Iklim Filipina

Filipina memiliki lima jenis iklim: iklim hutan hujan tropis, iklim muson tropis, iklim sabana tropis, iklim subtropis basah, dan iklim lautan. Dari kelima jenis iklim tersebut, iklim subtropis basah dan iklim lautan ditemukan di wilayah dataran tinggi. Secara keseluruhan, iklim negara ini dikarakterisasi oleh suhu yang relatif tinggi, disertai dengan kelembapan dan curah hujan yang tinggi.
Negara ini memiliki dua musim berdasarkan curah hujannya: musim hujan dan musim kemarau.[1] Kendati demikian, beberapa wilayah sering kali dilanda oleh curah hujan yang relatif sama setiap tahunnya. Musim kemarau umumnya terjadi pada bulan Maret hingga Oktober, sedangkan musim hujan, yang dipengaruhi oleh Muson Asia Timur, terjadi pada bulan November hingga Februari. Suhu tertinggi negara tersebut umumnya terjadi pada bulan Mei, sedangkan suhu terendah terjadi pada bulan Januari.[2]
Adapun otoritas yang memonitor cuaca di Filipina adalah Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (Inggris: Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration; PAGASA)
Curah hujan
[sunting | sunting sumber]Angin monsun adalah angin laut berskala besar yang terjadi ketika suhu di daratan jauh lebih hangat atau lebih dingin daripada suhu lautan. Sebagian besar monsun musim panas atau monsun barat daya (bahasa Filipino: [Habagat] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) dipengaruhi oleh angin barat dan kecenderungan kuat untuk naik dan menghasilkan hujan dalam jumlah besar (karena kondensasi uap air di udara yang naik). Meski demikian, intensitas dan durasinya tidak seragam dari tahun ke tahun. Sebaliknya, monsun musim dingin atau monsun timur laut (bahasa Filipino: [Amihan] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)), dipengaruhi oleh angin timur dan kecenderungan kuat untuk menyimpang, mereda, dan menyebabkan kekeringan.

Monsun musim panas membawa hujan lebat ke sebagian besar kepulauan dari Mei hingga Oktober. Curah hujan rata-rata tahunan berkisar dari 5.000 milimeter di bagian pantai timur pegunungan negara itu, hingga kurang dari 1.000 milimeter di beberapa lembah terlindung. Hujan muson, meskipun deras dan mengguyur, biasanya tidak disertai angin kencang dan ombak.
Setidaknya 30 persen curah hujan tahunan di Filipina utara disebabkan oleh siklon tropis, sementara pulau-pulau di selatan menerima kurang dari 10 persen curah hujan tahunan mereka dari siklon tropis. Siklon tropis terbasah yang diketahui berdampak pada kepulauan tersebut adalah siklon bulan Juli 1911, ketika total curah hujan di Baguio didistribusikan selama empat hari, yakni pada tanggal 14 (8.798 mm), 15 (7.336 mm), 16 (4.249 mm), dan 17 (2.004 mm);[3][4] diikuti oleh kekeringan luar biasa dari bulan Oktober 1911 hingga Mei 1912, sehingga jumlah curah hujan tahunan kedua tahun tersebut hampir tidak terlihat.
Topan
[sunting | sunting sumber]| Kategori | Kecepatan angin terkencang |
|---|---|
| Super typhoon (STY) | ≥185 km/j ≥100 knot |
| Typhoon (TY) | 118–184 km/j 64–99 knot |
| Severe tropical storm (STS) | 89–117 km/j 48–63 knot |
| Tropical storm (TS) | 62–88 km/j 34–47 knot |
| Tropical depression (TD) | ≤61 km/j ≤33 knot |
Topan (bahasa Filipino: [Bagyo] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan))[4] umum melanda Filipina dari bulan Juli hingga Oktobe. Hal ini mengingat letak kepulauan ini di sabuk topan. Perubahan iklim memperburuk situasi di mana semakin banyak topan yang melanda Filipina.[7] Berdasarkan statistik yang dikumpulkan oleh PAGASA dari tahun 1948 hingga 2004, sekitar 28 topan memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina (Inggris: Philippine Area of Responsibility; PAR) – wilayah yang ditunjuk oleh PAGASA untuk dipantau selama gangguan cuaca per tahun. Dari jumlah tersebut, rata-rata sembilan topan mendarat dan melintasi Filipina. Pada tahun 1993, rekor sembilan belas topan mendarat di negara itu, menjadikannya yang terbanyak dalam satu tahun. Yang paling sedikit per tahun adalah empat selama tahun 1955, 1958, 1992, dan 1997.[8]
PAGASA mengkategorikan topan menjadi lima jenis berdasarkan kecepatan angin. Begitu siklon tropis memasuki PAR, berapa pun kekuatannya, siklon tersebut diberi nama lokal untuk tujuan identifikasi oleh media, pemerintah, dan masyarakat umum.[9]
