Inyiak Upiak Palatiang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Inyiak Upiak Palatiang
Inyiak Upiak Palatiang.jpg
LahirAwal abad-20
Bendera Belanda Dusun Kubu Gadang, Nagari IV Koto, Kecamatan Batipuah, Tanah Datar, Hindia Belanda
Meninggal9 Mei 2010 (umur ± 110)
Bendera Indonesia Kecamatan Batipuah, Tanah Datar, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanSeniman tradisi, petani
Dikenal atas- Pandeka (pendekar) perempuan silat Minang
- Pencipta dan pelantun syair dendang saluang
AnakMawardi
Upiak Lamsinar
Zulfachri
Orang tuaUpiak Aji

Inyiak Upiak Palatiang (lahir di Dusun Kubu Gadang, Nagari IV Koto, Kecamatan Batipuah, Tanah Datar, Hindia Belanda, awal abad-20 – meninggal di Tanah Datar, Sumatra Barat, 9 Mei 2010 pada umur ± 110 tahun) adalah seorang perempuan Minang yang banyak mewarisi tradisi lama Minangkabau, seperti silat, randai, dan dendang saluang, sehingga ia dipandang sebagai maestro seni tradisi Minang.[1][2][3]

Upiak Palatiang merupakan seorang pandeka (pendekar) perempuan silat Minang yang menguasai aliran silek gunuang (silat gunung), salah satu aliran silat dengan tiga jurus dasar, yaitu tangkok (tangkap), piuah (pelintir), dan gelek (mengelak). Silek gunuang menjadi hulu dari berbagai aliran silat lainnya yang kemudian berkembang di Minangkabau.[2]

Di samping mencipta pantun-pantun pertunjukan randai, ia juga mahir mencipta syair dendang, baik yang dilantunkannya sendiri, maupun oleh pendendang tradisi lainnya dengan iringan tiupan saluang yang mendayu-dayu. Sudah ratusan syair yang lahir dari imajinasinya, seperti Singgalang Kubu di Ateh, Singgalang Gunuang Gabalo Itiak, Singgalang Ratok Sabu, Singgalang Layah, Singgalang Kariang, Singgalang Alai, Indang Batipuah, Parambahan Batusangka, dan ratusan syair dendang lainnya.[2]

Dalam usia yang lebih dari seratus tahun, kondisi fisik Inyiak Upiak Palatiang masih terhitung prima, sehingga masih mampu mempertunjukkan gerakan-gerakan silat dengan gesit dan lincah.[2]

Inyiak Upiak Palatiang mempunyai beberapa orang murid, di antaranya Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto yang juga dikenal sebagai budayawan dan seniman Minangkabau yang aktif mengajar dan melestarikan seni dan budaya Minangkabau.[1]

Sepanjang pernikahannya, Inyiak Upiak Palatiang dikaruniai beberapa orang anak, yaitu Mawardi, Upiak Lamsinar, dan Zulfachri (Uncu).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Inyiak Upiak Palatiang, Semangat Tradisi Minang" Yurnaldi, Kompas.com/Silat Indonesia, 09 Januari 2004. Diakses 18 Oktober 2015.
  2. ^ a b c d "Roh Minang Itu Bernama Inyiak Upiak Palatiang" Liputan6.com, 01 Februari 2004. Diakses 18 Oktober 2015.
  3. ^ "Inyiak Upiak Palatiang Mengkhawatirkan Silat Tradisi" Khairul Jasmi, Silatindonesia.com, 24 Januari 2004. Diakses 18 Oktober 2015.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]