Ibu Alam

Ibu Alam (sering pula disebut Ibu Pertiwi atau Bunda Bumi) adalah sebuah personifikasi dari alam yang menekankan pada sisi kehidupan, kesuburan, dan daya asuhnya—dihadirkan dalam wujud seorang ibu atau dewi ibu.
Tradisi Konsep Eropa
[sunting | sunting sumber]Konsep Yunani
[sunting | sunting sumber]Dalam bahasa Yunani Mikenai dikenal istilah: Ma-ka (ditransliterasikan sebagai ma-ga), yang berarti "Ibu Gaia", tertulis dalam aksara silabik Linear B (abad ke-13 atau ke-12 SM). Inilah jejak paling awal dari gagasan tentang bumi sebagai sosok ibu.[1]
Demeter kelak mengambil tempat neneknya, Gaia, dan ibunya, Rhea, sebagai dewi bumi pada masa ketika para dewa dan manusia menganggap langit lebih suci daripada bumi.[2]
— Leeming, Creation Myths of the World: An Encyclopedia
Mitos Musim dalam Yunani
[sunting | sunting sumber]Dalam mitologi Yunani, Persephone, putri Demeter sang dewi panen, diculik oleh Hades, penguasa maut, dan dibawa ke dunia bawah sebagai permaisurinya. Kisah itu menyebutkan bahwa Demeter begitu dirundung duka hingga tiada tanaman yang tumbuh; “seluruh umat manusia akan binasa oleh kelaparan yang kejam” bila Zeus tidak turun tangan (Larousse 152). Menurut mitos, Zeus memaksa Hades mengembalikan Persephone, tetapi karena ia telah memakan biji delima—makanan arwah—ia terikat untuk tinggal sebagian waktu setiap tahun di dunia bawah. Maka kesedihan Demeter selama kepergian putrinya tercermin dalam musim dingin yang tandus, dan sukacitanya saat Persephone pulang kembali diwujudkan dalam musim panas yang penuh kelimpahan.
Roma Kuno
[sunting | sunting sumber]Penyair Epikurean Romawi, Lucretius, membuka karya puisinya De rerum natura dengan menyapa Venus sebagai ibu sejati dari alam.[3] Bagi Lucretius, Venus adalah lambang yang dipersonifikasikan dari daya cipta dan daya lahir kehidupan.[4] Hal ini sejalan dengan visi filsafat Lucretius yang menolak takhayul dan berupaya memahami dunia tanpa dasar ketuhanan yang ortodoks.
Konsep Pasca-Klasik
[sunting | sunting sumber]
Para filsuf pra-Socrates menyatukan seluruh gejala alam ke dalam satu istilah: physis, yang kemudian diwarisi oleh Aristoteles.[butuh rujukan]
Kata "alam" berasal dari bahasa Latin: "natura", yang berarti kelahiran atau watak [lihat filsafat alam]. Dalam bahasa Inggris, penggunaannya pertama kali tercatat pada tahun 1266 dalam makna “keseluruhan gejala dunia”. Natura dan sosok Ibu Alam menjadi simbol populer di Abad Pertengahan. Sebagai gagasan, ia bersemayam di antara ranah ilahi dan manusiawi, jejaknya dapat dilacak hingga Yunani Kuno. Bahkan dalam bahasa Inggris Lama, Eorthe (Bumi) mungkin telah dipersonifikasikan sebagai dewi. Bangsa Nordik juga mengenal dewi bumi bernama Jörð (Jord, atau Erth).
Namun, pemikir Kristen abad pertengahan tidak melihat alam sebagai keseluruhan, melainkan sebagai ciptaan Tuhan. Bumi dipandang berada di bawah langit dan bulan yang tak berubah. Alam berada di tengah-tengah: di atasnya para malaikat, di bawahnya iblis dan neraka.
Dengan demikian, Ibu Alam hanya menjadi sebuah personifikasi—simbol yang puitis—bukanlah dewi yang disembah.
