Intelektualisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Plato adalah salah satu tokoh Intelektualis

intelektualisme adalah ketaatan atau kesetiaan terhadap latihan daya pikir dan pencarian sesuatu berdasarkan ilmu.[1] Intelektualisme berasal dari kata Intelek yang merupakan kosakata Latin: intellectus yang berarti pemahaman, pengertian, kecerdasan[2] Dalam pengertian sehari-hari kemudian berarti kecerdasan, kepandaian, atau akal.[2] Pengertian intelek ini berbeda dengan pengertian taraf kecerdasan atau intelegensi.[2] Intelek lebih menunjukkan pada apa yang dapat dilakukan manusia dengan intelegensinya atau hal yang tergantung pada latihan dan pengalaman.[2] Dari pengertian istilah, intelektualisme adalah sebuah doktrin filsafat yang menitikberatkan pengenalan (kognisi) melalui akal serta secara metafisik memisahkannya dari pengetahuan indra serapan.[2] Intelektualisme dekat dengan rasionalisme. Dalam filsafat Yunani Purba, penganut intelektualisme menyangkal kebenaran pengetahuan indra serta menganggap pengetahuan intelektual sebagai kebenaran yang sungguh-sungguh.[2] Intelektualisme mengharuskan adanya akal atau kecerdasan otak untuk berpikir secara rasional.[3] [4]

Tokoh Intelektualis[sunting | sunting sumber]

Plato dan Aristoteles merupakan tokoh intelektualis yang mendasari paham intelektualisme. Pada masa modern, Robert Maynard Hutchins dan Mortimer Adler.[3] Selan itu, beberapa tokoh muslim menjadi intelektualis seperti Fethullah Gülen, Muslim Syaikh Yusuf al-Qaradawi, Orhan Pamuk, Muhammad Yunus, Amr Khalid.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Intelektualisme". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses tanggal 2014-06-27. 
  2. ^ a b c d e f "Intelek, Intelektual, Ulil Albab……". Kompasiana. 2011-05-26. Diakses tanggal 2014-06-27.  Periksa nilai tanggal di: |date= (bantuan)
  3. ^ a b "Aliran Filsafat Pendidikan Intelektualisme". Filsafat Pendidikan. 2011-12-06. Diakses tanggal 2014-06-27.  Periksa nilai tanggal di: |date= (bantuan)
  4. ^ definisi intelektual dan tokohnya
  5. ^ "intelektual Muslim Mendominasi Tokoh-tokoh Paling Berpengaruh di Dunia". Era Muslim Media Islam Rujukan. 2014-06-26. Diakses tanggal 2014-06-27.  Periksa nilai tanggal di: |date= (bantuan)