfigurasi ini memberikan stabilitas pitch dan yaw secara simultan.
  • Aileron. Bidang kemudi yang terletak pada trailing edge, mengendalikan sumbu memanjang (roll axis).
  • Flap. Bagian dari sayap yang digunakan untuk memperbaiki kemampuan aerodinamika pada saat kecepatan rendah.
  • Spoiler. Bidang sayap yang digunakan untuk menambah drag, umumnya untuk memperlambat laju pesawat.
  • Landing gear. Bagian pesawat yang digunakan untuk pergerakan di permukaan landasan.. Umumnya terbuat dari metal, nylon, composit dan roda.
  • Under carriage. Sama dengan landing gear.
  • Tricycle landing gear. Landing gear dengan konfigurasi satu roda pendarat depan yang bisa dikendalikan dan dua roda pendarat utama.
  • Tail dragger. Landing gear dengan konfigurasi dua roda pendarat utama dan satu roda pendarat di ekor.
  • Backplate. Bagian penutup motor bagian belakang
  • Carburetor. Alat yang mengatur/mencampur bahan bakar dengan udara sebelum masuk ke motor.
  • Crankcase. Bodi utama motor.
  • Cylinder. Bagian dari motor dimana terjadi pembakaran.
  • Glow plug. Alat yang menimbulkan panas untuk pengapian.
  • Head. Bagian akhir dari silinder dimana ruang pembakaran terjadi .
  • Muffler. Alat untuk meredam suara yang ditimbulkan dari ledakan motor bakar.
  • Needle valve. Alat untuk mengatur banyaknya bahan hakar yang diperlukan, agar perbandingan bahan bakar dan udara pada perbandingan yang optimal.
  • Propeller shaft. Poros engkol yang mentranfer kekuatan motor untuk memutar propeller.
  • Glide ratio. Jarak horizontal yang bisa ditempuh untuk setiap kehilangan satu satuan jarak vertical pada saat pesawat sedang terbang melayang (glide).
  • Flying stab. Sayap belakang yang dapat bergerak seluruhnya.
  • Tuned pipe. Sistem pembuangan dengan bentuk tertentu sehingga dalam keadaan resonansi dapat meningkatkan kinerja dari motor.
  • Aspect ratio. Perbandingan antara panjang sayap (wing span) dengan lebar sayap (chord).
  • Canard. Pesawat dengan konfigurasi sayap utama ada di belakang. Sayap depan disebut canard.
  • Control line. Model pesawat terbang yang dikendalikan dengan dua utas kawat, biasa kita sebut UC atau U-kontrol.
  • Dead stick. Istilah penerbangan, pesawat sedang terbang dalam keadaan motor mati.
  • Down thrust. Gaya tarik motor yang miring ke bawah.
  • Firewall. Dinding terdepan pada badan pesawat dimana motor dipasang.
  • Free flight. Pesawat model yang diterbangkan tanpa dikendalikan oleh penerbang.
  • Glitch. Gangguan pada radio control, misalnya interferensi.
  • Ground effect. Pengaruh permukaan tanah pada saat model mendarat.
  • Hand launch. Model yang diterbangkan dengan tangan.
  • Low wing. Pesawat model denga posisi sayap dibawah.
  • Mid wing. Pesawat model dengan posisi sayap ditengah.
  • T tail. Posisi sayap belakang (stabile) yang terpasang diatas fin.
  • Thermal. Kolom udara panas yang naik, mampu untuk mengangkat pesawat untuk terbang lebih tinggi.
  • Vortices. Hambatan udara yang ditimbulkan dari pusaran udara pad wing tip. Yang disebabkan perbedaan tekana di atas dan di bawah sayap.
  • Pesawat radio control. Pesawat yang dikendalikan dengan radio.
  • Dethermalizer. Alat yang berfungsi untuk mengganggu stabilitas pesawat model terbang bebas (free flight), biasanya dengan mengubah sudut horixontal stabilizer.
  • Cu.in (cubic inch). Satuan volume inci3, setara dengan 16.3781 cm3.
  • Ball bearing. Bantalan peluru.
  • Pit Box. Kotak dimana mekanik hanya diizinkan untuk menghidupkan motor model
  • Pull test. Uji tarik pada sistem kendali kelas F2 (control line).
  • Venturi. Lubang pada carburetor.
  • Circle marshal. Pimpinan perandingan kelas F2.
  • Up/down wind. Berlawanan/searah angin.
  • Safety Strap. Tali pengaman pada handle yang dikaitkan pada lengan penerbang
  • Line Tangles. Kondisi dimana 2 atau lebih kawat pengendali saling mengait atau terbelit satu sama lain pada model Control Line
  • Handle. Alat control yang digenggam berbentuk U oleh penerbang pada model Control Line
  • Radio Impound. Lokasi dimana semua transmitter model RC harus dikumpulkan pada satu tempat pada saat penerbangan resmi berlangsung.
  • Lap. Putaran yang ditempuh oleh model Control Line.
  • Streamer. Pita yang terbuat dari kertas crepe atau kertas lain dengan sifat yang sama (BJ + 50 gr/m2), panjang 3 m, lebar 3 cm (+ 0,5 cm), dipasang di bagian belakang model kelanjutan sumbu longitudinal dengan seutas benang sepanjang minimal 2 m untuk dipotong selama penerbangan pada model Combat.
  • Electric Starter. Alat electronic untuk menghidupkan mesin dengan jalan memutar baling-baling ( propeller ).

Referensi[sunting | sunting sumber]