Lompat ke isi

Injustice: Gods Among Us

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Injustice: Gods Among Us
Seri utamaSemesta DC Suntingan nilai di Wikidata
Dirilis
GenreFighting
Bahasa
Karakteristik teknis
PerangkatXbox 360, Wii U, PlayStation 3, PlayStation 4, PlayStation Vita, iOS, Android dan Windows Suntingan nilai di Wikidata
MesinUnreal Engine 3[1]
Modepermainan video multipemain dan permainan video pemain tunggal Suntingan nilai di Wikidata
Formatcakram optis, distribusi digital dan unduhan digital Suntingan nilai di Wikidata
Metode masukangamepad dan layar sentuh Suntingan nilai di Wikidata
Informasi pengembang
PengembangNetherRealm Studios
High Voltage Software (PS4, PC)
Armature Studio (PSVita)
PengarahEd Boon
KomponisDean Grinsfelder
PenerbitWarner Bros. Interactive Entertainment
Klasifikasi
ESRB
enllaç=d:Q14864330
PEGI
enllaç=d:Q14915516
USK
enllaç=d:Q14920393
Informasi tambahan
Situs webinjustice.com Suntingan nilai di Wikidata
MobyGamesinjustice-gods-among-us dan injustice-gods-among-us-ultimate-edition Suntingan nilai di Wikidata
Steam242700 Suntingan nilai di Wikidata
Id. SubredditINJUSTICE Suntingan nilai di Wikidata
IMDB: tt2182384 Modifica els identificadors a Wikidata
Portal permainan video
Sunting di Wikidata L B PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Injustice: Gods Among Us adalah sebuah permainan video bergenre fighting (Pertarungan) yang diluncur pada tanggal 16 April 2013 untuk Microsoft Windows, Playstation 3 dan Xbox 360 yang dikembangkan oleh NetherRealm Studios dan diterbitkan oleh Warner Bros. Interactive Entertainment.[2][3]

Plot Permainan

[sunting | sunting sumber]

Dibandingkan dengan sebagian besar Metro 2033 fighting yang lain adalah fakta bahwa Netherrealm Studios menyuntikkannya dengan sebuah plot dasar yang dibangun dengan rapi.[4] Walaupun terkesan klise dan serupa dengan gaya film animasi Justice League yang bertebaran di dunia maya, tetapi plot dalam permainan ini cukup baik.[4][5] Brutal dan tidak bisa diprediksi, ada alasan kuat mengapa Joker menjadi salah satu villain paling menakutkan di dunia DC.[4] Mendapatkan bom atom dan berencana untuk menghancurkan Metropolis dengannya, Joker hanya tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan rencana gilanya yang satu ini.[4] Bertempur dengan villain yang lain, Justice League hampir berhasil menggagalkannya, tetapi sebuah fenomena aneh terjadi.[4] Beberapa superhero yang berdekatan dengan sosok Joker tiba-tiba lenyap begitu saja. Mereka terlempar ke dalam sebuah ruang dimensi lain yang jauh berbeda.[4] Sebuah dimensi yang akan menjadi mimpi buruk bagi mereka.[4] Rencana Joker untuk menghancurkan Metropolis mungkin digagalkan dengan fenomena ini, namun Batman, Wonder Woman, Green Lantern, Green Arrow, dan Aquaman terdampar di sebuah Metropolis yang jauh berbeda – sebuah kota megah yang kini hanya tinggal puing-puing.[4] Terpencar dan diburu oleh kelompok yang menyebut diri mereka sebagai One Earth Goverment, para tokoh Justice League ini pun harus mencari jawaban atas misteri apa yang sebenarnya terjadi.[4] Hal ini kian diperparah setelah mereka menemukan bahwa klon mereka di Metropolis yang hancur ini ternyata menjadi pihak yang memburu mereka.[4] Misteri ini pun terkuak setelah Aquaman kembali ke Atlantis dan menemukan jawaban atas latar belakang dari dunia yang mereka singgahi ini.[4] Kejadian serupa yang sempat terjadi di Metroplis mereka ternyata juga terjadi di Metropolis dimensi ini, hanya saja dengan output yang berbeda.[4] Jika di dunia mereka, aksi Joker berhasil dihentikan, di dunia ini Joker berhasil meratakan Metropolis dan membunuh jutaan penghuninya.[4] Tidak hanya itu saja, lewat tipu muslihat yang ia lakukan, Joker juga berhasil meracuni pikiran Superman untuk membunuh wanita yang ia cintai – Lois Lane dan anaknya dengan tangannya sendiri.[4] Penuh penyesalan dan rasa duka yang mendalam, Superman menjadi gila.[4] Ia akhirnya membunuh Joker dengan tangannya sendiri.[4] Tidak hanya itu saja, Superman pun memburu semua villain yang ada, membasmi mereka selamanya, dan akhirnya membangun dunia baru di bawah pimpinannya – One Earth Government.[4] Dari sebuah rasa sesal dan duka yang tidak bisa terhapuskan, Superman tumbuh menjadi diktator yang menyeramkan.[4] Tidak hanya berjuang untuk menciptakan dunia yang lebih damai, ia juga tidak segan untuk membunuh siapapun – teman ataupun lawan yang berani menentang perintahnya.[4] Green Arrow dan Shazam menjadi salah satu korbannya.[4] Para anggota Justice League yang lain pun tidak memiliki banyak alternatif selain mengikuti perintah Superman atau mati.[4] Oleh karena itu, satu-satunya tumpuan harapan kini terletak di pundak Justice League yang terdampar ini.[4] Dibantu oleh kelompok pemberontak – Insurgency yang berada di bawah pimpinan Batman, usaha untuk merobohkan kepimpinan diktator Superman pun dimulai. Banyak lawan yang kini berubah menjadi teman dan sebaliknya.[4]

  1. Gaudiosi, John (2012-08-28). "Injustice for All: Developer Ed Boon tells us who his favorite character is and why Superman won't crush him". Digital Trends. Diakses tanggal 14 Mei 2014.
  2. Sliwinski, Alexander (2013-04-04). "Injustice iOS out now". Joystiq. Diakses tanggal 14 Mei 2014.
  3. Goldfarb, Andrew (2012-09-19). "TGS: Injustice: Gods Among Us Coming in April". IGN. Diakses tanggal 14 Mei 2014.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 "Injustice: Gods Among Us". Jagatplay. Diakses tanggal 14 Mei 2014.
  5. Rougeau, Michael (2012-07-19). "Interview: "Injustice: Gods Among Us" Producer on Walking the Line Between Casual and Hardcore". Complex. Diakses tanggal 14 Mei 2014.