Ine Febriyanti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sha Ine Febriyanti
220px
Nama lahir Sha Ine Febriyanti
Lahir 18 Februari 1976 (umur 42)
Bendera Indonesia Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Pekerjaan Pekerja Seni, Aktris
Tahun aktif 1992 - sekarang
Pasangan Yudhi Datau (2003 - sekarang)
Anak Aisha Nurra Datau (2004)
Zeyn Arsa Datau (2005)
Amanina Aliyya Sahata Datau (2008)
Orang tua Arwoko dan Inge

Sha Ine Febriyanti (lahir di Semarang, Jawa Tengah, 18 Februari 1976; umur 42 tahun) adalah seorang pekerja seni Indonesia, aktris teater, film dan sutradara.

Karier[sunting | sunting sumber]

Mengawali karier dari dunia model setelah terpilih menjadi Covel Girl Majalah Mode pada 1992, kemudian merambah dunia seni peran dengan membintangi sinetron Darah Biru bersama aktor senior Sophan Sophiaan. Ine lalu diajak bermain dalam telesinema Siluet di bawah arahan sutradara muda Aria Kusumadewa. Tertarik dengan kemampuan aktingnya, Aria pun kembali memilih Ine untuk bermain dalam sinetron Dewi Selebriti. Setelahnya, Aria mengajak Ine untuk bermain di film independen, Beth. Dalam film ini, Ine dipercaya menjadi pemeran wanita utama berpasangan dengan Bucek Depp.

Selain film, Ine pun terlibat dalam penggarapan lakon drama Miss Julie karya dramawan Swedia, Johan August Strindberg yang dimainkan bersama Teater Lembaga Institut Kesenian Jakarta, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada September 1999. Sutradara Teater Koma, Nano Riantiarno pun memberikan peran Ine untuk turut bermain dalam lakon Opera Primadona di Teater Tanah Airku, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, medio 2000. Penampilan Ine sebagai Miss Kejora dalam Opera Primadona rupanya memikat seorang pejabat Japan Foundation yang akhirnya mengajak Ine beserta 7 (tujuh) sejawatnya yang berasal dari berbagai kelompok teater di Tanah Air untuk terlibat dalam satu pementasan kolaborasi teater di Jepang berjudul, The Whale on The South Sea. Pementasan itu berlangsung 27 (dua puluh tujuh) kali; 23 (dua puluh tiga) kali di Tokyo dan 4 (empat) kali di Okinawa.

Setelah menikah, Ine "menghilang" selama 7 (tujuh) tahun untuk mengurus 3 (tiga) balitanya. Pada 2010, Ine mendadak muncul di panggung teater monolog membawakan naskah Surti dan Tiga Sawunggaling karya Goenawan Mohamad; serta menyutradarai film pertamanya, 'Tuhan' Pada Jam 10 Malam.

Pada 2011, bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), organisasi Transparency International Indonesia, Management Systems International, USAID dan Cangkir Kopi melakukan kampanye antikorupsi melalui film Omnibus, Kita vs Korupsi. Sebuah kampanya yang dimulai dari lomba ide cerita pada September 2011 untuk umum, yang dilanjutkan dengan kegiatan workshop pengembangan cerita. Kita vs Korupsi terdiri atas 4 (empat) film pendek, Rumah Perkara (sutradara Emil Heradi), Selamat Siang, Risa! (sutradara Sha Ine Febriyanti), Aku Padamu (sutradara Lasja F. Susatyo), dan Psstt… Jangan Bilang Siapa-Siapa (sutradara Chairun Nissa).[1]

Selamat Siang, Risa! menggambarkan keteguhan seorang istri dan ibu dalam mendukung kejujuran suaminya. Untuk film ini, Ine menggandeng Tora Sudiro dan Dominique Diyose sebagai pemeran utama pria dan pemeran utama perempuan. Film ini ditayangkan perdana pada 26 Januari 2012 lalu di XXI Djakarta Theater, Thamrin dan dilanjutkan dengan roadshow ke beberapa daerah. Menurut Ine, “Korupsi sulit diberantas karena dua hal, pemerintah yang tidak tegas dan ketidaksadaran pribadi dari masyarakat.” [2] [3]

