Islam di Irlandia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Islam di Irlandia adalah agama terbesar ketiga setelah Katolik dan Protestan. Menurut sensus 2020, terdapat lebih dari 100.000 muslim di negara tersebut[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Islam di negara ini terbilang sulit karena banyaknya etnis muslim di Irlandia. Komunitas muslim pertama di Irlandia didirikan pada tahun 1959 dan didirikan oleh beberapa mahasiswa muslim yang belajar disana. Organisasi tersebut bernama Dublin Islamic Society yang kini berubah menjadi Islamic Foundation of Ireland.

Saat itu, belum terdapat satu masjidpun di Dublin. Para mahasiswa tersebut menggunakan rumah mereka, kemudian mereka juga menyewa sebuah hall untuk salat Jumat. Masjid dan Islamic Center pertama di Irlandia dibuka pada tahun 1976. Masjid tersebut juga dikontribusikan oleh almarhum Faisal dari Arab Saudi.

Sementara itu di Cork, warga muslim disana menjadikan rumah di dalam sebuah perumahan menjadi masjid sambil mengumpulkan uang untuk pembangunan masjid permanen. Pada tahun 1992, Moosajee Bhamjee menjadi muslim pertama dan satu-satunya hingga saat ini yang menjadi anggota parlemen Irlandia.[2]

Masjid[sunting | sunting sumber]

Terdapat 50 masjid yang tersebar di seluruh Irlandia. Satu masjid saat ini mewakili satu provinsi di Irlandia.[3]

Statistik[sunting | sunting sumber]

Statistik ini disajikan langsung oleh pemerintah Irlandia

Pertumbuhan[sunting | sunting sumber]

Sensus resmi Irlandia[4]
Tahun Muslim
1991 3.875
2002 19.147
2006 32.539
2011 49.214
2016 63.443

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Muslim di Irlandia cenderung tidak menjadi lajang dan lebih mungkin untuk menikah dibandingkan dengan populasi umum. Hampir 6 dari 10 menikah dibandingkan dengan 4,8 dari 10 untuk populasi umum.

Perceraian kurang lazim di kalangan Muslim dengan hanya 3,2 persen dalam kategori ini (892 orang) dibandingkan dengan 4,7 persen untuk populasi umum. Diperkirakan terdapat 473 janda Muslim di Irlandia.

Usia dan jenis kelamin[sunting | sunting sumber]

Selama sepuluh tahun terakhir, hasil sensus menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah Muslim di setiap kelompok usia lima tahun antara tahun 2006 dan 2016. Ada 147 laki-laki Muslim untuk setiap 100 perempuan pada tahun 2006. Kesenjangan ini menyempit menjadi 129. laki-laki per 100 perempuan pada tahun 2016. Rata-rata usia umat Islam pada tahun 2016 adalah 26,0 (dibandingkan dengan rata-rata Negara 37,4 tahun). Ada 10.884 anak usia sekolah dasar (5-12 tahun) di antara komunitas Muslim di Irlandia dan 5.480 lebih lanjut usia sekolah menengah (13-18 tahun).

Kewarganegaraan[sunting | sunting sumber]

Warga negara Irlandia mewakili kelompok kebangsaan terbesar yang dinyatakan di antara Muslim di Irlandia, terhitung 55,6 persen dari total. Selanjutnya 11,4% memiliki kewarganegaraan Pakistan, kelompok non-Irlandia terbesar, diikuti oleh warga negara Inggris (3,4%). Muslim berkebangsaan Arab Saudi menyumbang 2,9 persen dari semua Muslim (1.775 orang) sementara Bangladesh 2,0 persen (1.209 orang) dan Afghanistan 1,9 persen (1.160 orang). Mayoritas responden Muslim menyatakan etnis Asia (42,2%) dan Afrika (17,1%), dengan sebagian besar sisanya mengutip etnis Irlandia (6,8%) dan "Lainnya Putih" (10,9%).

Tempat tinggal[sunting | sunting sumber]

Kurang dari setengah (47,3%) dari semua Muslim Irlandia tinggal di County Dublin. Dublin adalah rumah bagi proporsi terbesar (15,5%), diikuti oleh Dublin Selatan (13,1%), Fingal (12,8%) dan Dún Laoghaire-Rathdown (5,9%). Limerick City and County (5,9%), Cork County (4,5%) dan Cork City (3,6%) adalah daerah paling populer berikutnya di luar County Dublin. Leitrim memiliki jumlah Muslim Irlandia paling sedikit, terhitung 0,4% pada tahun 2016.

Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Status ekonomi laki-laki dan perempuan Muslim sangat bervariasi dengan jumlah perempuan yang bekerja relatif sedikit dan jumlah laki-laki yang mengurus rumah dan keluarga sedikit di atas rata-rata. Di antara pria Muslim 53,3% bekerja pada April 2016 dengan 17% menganggur atau mencari pekerjaan pertama mereka. Sebaliknya 23,6% wanita Muslim bekerja pada saat sensus sementara 1 dari 5 (19,5%) menganggur. Secara keseluruhan, 27,4% wanita Muslim berusia 15 tahun ke atas merawat rumah atau keluarga - secara signifikan lebih tinggi daripada angka untuk semua wanita di 14,9%. Sementara 1,1% dari semua pria berusia 15 tahun ke atas adalah ibu rumah tangga pada tahun 2016, angka untuk pria Muslim lebih tinggi yaitu 2,3% dengan 567 ibu rumah tangga pria.

status[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]