Ikhwan Ridwan Rais

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ikhwan Ridwan Rais
Lahir(1951-08-05)5 Agustus 1951
Teluk Betung
Meninggal30 Maret 1966(1966-03-30) (umur 14)
Bendera Indonesia Daerah Khusus Ibukota Jakarta
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanPelajar
Dikenal atasPahlawan Ampera dari Jakarta
Anggota Pelajar Islam Indonesia

Ikhwan Ridwan Rais (Teluk Betung, 5 Agustus 1951-Jakarta, 30 Maret 1966) merupakan salah satu tokoh Pahlawan Ampera yang tewas di Jakarta pada Peristiwa Wisma Marta.[1] Pemuda asal Kebon Kelapa, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung gugur sebagai Pahlawan Ampera dalam usia yang relatif muda (14 tahun). Dalam catatan sejarah, namanya sejajar dengan salah satu Pahlawan Ampera yaitu Arif Rahman Hakim.[2]

Riwayat Hidup[sunting | sunting sumber]

Ikhwan Ridwan Rais lahir di Teluk Betung, Lampung, 5 Agustus 1951 dan merupakan anak tunggal dari pasangan Ridwan Rais dan Agung[2]. Setelah menamatkan SD, ia masuk SMP di Jalan Batu Jakarta dan tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia (PII) (kemungkinan ia sekolah di SMA 4 Jakarta).

Peristiwa Wisma Marta[sunting | sunting sumber]

Tanggal 24 Februari 1966, Pemerintah mengeluarkan keputusan KOGAM yaitu membubarkan KAMI dan menutup kampus setelah gugurnya Arif Rahman Hakim di depan Istana Merdeka. Dengan dibubarkannya KAMI, muncul Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) pimpinan Husni Thamrin dan aksi-aksinya semakin meningkat. Akibatnya, Husni Thamrin dan beberapa tokoh KAPPI lainnya ditangkap pada akhir Maret 1966 sehingga menyulut aksi pelajar ibu kota menuntut dibebaskannya Husni Thamrin dan menentang pendirian KAPPI tandingan. Pada saat demonstrasi tersebut, terjadilah aksi yang menewaskan seorang remaja berusia 14 tahun bernama Ikhwan Ridwan Rais yang terkena peluru nyasar.[1]

Sehari sebelum kejadian, Nyonya Agung (yang saat itu tinggal di daerah Kebon karet, Jakarta) telah melarang Ikhwan Ridwan Rais, putra satu-satunya, untuk ke luar rumah apalagi saat itu ayahnya sedang berada di Lampung. Akan tetapi, anaknya tetap pergi setelah pamitan. Pada malam harinya, beberapa teman anaknya dari KAPPI datang memberi kabar bahwa Ikhwan telah berada di RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) dan kemudian Nyonya Agung mendapati bahwa anaknya telah terbujur kaku. Tanggal 30 Maret 1966, Ikhwan Ridwan Rais telah dikabarkan meninggal dunia dan keesokan harinya jenazah Ikhwan Ridwan Rais dikebumikan di TPU Blok P. di mana Arif Rahman Hakim juga dikebumikan di sana. Kini kuburannya telah dipindahkan ke TPU Tanah Kusir.

Namanya diabadikan sebagai nama jalan di terusan antara Jalan Medan Merdeka Timur dan Jalan Menteng, Jakarta Pusat.[2]Sejak anaknya yang terkenal pintar dan berani itu gugur, Nyonya Agung yang sudah enam tahun hijrah ke Jakarta, kembali lagi ke Lampung.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Jakarta.go.id • Detail | Encyclopedia". www.jakarta.go.id. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  2. ^ a b c (apakabar@clark.net), apakabar@clark.net. "[INDONESIA-P] MUTIARA - Prabowo ban". www.library.ohio.edu. Diakses tanggal 2017-10-18.