Pada tahun yang sama Ine mendapatkan beasiswa Asian Film Academy di Busan, Korea Selatan . Sebelum berangkat ke Korea, Ine bergabung dengan teater Garasi dalam repertoar Gandamayu. Pada 2013, Ine berkolaborasi dengan sutradara asal Perancis David Bobbee mementaskan Warm, sebuah monolog dengan intensitas cahaya yang menyebabkan suhu panggung mencapai 62 derajat. Ine bermonolog bersama 2 (dua) orang akrobator asal Coloumbia. Lalu pada 2014 Ine kembali berkolaborasi dengan IFI dan David Bobbee untuk repertoar Drop yang dibawakan keliling Perancis dan beberapa kota di Jawa.

Sekian lama tak bermain di depan kamera, pada awal 2015 Ine menerima tawaran Djenar Maesa Ayu memerankan Nay, sebagai pemeran utama dan tunggal dalam film monolog Nay.

Kehidupan Pribadi dan Sosial[sunting | sunting sumber]

Ine yang pernah dekat dengan Galang Rambu Anarki, putra Iwan Fals sampai meninggalnya Galang pada tahun 1997[4], menikah dengan Yudhi Datau, seorang kamerawan pada 2003. Akad nikah digelar di Masjid, Al Musyawarah, Jl Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.[5] Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai 3 (tiga) orang anak: Aisha Nurra Datau (lahir 31 Juli 2004), Zeyn Arsa Datau (lahir 20 Oktober 2005) dan Amanina Aliyya Sahata Datau (lahir 14 Juni 2008). Pada tahun 2017, Aisha mulai mengikuti jejak sang ibunda menjadi aktris dan menjadi pemeran utama film Iqro: Petualangan Meraih Bintang.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

  • Dewi Selebriti, TV series (1997), sebagai Dewi, sutradara Aria Kusumadewa.
  • Sampek Engtay, TV series (2000), sebagai Engtay, sutradara Idris Pulungan
  • Marinka, FTV (2000), sebagai Marinka, sutradara Didi Petet

Teater[sunting | sunting sumber]

  • Miss Julie (1999 dan 2012), Teater Lembaga karya August Stindberg , sutrada Joseph Ginting
  • Opera Primadona (2000), Teater Koma, karya dan sutradara Nano Riantiarno
  • Whalers On The South Seas (2000), Rinko Gun Japan, sutradara Yoji Sakate
  • Ekstrimis (2003), karya William Mastrosimone, sutradara Eka D Sitorus
  • Surti dan Tiga Sawunggaling (2011), teater monolog, karya Goenawan Mohamad, sutradara Sitok Srengenge
  • Gandamayu (2012), Teater Garasi, karya Putu Fajar Arcana, sutradara Ahmad Yudi Tajudin dan Gunawan Maryanto
  • Warm (2013), monolog akrobat, teater Rictus, karya Ronan Chenau, sutradara David Bobbee
  • Wakil Rakyat Yang Terhormat, monolog, karya dan sutradara Fajar Putu Arcana
  • Drop (2014), monolog akrobat, karya Ronan Chenau, sutradara David Bobbee
  • Cut Nyak Dhien (2014, 2015), monolog, karya Prajna Paramita, sutradara Sha Ine Febriyanti

Karya Film[sunting | sunting sumber]

  • Cinderella (2001) film pendek, sutradara Sha Ine Febriyanti
  • Rumah Katulistiwa (2007), dokumenter seri, sutradara Sha Ine Febriyanti
  • 'Tuhan' Pada Jam 10 Malam (2010), film, penulis skenario Sha Ine Febriyanti dan Gunawan Raharja, sutradara Sha Ine Febriyanti
  • Selamat Siang, Risa! (2012), film pendek, penulis skenario dan sutradara Sha Ine Febriyanti (salah satu segmen dari film omnibus Kita Versus Korupsi

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik, Nay (2015), Usmar Ismail Award 2016
  • Pemeran Utama Wanita Terbaik, Nay (2015), Indonesian Movie Actors (IMA) Awards 2016
  • Pemeran Utama Wanita Terpuji, Nay (2015), Festival Film Bandung 2016
  • Nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik, Nay (2015), Festival Film Indonesia 2016

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]