Lompat ke isi

Ilex guayusa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ilex guayusa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Aquifoliales
Famili: Aquifoliaceae
Genus: Ilex
Spesies:
I. guayusa
Nama binomial
Ilex guayusa
Sinonim[2]
  • Ilex utilis Moldenke

Ilex guayusa merupakan jenis pohon dari famili Aquifoliaceae. Spesies ini berasal dari hutan hujan Amazon. Termasuk salah satu dari empat pohon bengkulat berkafein yang diketahui, daunnya dipetik segar lalu diseduh seperti teh untuk menghasilkan efek stimulan. Tanaman ini dikenal sebagai guayusa dalam bahasa-bahasa Barat seperti bahasa Spanyol, waisa dalam bahasa Kichwa, serta wayus atau wais dalam bahasa Shuar.[2][3][4][5]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Ilex guayusa merupakan pohon hijau abadi berumah dua yang dapat mencapai tinggi sekitar 6 hingga 30 meter. Daunnya dapat berbentuk bulat telur, elips, lonjong, atau lanset, dengan ukuran panjang 7–22 cm dan lebar 2,5–7 cm, serta memiliki tepi yang bergerigi. Bunganya berukuran kecil, berwarna putih, dan muncul dalam rangkaian bercabang. Buahnya berbentuk bulat berwarna merah dengan diameter sekitar 6–7 mm.[6][7]

Persebaran

[sunting | sunting sumber]

Ilex guayusa berasal dari kawasan Amazon bagian atas di Ekuador, Peru, dan Kolombia selatan, pada ketinggian sekitar 200–2.000 meter. Meski demikian, spesies ini juga pernah tercatat di Bolivia pada tahun 1939. Tumbuhan ini ditemukan di hutan premontana yang selalu hijau atau gugur, terutama di area yang didominasi oleh palem Dictyocaryum. Guayusa sangat jarang ditemukan tumbuh liar dan hampir selalu dikenal sebagai tanaman hasil budidaya, khususnya di Provinsi Napo dan Provinsi Pastaza di Ekuador.[8][9]

Daun Ilex guayusa dimanfaatkan untuk membuat seduhan, terutama oleh masyarakat di wilayah Amazon khususnya di Ekuador, Peru, dan Kolombia. Setelah dipetik, daun biasanya dikeringkan agar cita rasanya berkembang. Di ketiga negara tersebut, guayusa juga dijadikan bahan dalam pembuatan minuman beralkohol tradisional.[7][10]

Masyarakat Kichwa menanam guayusa di kebun hutan kecil yang disebut chakra dan menjadikannya minuman rutin sehari-hari. Guayusa pun diminum dalam acara dan perayaan setempat sebagai minuman sosial yang mendorong keakraban, meningkatkan kedekatan emosional, serta mempererat hubungan keluarga dan komunitas. Biasanya, guayusa direbus dalam panci lalu disajikan menggunakan wadah labu. Kebiasaan minum guayusa sering disertai dengan berbagi cerita, menafsirkan mimpi, atau mengerjakan aktivitas ringan seperti membuat jaring. Dalam beberapa kesempatan, guayusa menjadi bagian dari ritual tertentu. Selain itu, tanaman ini juga digunakan untuk tujuan pengobatan, sering kali dicampur dengan jahe, air jeruk nipis, atau minuman keras berbahan tebu.[10]

Ritual yang dilakukan oleh masyarakat Quechua mencakup meminum seduhan guayusa sebagai cara menafsirkan mimpi yang diyakini dapat memberi petunjuk bagi keberhasilan kegiatan berburu.[11]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2019). "Ilex guayusa". 2019 e.T145566259A145678088. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T145566259A145678088.en. ;
  2. 1 2 "Ilex guayusa Loes". Plants of the World Online. The Trustees of the Royal Botanic Gardens, Kew. n.d. Diakses tanggal 27 November 2025.
  3. "Ilex guayusa Loes". Catalogue of Life. Species 2000. n.d. Diakses tanggal 27 November 2025.
  4. "Ecuador's "Superleaf" Tea: Could It Replace Your Afternoon Coffee?". 2014-07-04. Diarsipkan dari asli tanggal July 7, 2014. Diakses tanggal 27 November 2025.
  5. "Guayusa - Patrimonio Alimentario". patrimonioalimentario.culturaypatrimonio.gob.ec (dalam bahasa Spanyol). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-16. Diakses tanggal 27 November 2025.
  6. Shemluck, Melvin (1979). "The flowers of Ilex guayusa" (PDF). Botanical Museum Leaflets. 27 (5/6). Harvard University Herbaria: 155–160. doi:10.5962/p.295225. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-10-06. Diakses tanggal 27 November 2025.
  7. 1 2 Loizeau P.-A.; G. Barriera (2007). "Aquifoliaceae of Neotropics Ilex guayusa Loes". Monographia Aquifoliacearum. Diakses tanggal 27 November 2025.
  8. Schultes, R. E. (1972). "Ilex guayusa from 500 AD to the present". Dalam Wassén, H.; et al. (ed.). A Medicine-Man's Implements and Plants in a Tiahuanacoid Tomb in Highland Bolivia. Etnologiska Studier. Vol. 32. Goteborgs Etnografiska Museum.
  9. Lewis, WH; Kennelly, EJ; Bass, GN; Wedner, HJ; Elvin, L (1991). "Ritualistic use of the holly Ilex guayusa by Amazonian Jivaro Indians". Journal of Ethnopharmacology. 33 (1–2): 25–30. doi:10.1016/0378-8741(91)90156-8. PMID 1682531.
  10. 1 2 Duenas, Juan; et al. (2016). "Amazonian Guayusa (Ilex guayusa Loes.): A Historical and Ethnobotanical Overview". Economic Botany. 70 (1): 85–91. Bibcode:2016EcBot..70...85D. doi:10.1007/s12231-016-9334-2. S2CID 18354079.
  11. Spruce, R. (1996). Notas de un botánico en el Amazonas y los Andes. Quito, Ecuador: Colección Tierra Incógnita.