Indonesia, Go Open Source

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Indonesia, Go Open Source! disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia. IGOS dideklarasikan pada 30 Juni 2004 oleh 5 kementerian yaitu Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Pendidikan Nasional.

Gerakan ini melibatkan seluruh stakeholder TI (akademisi, sektor bisnis, instansi pemerintah dan masyarakat) yang dimulai dengan program untuk menggunakan perangkat lunak sumber terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Diharapkan dengan langkah ini dapat diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak legal.

Semangat gerakan ini memiliki sasaran sebagai berikut:

  • Memberikan lebih banyak alternatif perangkat lunak yang dapat digunakan oleh masyarakat secara legal dan terjangkau, sehingga jumlah pengguna komputer meningkat.
  • Peningkatan kemampuan riset dan pengembangan teknologi informasi nasional bidang perangkat lunak.
  • Menciptakan kompetisi pengembangan teknologi informasi untuk dapat bersaing di percaturan global


Deklarasi Bersama, Indonesia Go Open Source! IGOS)[sunting | sunting sumber]

IGOS-02-tanda-tangan.jpeg
  1. Mengingat pentingnya peran teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat terkait dengan pertumbuhan perekonomian, maka perlu peningkatan kemandirian, daya saing, kreativitas serta inovasi bangsa sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan Bangsa Indonesia.
  2. Pemerintah bersama masyarakat bersepakat untuk melakukan upaya yang sungguh-sungguh dalam menguasai, mendayagunakan dan memanfaatkan teknologi informasi.
  3. Dalam rangka mendukung keberhasilan upaya tersebut, pengembangan dan pemanfaaatn Open Source Software merupakan salah satu langkah strategis dalam mempercepat penguasaan teknologi informasi di Indonesia.
  4. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari upaya tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah aksi sebagai berikut:
    1. Menggunakan perangkat lunak legal di setiap instansi pemerintah.
    2. Menyebarluaskan pemanfaatan Open Source Software di Indonesia.
    3. Menyiapkan panduan (guideline) dalam pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software di Indonesia.
    4. Mendorong terbentuknya pusat-pusat pelatihan, competency center dan pusat-pusat inkubator bisnis berbasis open source di Indonesia.
    5. Mendorong dan meningkatkan koordinasi, kemampuan, kreativitas, kemauan dan partisipasi di kalangan pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan Open Source Software secara maksimal.

Jakarta, 30 Juni 2004

ttd

Beberapa Kegiatan Terkait[sunting | sunting sumber]

Menyusun Direktori Open Source Indonesia[sunting | sunting sumber]

Informasi open source di Indonesia yang bercecer berusaha dikumpulkan dan disusun secara sistematis dalam direktori ini.

Menyusun Dokumen Panduan Penelitian Open Source Software[sunting | sunting sumber]

Siapa saja bisa bebas-bebas saja mengembangkan open source. Namun dengan sumber daya yang terbatas, diperlukan suatu panduan penelitian agar penelitian di bidang open source bisa sinergi. Untuk itu disusun dokumen panduan penelitian open source software. Berikut ini adalah tautan ke dokumen panduan penelitian open source software.

Mengembangkan Distro Lokal[sunting | sunting sumber]

Dengan filosofi kode sumber yang bebas dan terbuka, telah banyak usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah, komunitas, dan swasta dalam mengembangkan distro lokal.

BlankOn Linux[sunting | sunting sumber]

DwiWarna[sunting | sunting sumber]

IGOS Nusantara[sunting | sunting sumber]

Membentuk Komunitas Bisnis[sunting | sunting sumber]

IGOS Center adalah salah satu cara menciptakan komunitas bisnis Open Source Software. Dengan sumber kode yang bebas dan terbuka, perlu dicari bentuk model bisnis OSS. Saat ini sudah cukup banyak IGOS Center yang beroperasi, diantaranya IGOS Center Bandung, IGOS Center Bekasi, dan lain-lain.

Pelatihan Penggunaan Piranti Lunak OSS[sunting | sunting sumber]

Salah satu kegiatan pelatihan Piranti Lunak OSS adalah yang di motori oleh Pemerintah dan di dukung oleh stakeholder maupun komunitas OSS seperti Ardelindo (http://www.ardelindo.com), Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia (http://www.warnet.linux.or.id), IGOS/POSS setempat, Helpdesk-helpdesk FOSS-ID dan sebagainya.

Beberapa kegiatan sosialiasi OSS untuk Instansi pemerintah baik pusat maupun daerah dan juga untuk umum adalah :

1. Kegiatan pelatihan open source software di 14 kota Indonesia, oleh RISTEK periode 2008, 2. Kegiatan pelatihan open source software di 20 Kota Indonesia, oleh RISTEK periode 2009, 3. Kegiatan pelatihan OSS untuk level admin dan Blender dan Gimp untuk Peningkatan Konten Kreatif Digital, periode 2010 4. dan kegiatan lainnya

Beberapa situs informasi yang memuat mengenai kegiatan pendayagunaan OSS adalah http://www.igos.web.id dan http://www.igoscenter.web.id URL

Membangun Jaringan POSS (Pemberdayaan Open Source Software) di Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Sampai saat ini tercatat sudah ada POSS di beberapa POSS di perguruan tinggi berikut:

Telkom-Ristek Award[sunting | sunting sumber]

Sebagai salah satu upaya memacu meningkatkan kemampuan programmer Indonesia maka diadakan lomba yang diberi nama Telkom-Ristek Award, sebagai penghargaan terhadap programmer Open Source Indonesia.

7 Seri Dokumen Panduan Pendayagunaan Open Source Software[sunting | sunting sumber]

Sebagai salah satu program implementasi deklarasi IGOS, pihak Ristek bersama YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia) menyusun 7 seri dokumen Panduan Pendayagunaan Open Source Software. Berikut ini adalah 7 judul dokumen tersebut:

  1. Konfigurasi Server Linux
  2. Bahasa Pemrograman Open Source
  3. Perangkat Lunak Bebas dan Open Source
  4. CMS, CRM dan ERP (Content Management System, Customer Relationship Management, & Enterprise Resource Planning)
  5. Petunjuk Instalasi IGOS Nusantara
  6. RDBMS: MySQL
  7. Aplikasi Perkantoran OpenOffice.org
  8. Aplikasi untuk Server

Untuk alamat kontak dapat menghubungi Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi. Gedung II BPP Teknologi Lantai 6 Jl MH. Thamrin No 8 Jakarta 10340 Telepon: (021) 316 9181, 316 9166 Faksimili: (021) 310 1952

Pranala luar[sunting | sunting sumber]