Lompat ke isi

Hutan berdaun lebar kering tropis dan subtropis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hutan berdaun lebar kering tropis dan subtropis adalah jenis habitat yang didefinisikan oleh Dana Dunia untuk Alam dan ditemukan di lintang tropis dan subtropis.[1] Meskipun hutan ini berada di wilayah dengan iklim hangat sepanjang tahun dan dapat menerima curah hujan beberapa ratus milimeter per tahun, mereka mengalami musim kering yang panjang selama beberapa bulan yang bervariasi menurut lokasi geografis. Kekeringan musiman ini memiliki dampak besar terhadap semua makhluk hidup di hutan.

Pohon gugur mendominasi sebagian besar hutan ini, dan selama musim kering terjadi periode tanpa daun, yang bervariasi menurut jenis pohon. Karena pohon kehilangan air melalui daunnya, gugurnya daun memungkinkan pohon seperti jati dan ebony gunung untuk mempertahankan air selama periode kering. Pohon-pohon yang baru saja kehilangan daun membuka lapisan kanopi, memungkinkan sinar matahari mencapai permukaan tanah dan mendorong pertumbuhan semak tebal. Pohon di lokasi yang lebih lembap dan yang memiliki akses ke air tanah cenderung tetap hijau sepanjang tahun. Situs dengan tanah kurang subur juga cenderung didominasi pohon yang hijau sepanjang tahun. Tiga ekoregion hutan kering tropis, yaitu hutan kering hijau abadi Deccan Timur, hutan kering zona kering Sri Lanka, dan hutan kering hijau Asia Tenggara, ditandai oleh pohon-pohon yang tetap hijau sepanjang tahun.[1]

Meskipun keanekaragaman hayatinya lebih rendah dibandingkan hutan hujan tropis, hutan kering tropis menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar, termasuk monyet, rusa, kucing besar, burung beo, berbagai jenis pengerat, dan burung pemakan tanah. Biomassa mamalia cenderung lebih tinggi di hutan kering dibanding hutan hujan, terutama di hutan kering Asia dan Afrika. Banyak spesies di hutan ini menunjukkan adaptasi luar biasa terhadap iklim yang sulit.[1]

Variasi geografis

[sunting | sunting sumber]

Hutan kering umumnya terdapat di wilayah yang lebih kering di utara dan selatan sabuk hutan hujan tropis, serta di selatan atau utara gurun subtropis, biasanya dalam dua pita lintang: satu antara 10° dan 20° LU dan yang lain antara 10° dan 20° LS. Hutan kering paling beragam di dunia terdapat di Meksiko bagian barat dan selatan serta di dataran rendah Bolivia.[2] Hutan kering di Pantai Pasifik Amerika Selatan barat laut mendukung banyak spesies unik karena iklimnya yang kering. Semak belukar Maputaland-Pondoland di sepanjang pantai timur Afrika Selatan juga beragam dan mendukung banyak spesies endemik. Hutan kering di India tengah dan Indocina terkenal dengan fauna vertebrata besar yang beragam. Hutan gugur kering Madagaskar dan hutan kering Kaledonia Baru juga sangat khas, dengan tingkat endemisitas yang tinggi dan banyak taksa relik, untuk berbagai kelompok taksonomi dan pada tingkatan taksonomi yang lebih tinggi. Selama musim kering, pohon-pohon memanfaatkan air tanah.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 4  Artikel ini mengandung teks yang berlisensi CC BY-SA 3.0. World Wide Fund for Nature. "Tropical and Subtropical Dry Broadleaf Forest Ecoregions". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-25. Diakses tanggal 2012-09-25.
  2. Gentry, A (1993). "Diversity and floristic composition of Neotropical dry forests". Dalam Mooney, H; Bullock, S; Medina, E (ed.). Tropical deciduous forest ecosystems. Cambridge, UK: Cambridge University Press. hlm. 146–194.