Insya Allah Ada Jalan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Insya Allah Ada Jalan
Insya Allah Ada Jalan.jpg
PembuatDigital Network Aestheic
Pembawa acaraMaher Zain
Fadly Padi
PemeranMaher Zain
Fadly Padi
Pengisi suaraMaher Zain
NaratorSami Yusuf
Haddad Alwi
Tohpati
Penggubah lagu temaHamza Namira
Lagu pembukaInsya Allah, Maher Zain featuring. Fadly Padi
Lagu penutupInsya Allah, Maher Zain featuring. Fadly Padi
PenggubahBara Kherigi
Negara Indonesia
BahasaBahasa Indonesia
Jumlah episode40
Produksi
LokasiJakarta
Durasi1-jam
Rumah produksiDigital Network Aestheic
DistributorScreenplay Productions
Rilis
Jaringan penyiarSCTV
Astro Oasis
Astro Maya HD
Format visualSDTV (480i 4:3)
PAL (576i 4:3)
Format audioStereo
Dolby Digital 5.1
Tanggal rilis16 Juli 2012 –
25 Agustus 2012
Pranala luar
Situs web

Insya Allah Ada Jalan merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan stasiun siaran media televisi saluran asli di SCTV dan yang diproduksi studio video production house motion pictures di Digital Network Aestheic setiap hari pukul jam 20:00 WIB pada tahun 2012 mulai perdana pertama kali mengudara diluncurkan sejak pada tanggal hari Senin, 16 Juli 2012 dan akhir penutup selesai kali berhenti siaran diubarkan tamat sejak pada tanggal hari Kamis, 23 Agustus 2012 berapa jumlah oleh 39-episode dan pemainnya antara lain ialah Maher Zain dan Fadly Padi.

Pemain Utama[sunting | sunting sumber]

Pemain Lain[sunting | sunting sumber]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

KEBETULAN juga Maher Zain punya kenalan, Fadli (Fadli "Padi") di Indonesia. Maka Fadli menjemput Maher Zain di bandara dan membantu Maher Zain selama berada di Indonesia.

Maher Zain dan Fadli pun bersama-sama mencari keberadaan Basofi.

Rupanya Basofi menjadi ustadz yang berceramah di beberapa tempat di Jakarta. Tapi mereka tak tahu alamatnya.

Sambil mencari Basofi, Maher Zain mengajak Fadli melakukan perjalanan keliling. Dari perjalanan ini, mereka mendapat pelajaran spiritual dari kisah-kisah orang yang dijumpainya.

Maher Zain pun membantu orang yang kesulitan, dan mengambil hikmahnya. Perjalanan ini membuat Maher Zain banyak mengenal orang. Satu saat Maher Zain bernyanyi sesuai kejadian yang dia jumpai. Hal ini dianggap sebagai hiburan dalam bentuk dakwah.

Setelah sekian lama melakukan perjalanan dengan Fadli, tetapi tak menemukan Basofi, Maher Zain meninggalkan Indonesia dengan penuh senyum. Dia berjanji akan kembali ke Indonesia untuk bersilaturahim.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]