Jenis iklim
[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan Klasifikasi Iklim Coronas, terdapat empat tipe iklim yang diakui di Filipina, dan tipe-tipe tersebut didasarkan pada distribusi curah hujan.[a] Jenis-jenis iklim adalah sebagai berikut:[1]
|
|
Tipe I | Terdapat dua musim yang jelas perbedaanya: musim kemarau dari bulan November hingga April dan musim hujan selama sisa tahun. |
|
|
Tipe II | Tidak ada musim kemarau dengan curah hujan yang cukup tinggi dari bulan November hingga Januari. |
|
|
Tipe III | Musim tidak memiliki perbedaan yang jelas, relatif kering dari November hingga April, dan basah selama sisa tahun. |
|
|
Tipe IV | Curah hujan kurang lebih terdistribusi secara merata sepanjang tahun. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Suhu
[sunting | sunting sumber]Suhu rata-rata sepanjang tahun yang diukur dari semua stasiun cuaca di Filipina, kecuali di Baguio, adalah 26,6 °C. Bulan Januari umumnya merupakan bulan terdingin dengan suhu rata-rata 25,5 °C dan bulan Mei merupakan bulan terhangat dengan rata-rata suhu 28,3 °C.[1] Ketinggian juga mempengaruhi variasi suhu di Filipina. Di Baguio, yang berada di ketinggian 1.500 mdpl, suhu rata-ratanya adalah 18,3 °C, dengan suhu terdingin mencapai 4,3 °C. Pada tahun 1915, sebuah studi selama satu tahun dilakukan oleh William H. Brown dari Philippine Journal of Science di puncak Gunung Banahaw pada ketinggian 2.100 m. Suhu rata-rata yang diukur adalah 18,6 °C, dengan selisih 10 °C dari suhu rata-rata di daerah dataran rendahnya.[14]
| Kategori | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agu | Sep | Okt | Nov | Des |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Minimal | 20,67 | 20,57 | 21,09 | 21,98 | 22,55 | 22,35 | 22,03 | 22,07 | 21,97 | 21,76 | 21.64 | 21,31 |
| Rata-rata | 24,72 | 24,88 | 25,71 | 26,68 | 27,02 | 26,47 | 25,94 | 25,92 | 25,9 | 25,83 | 25.65 | 25.21 |
| Maksimal | 28,82 | 29,24 | 30,38 | 31,42 | 31,54 | 30,65 | 29,9 | 29,82 | 29,87 | 29.96 | 29.72 | 29.16 |
| Curah hujan (mm) | 136,93 | 96,05 | 92,56 | 97,66 | 188,95 | 248,37 | 291,02 | 310,68 | 281.05 | 280.74 | 230.51 | 206.84 |
Kelembapan
[sunting | sunting sumber]Filipina merupakan negara dengan kelembapan relatif yang tinggi. Tingginya kadar uap air di udara membuat suhu panas terasa lebih panas. Kadar uap air ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penguapan dari laut yang mengelilingi kepulauan, perbedaan arah angin di berbagai musim dalam setahun, dan curah hujan tropis yang melimpah. Faktor pertama dapat dianggap sebagai penyebab umum tingginya kelembapan, yang umumnya diamati di semua pulau sepanjang tahun. Dua faktor terakhir dapat memengaruhi perbedaan tingkat kelembapan untuk bulan-bulan yang berbeda dalam setahun dan untuk berbagai wilayah kepulauan.[16]
Musim
[sunting | sunting sumber]Filipina umumnya memiliki dua musim:
- musim hujan, dari bulan Juni hingga awal Oktober; terkait dengan Monsun Barat Daya (dikenal sebagai Hanging Habagat).[b] Pada tahun 2025, Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina secara resmi menyatakan dimulainya musim hujan pada tanggal 3 Juni.[19]
- musim kemarau, dari akhir Oktober hingga Mei. Musim kemarau dapat dibagi lagi menjadi (a) musim kemarau sejuk, dari akhir Oktober hingga pertengahan Maret, yang terkait dengan Monsun Timur Laut (dikenal sebagai Hanging Amihan)[c] dan (b) musim kemarau panas, dari akhir Maret hingga Mei.[1] Bulan April dan Mei, bulan-bulan panas dan kering ketika sekolah-sekolah libur panjang di antara tahun ajaran, umumnya disebut "musim panas" (mengikuti musim panas yang berlangsung dari Juni hingga Agustus di negara-negara beriklim sedang, yang juga merupakan periode Monsun Barat Daya negara tersebut).[20]
| Bulan | November–Februari | Maret–Mei | Juni–Agustus | September–Oktober |
|---|---|---|---|---|
| Hujan | Kering |
Basah | ||
| Suhu | Sejuk |
Panas | ||
| Musim | Kemarau Sejuk |
Kemarau Panas |
Hujan | |
Perubahan iklim
[sunting | sunting sumber]Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Klasifikasi ini pertama kali dibuat oleh Coronas 1920, hlm. 68–72 dan kemudian sedikit dimodifikasi oleh Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (Flores & Balagot 1969; Kintanar 1984).