Mitologi Basque
[sunting | sunting sumber]Amalur (kadang disebut pula Ama Lur atau Ama Lurra[5]) diyakini sebagai dewi bumi dalam keyakinan kuno bangsa Basque.[6] Ia digambarkan sebagai ibu dari Ekhi, sang surya, dan Ilazki, sang rembulan. Namanya berarti "ibu bumi" atau "ibu tanah"; film dokumenter berbahasa Basque tahun 1968, Ama lur, merupakan sebuah penghormatan pada lanskap pedesaan Basque yang subur dan penuh makna.[7]
Bangsa Pribumi Amerika
[sunting | sunting sumber]Legenda Algonquian menuturkan bahwa "di bawah awan bersemayam Ibu Bumi, darinya mengalir Air Kehidupan, dan pada dadanya segala tanaman, hewan, dan manusia memperoleh santapan." (Larousse 428). Ia juga dikenal dengan nama Nokomis, Sang Nenek.
Dalam mitologi Inka, Mama Pacha atau Pachamama adalah dewi kesuburan yang menjaga penanaman dan panen. Pachamama kerap diterjemahkan sebagai "Ibu Bumi", tetapi makna yang lebih dekat adalah "Ibu Semesta" (dalam bahasa Aymara dan Quechua: mama = ibu, pacha = dunia, ruang-waktu, atau jagat raya).[8] Dipercaya bahwa Pachamama bersama pasangannya, Inti sang dewa matahari, adalah dewa-dewi yang paling murah hati, dipuja di wilayah pegunungan Andes yang membentang dari Ekuador hingga Cile dan Argentina.
Dalam karyanya Coateteleco, pueblo indígena de pescadores ("Coatetelco, desa nelayan pribumi", Cuernavaca, Morelos: Vettoretti, 2015), Teódula Alemán Cleto menulis: En nuestra cultura prehispánica el respeto y la fe a nuestra madre naturaleza fueron primordiales para vivir en plena armonía como seres humanos. ("Dalam budaya pra-Hispanik [Meksiko], penghormatan dan iman kepada Ibu Alam [penekanan ditambahkan] adalah landasan utama untuk hidup selaras sepenuhnya sebagai manusia.").[9]
Asia Tenggara
[sunting | sunting sumber]Di kawasan Asia Tenggara daratan, khususnya Kamboja, Laos, dan Thailand, bumi (terra firma) dipersonifikasikan sebagai Phra Mae Thorani. Namun, perannya dalam mitologi Buddha berbeda jauh dari gambaran Ibu Alam sebagaimana dikenal di tempat lain. Sementara itu, di Kepulauan Melayu, peran serupa diwujudkan dalam sosok Dewi Sri, sang "Ibu Padi" dan lambang kesuburan yang menjadi nadi kehidupan masyarakat agraris.[10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Palaeolexicon – The Linear B word ma-ka". www.palaeolexicon.com. Diakses tanggal 2023-11-07.
- ↑ Leeming, David Adams (2010). Creation Myths of the World: An Encyclopedia. Vol. 1 (Edisi 2 (revised, illustrated)). ABC-CLIO. hlm. 118. ISBN 978-1-59884-174-9.
- ↑ Leonard, William Ellery (1916). "Proem – Lucr. 1.1". Perseus Project. Tufts University.
- ↑ Catto, Bonnie A. (1988). "Venus and Natura in Lucretius: "De Rerum Natura" 1.1–23 and 2.167–174". The Classical Journal. 84 (2): 97–104. ISSN 0009-8353. JSTOR 3297566.
- ↑ "Mitologia – Auñamendi Eusko Entziklopedia". aunamendi.eusko-ikaskuntza.eus (dalam bahasa Basque). Diakses tanggal 2018-10-08.
- ↑ Ortiz-Osés, Andrés (1985). Antropología simbólica vasca (dalam bahasa Spanyol). Anthropos Editorial. ISBN 9788485887842.
- ↑ Davies, Ann (2012-04-13). Spanish Spaces: Landscape, Space and Place in Contemporary Spanish Culture (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. ISBN 9781781387962.
- ↑ Lira, Jorge A.; 1944; "Diccionario Kkechuwa – Español;" Tucumán, Argentina.
- ↑ Alemán Cleto, Teódula (2015). Coateteleco, pueblo indígena de pescadores [Coatetelco, Indigena fishing town] (dalam bahasa Spanish) (Edisi 1st). Cuernavaca, Morelos. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
- ↑ The Rice-mother in the East Indies