Hutan Wisata Baning

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Hutan Wisata Baning berada di tengah Kota Sintang, tepatnya di wilayah Kelurahan Baning dan Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Hutan Wisata Baning merupakan satu-satunya hutan tropis alami di Indonesia yang berada di tengah-tengah kota. Selain itu, hutan ini juga merupakan hutan rawa gambut yang tergenang sepanjang tahun, sehinga diperkirakan terdapat beberapa jenis tumbuhan endemik.[1]

Wilayah[sunting | sunting sumber]

Hutan Wisata Baning termasuk Kabupaten Dati II Sintang dan juga termasuk dalam wilayah KPH Sintang Utara. Luas Hutan ini mencapai 215 Ha[2]. Kawasan ini ditetpkan pada tahun 1990 dengan batasan :

  • Sebelah Utara : Kelurahan Tanjung Puri Kecamatan Sintang
  • Sebelah Selatan: Sungai Tebelian
  • Sebelah Timur : Kelurahan Kapuas Kanan Hulu kecamatan Sintang
  • Sebelah Barat : Desa Terentung kecamatan Sintang[3]

Panorama[sunting | sunting sumber]

Udaranya yang sejuk dan segar,Topografi tanah yang datar, pohonnya yang rindang dan hijau, kicauan beraneka burung, menjadikan Taman Wisata Alam Baning tepat sekali dipilih sebagai tempat rekreasi alam yang mengasyikan Sebuah laboratorium yang dijadikan sebagai sarana pendukung penelitian dan pengembangan berbagai kekayaan hayati di kawasan ini, juga dapat dikunjungi oleh mereka yang ingin mengetahui tentang dasar-dasar ilmu kehutanan. Di Taman Wisata Alam Baning, tersedia sebuah jembatan kayu yang membelah hutan, sehingga dapat digunakan pengunjung yang ingin menikmati kesejukan dan kekayaan hayati kawasan tersebut dari ketinggian. Bagi penyuka olahraga lintas alam, di kawasan ini tersedia jalan setapak yang berliku-liku sampai ke dalam hutan dengan medan yang cukup menantang. Areal camping ground yang luas dan aman dapat mengakomodir keinginan pengunjung yang ingin berkemah[4]

Flora dan Fauna[sunting | sunting sumber]

Di kawasan ini, terdapat berbagai flora langka, seperti ramin (gonystilur bancanus sp), jelutung (diera lawii), resam (glyhenis linearis), rengas (gluta renghas sp), medang (litsea firma sp), mentibu (dacty locladusstenos), perepat (cambreto carpus rotundatus), bintangor (callophyllum inophylum), pulai (alstonia schoolaris), kempilik (quercus sp), tamang burung (eugenia sp), kantong semar, dan anggrek hitam[5] Beraneka fauna langkanya, seperti raja udang (halycon smyrnemsis), biawak (varanus salvator), punai (tretron vernaris), beo (gracula religiosa), cucakrawa (pycnonatus zeylandicus), musang air (cynogale bennetti), tupai tanah (larisous insignis), bajing terbang (peraurista elegans), kelasi, dan aneka jenis burung, kian mengukuhkan betapa spesialnya kawasan ini[6].

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Fasilitas wisata dapat ditemukan dalam kawasan ini antara lain warung makan, kantin, pedagang asongan, dan pedagang kaki lima yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. losmen, wisma, pusat informasi pariwisata, satuan pengamanan, rumah sakit umum, puskesmas, poliklinik, apotek, camping ground, masjid, mushola, gereja, kios wartel, voucher isi ulang pulsa, serta sentra oleh-oleh dan cenderamata[6].

Akses[sunting | sunting sumber]

Dari pusat Kota Sintang menuju Taman Wisata Alam Baning, pengunjung dapat mengaksesnya dengan menggunakan bus, minibus, angkutan kota, atau kendaraan pribadi. berjalan kaki atau bersepeda dari pusat Kota Sintang[6].

Referensi[sunting | sunting sumber]