- ↑ Awal musim monsun barat daya (dikenal sebagai "Habagat") di Filipina biasanya terjadi antara pertengahan Mei dan pertengahan Juni, yang juga menandai dimulainya musim hujan. Deklarasi resmi dibuat oleh Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina setelah kriteria curah hujan tertentu terpenuhi di wilayah-wilayah utama negara tersebut.[17] Baik Monsun Barat Daya maupun musim hujan biasanya berakhir di Filipina antara akhir September dan pertengahan Oktober, dan secara resmi menandai berakhirnya musim ketika kondisi berubah.[18]
- ↑ Awal mula Monsun Timur Laut (Amihan) di Filipina biasanya terjadi antara bulan Oktober dan November, dan juga menandai awal musim kering yang sejuk. Awal resminya diumumkan oleh Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina berdasarkan kondisi meteorologi tertentu. Baik monsun timur laut (atau Amihan) maupun musim kering yang sejuk di Filipina biasanya berakhir antara bulan Maret dan pertengahan April, menandai awal musim hangat dan kering di negara tersebut. Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina secara resmi mengumumkan berakhirnya musim tersebut berdasarkan kondisi meteorologi tertentu.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 "Climate of the Philippines". Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration. Diarsipkan dari asli tanggal November 15, 2015. Diakses tanggal November 26, 2015.
- ↑ Coronas 1920.
- ↑ Coronas 1920, hlm. 110.
- 1 2 Glossary of Meteorology. Baguio. Retrieved on June 11, 2008.
- ↑ Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA) (March 2022). "About Tropical Cyclones: Classification of Tropical Cyclones". PAGASA. Diakses tanggal 1 September 2022.
- ↑ Esperanza O. Cayanan (July 20, 2015). "The Philippines modified its Tropical Cyclone Warning System" (PDF). World Meteorological Organization (WMO).
- ↑ Overland, Indra et al. (2017) Impact of Climate Change on ASEAN International Affairs: Risk and Opportunity Multiplier, Norwegian Institute of International Affairs (NUPI) and Myanmar Institute of International and Strategic Studies (MISIS).
- ↑ Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration. "Tropical Cyclone Statistics Diarsipkan May 25, 2013, di Wayback Machine.". Retrieved on June 26, 2010.
- ↑ Atlantic Oceanographic and Meteorological Laboratory, Hurricane Research Division. "Frequently Asked Questions: What are the upcoming tropical cyclone names?". NOAA. Diakses tanggal December 11, 2006.
- ↑ "Climatological Information for Manila". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal February 17, 2016.
- ↑ "Climatological Information for Borongan, Eastern Samar". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal February 17, 2016.
- ↑ "Climatological Information for Cebu City". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal February 17, 2016.
- ↑ "Climatological Information for General Santos". AmbiWeb GmbH. Diakses tanggal February 17, 2016.
- ↑ Coronas 1920, hlm. 53.
- ↑ "World Bank Climate Change Knowledge Portal". climateknowledgeportal.worldbank.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-18. Diakses tanggal 2021-11-22.
- ↑ Coronas 1920, hlm. 125.
- ↑ "Southwest monsoon now here, and rainy season not far behind". May 30, 2025.
- ↑ "Southwest monsoon season over for 2024, says PAGASA". October 7, 2024.
- ↑ Ong, Ghio. "PAGASA declares onset of rainy season". Philstar.com. Diakses tanggal 2025-06-17.
- ↑ "'Summer' is here: Philippines' hot dry season begins". Rappler. 26 March 2021. Diakses tanggal 5 November 2021.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Coronas, José (1920). The Climate and Weather of the Philippines, 1903 – 1918. Manila Observatory: Bureau of Philippines.
- Flores, J. F.; Balagot, V. F. (1969). Arakawa, Hidetoshi (ed.). Ch. 3: Climate of the Philippines. World Survey of Climatology. Vol. 8: Climates of Northern and Eastern Asia. Elsevier. ISBN 978-0444407047.
- Kintanar, R. L. (1984). Climate of the Philippines. PAGASA.