Hylophilus amaurocephalus
| Hylophilus amaurocephalus | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 22705276 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Vireonidae |
| Genus | Hylophilus |
| Spesies | Hylophilus amaurocephalus Nordm., 1835 |
| Distribusi | |
Tepus-hijau mata-kelabu (Hylophilus amaurocephalus) adalah spesies burung pengicau dari keluarga Vireonidae. Burung ini hampir endemik di Brasil dan telah lama dianggap sebagai spesies yang sama dengan burung tepus-hijau mahkota merah (Hylophilus poicilotis) yang sebagian merupakan simpatri. Bulu kedua spesies ini umumnya sangat mirip sehingga sempat sulit memisahkan mereka, tetapi spesies yang ada saat ini berbeda karena memiliki bagian bawah yang lebih pucat secara keseluruhan, iris abu-abu pucat, dan punggung yang lebih abu-abu kecokelatan, serta vokalisasi yang lebih jelas.[1]
Deskripsi
[sunting | sunting sumber]Burung ini bisa tumbuh hingga mencapai 12.5-13 cm.[1] EBird menggambarkan spesies ini sebagai "burung kecil berwarna hijau mirip vireo ini ditemukan di hutan, lahan terbuka, dan semak belukar, tempat ia sering menemani kawanan burung dari berbagai spesies. Ia memiliki mahkota berwarna kayu manis yang kontras dengan wajah abu-abu bergaris, tenggorokan pucat, tubuh bagian atas berwarna hijau zaitun, dan tubuh bagian bawah yang lebih pucat. Mirip dengan tepus-hijau mahkota-merah, tetapi matanya berwarna abu-abu, bukan gelap.[2]
Burung jantan dan betina tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tampilan fisik mereka. Kedua jenis kelamin memiliki palet warna zaitun dan kuning yang sama, sehingga sulit dibedakan secara visual. Namun, terdapat beberapa perbedaan halus dalam perilaku, seperti pola vokalisasi, di mana jantan mungkin lebih vokal selama musim kawin.[3] Kicauan mereka pelan dan berulang, "tchui-tchui-tchui."[2]
Sebaran dan habitat
[sunting | sunting sumber]Burung ini hidup di sekitar timur laut Brasil hingga selatan Sao Paulo utara, dengan populasi terpencil di barat daya Mato Grosso Selatan dan lebih jauh lagi, di Bolivia timur. Burung ini sebagian besar menghuni hutan caatinga, tetapi juga memanfaatkan semak belukar dan tepi hutan di zona yang lebih lembap, dan tampaknya lebih mudah beradaptasi dengan habitat yang dimodifikasi seperti itu daripada burung tepus-hijau mahkota merah.[1]
Perilaku dan ekologi
[sunting | sunting sumber]Makanan
[sunting | sunting sumber]Mereka banyak memakan beragam serangga dan invertebrata kecil lainnya untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Selama musim kawin, burung-burung ini merupakan pemburu yang sangat aktif, menjelajahi dedaunan untuk mencari ulat, kumbang, dan laba-laba. Selain makanan kaya protein ini, mereka juga mengonsumsi beragam buah-buahan. Mereka tertarik pada buah beri dan buah-buahan berdaging yang ditemukan di habitat hutan mereka. Ketersediaan musiman berperan dalam pola makan mereka. Mereka, misalnya, mungkin mengonsumsi lebih banyak buah pada waktu-waktu tertentu dalam setahun ketika serangga lebih sedikit.[3]
Perkembangbiakan
[sunting | sunting sumber]Burung ini bersifat monogami selama musim kawin. Burung jantan biasanya memamerkan bulunya dengan melebarkan sayap dan bulu ekor untuk menarik calon pasangan. Perilaku sosial mereka terlihat saat kedua pasangan secara aktif berpartisipasi dalam pertahanan wilayah dan pembangunan sarang. Mereka lebih menyukai lokasi terpencil untuk bersarang, seringkali memilih dedaunan lebat dari semak atau pohon tinggi. Mereka membangun sarang menggunakan berbagai bahan alami seperti daun, potongan kulit kayu, dan rumput halus. Sarangnya berbentuk cangkir dan tersembunyi dengan baik di antara vegetasi, sehingga melindungi dari predator. Satu kelompok telur biasanya terdiri dari dua hingga empat telur, yang dierami terutama oleh betina selama sekitar 15 hari. Kedua induk berkontribusi dalam memberi makan dan merawat tukik, yang bersifat altrisial saat lahir, yang berarti mereka lahir relatif belum berkembang. Anak burung tumbuh dengan cepat dan dapat terbang dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu, selama waktu tersebut mereka diberi makanan berupa serangga dan biji-bijian yang disediakan oleh induknya.[3]
Daftar rujukan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 Brewer, David (2020). "Gray-eyed Greenlet (Hylophilus amaurocephalus), version 1.0". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). doi:10.2173/bow.gyegre1.01. ISSN 2771-3105.
- 1 2 "Gray-eyed Greenlet - eBird". ebird.org (dalam bahasa in). Diakses tanggal 2025-11-04. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- 1 2 3 "Gray-eyed Greenlet - BirdBuddy Wiki". web-ckuv5ro7a-bird-buddy-488f2fbd.vercel.app (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-04.