Islam di Madagaskar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Revisi sejak 6 April 2013 14.19 oleh EmausBot (bicara | kontrib) (Bot: Migrasi 4 pranala interwiki, karena telah disediakan oleh Wikidata pada item d:Q3139127)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sebuah masjid di Antananarivo.

Islam telah mapan pada apa yang sekarang dikenal sebagai Madagaskar selama berabad-abad dan Muslim saat ini mewakili 7% dari populasi[1] dan sebagian besar beraliran Sunni.

Sejarah

Pemukiman Arab

Mengikuti tradisi beberapa masyarakat Malagasi, orang-orang Arab pertama yang menetap di Madagaskar adalah pengungsi dari perang sipil yang diikuti kematian Muhammad pada tahun 632. Dimulai pada abad ke-10 atau ke-11, pedagang gading Arab dan Zanzibar menyusuri pantai timur Afrika dengan dhow mereka dan mendirikan pemukiman di pantai barat Madagaskar. Yang paling penting dari ini adalah Zafiraminia, nenek moyang tradisional Antemoro, Antanosy dan etnis pantai timur lainnya. Gelombang terakhir dari imigran Arab akan menjadi Antalaotra yang berimigrasi dari koloni timur Afrika. Mereka menetap di barat laut pulau Madagaskar (kawasan Majunga) dan merupakan yang pertama untuk benar-benar membawa Islam ke pulau itu.

Imigran Arab sangat sedikit jumlahnya dibandingkan dengan Indonesia dan Bantu, tetapi mereka meninggalkan kesan abadi. Nama-nama Malagasy untuk musim, bulan, hari, dan koin berasal dari bahasa Arab, seperti praktek sunat, kolam komunal gandum, dan berbagai bentuk salam. Para penyihir Arab, yang dikenal sebagai ombiasy, membentuk diri di pelataran banyak kerajaan suku Malagasi. Imigran Arab membawa sistem patriarki aturan keluarga dan klan mereka ke Madagaskar, yang berbeda dari sistem matriarkal Polinesia dimana hak-hak istimewa dan properti yang diberikan sama pada pria dan wanita. Sorabe adalah huruf berdasarkan bahasa Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Malagasi dan dialek Antemoro pada khususnya. Orang-orang Arab juga yang pertama dengan benar mengidentifikasi sebagian asal usul Malagasi dengan menyatakan bahwa pulau itu dikolonisasi oleh Indonesia.[2]

Kolonisasi dan Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan dari Perancis pada tahun 1960, Madagaskar mulai mengembangkan hubungan dekat dengan kekuatan kukuh sekuler Uni Soviet. Hal ini menahan perkembangan semua agama di Madagaskar. Namun, pada 1980-an, Madagaskar bergeser jauh dari Uni Soviet dan kembali ke Perancis.

Referensi

  1. ^ The World Factbook - Madagascar
  2. ^ Informed Comment