Lompat ke isi

Imunoglobulin rabies

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Data klinis
Nama dagang Imogam Rabies-HT, lainnya
AHFS/Drugs.com monograph
Kat. kehamilan C(US)
Status hukum ?
Pengenal
Kode ATC J06BB05
ChemSpider none
Data kimia
Rumus ?

Imunoglobulin rabies adalah obat yang terbuat dari antibodi untuk melawan virus rabies.[1] Obat ini digunakan untuk mencegah rabies setelah terpapar, contohnya setelah digigit anjing atau kelelawar yang terinfeksi.[1] Obat ini diberikan setelah luka sudah dibersihkan dengan sabun dan air atau iodin povidon dan kemudian diikuti oleh pemberian vaksin rabies.[1] Imunoglobulin rabies disuntik di tempat luka ke dalam otot.[1] Obat ini tidak dibutuhkan untuk mereka yang sudah pernah disuntik vaksin rabies.[2]

Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa sakit di tempat penyuntikan, demam, dan sakit kepala.[1] Reaksi alergi yang parah (seperti anafilaksis) jarang-jarang terjadi.[3] Bila diberikan saat hamil, obat ini tidak akan membahayakan bayi.[1] Obat ini bekerja dengan mengikat virus rabies sebelum dapat masuk ke dalam jaringan saraf.[1] Setelah virus masuk ke dalam sistem saraf pusat, imunoglobulin rabies tidak lagi berguna.[1]

Imunoglobulin rabies pertama kali digunakan dalam bentuk serum darah yang berasal dari tahun 1891.[4] Imunoglobulin rabies mulai sering digunakan di bidang kedokteran pada tahun 1950-an.[5] Obat ini masuk ke dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[6] Imunoglobulin rabies mahal harganya dan sulit didapat di negara-negara berkembang.[7] Di Amerika Serikat, harganya bisa mencapai 1.000 dolar Amerika per dosis.[8] Imunoglobulin rabies dibuat dari plasma darah manusia atau kuda yang memiliki kadar antibodi yang tinggi di dalam tubuh mereka.[1][8] Versi kuda tidak semahal versi manusia, tetapi efek samping lebih sering muncul.[5][8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Rabies Immune Globulin". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 8 January 2017.
  2. WHO Model Formulary 2008 (PDF). World Health Organization. 2009. hlm. 398. ISBN 9789241547659. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 January 2017.
  3. British national formulary : BNF 69 (Edisi 69). British Medical Association. 2015. hlm. 869. ISBN 9780857111562.
  4. Plotkin, [edited by] Stanley A.; Orenstein,, Walter A.; Offit, Paul A. (2013). Vaccines (dalam bahasa Inggris) (Edisi 6th). [Edinburgh]: Elsevier/Saunders. hlm. 659. ISBN 1455700908. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-09. ; Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. 1 2 Jong, Elaine C.; Zuckerman, Jane N. (2004). Travelers' Vaccines (dalam bahasa Inggris). PMPH-USA. hlm. 205. ISBN 9781550092257. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-09.
  6. "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
  7. Tintinalli, Judith E. (2010). Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide (Emergency Medicine (Tintinalli)) (Edisi 7). New York: McGraw-Hill Companies. hlm. 1054. ISBN 0-07-148480-9.
  8. 1 2 3 Research Advances in Rabies (dalam bahasa Inggris). Academic Press. 2011. hlm. 351. ISBN 9780123870414. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-09.