Lompat ke isi

Hubungan Qatar dengan Somalia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hubungan Qatar dengan Somalia
Peta memperlihatkan lokasi Qatar dan Somalia

Qatar

Somalia

Hubungan Qatar dengan Somalia adalah hubungan bilateral antara Qatar dan Somalia. Kedua negara secara resmi menjalin hubungan pada tahun 1970 dan keduanya merupakan anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam.

Kedua negara secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1970. Qatar mendukung dan menyambut baik hasil Konferensi Rekonsiliasi Nasional Somalia yang diadakan di Jibuti pada bulan September 2000. Selain itu, Qatar mendukung konferensi rekonsiliasi yang diadakan di Khartoum dan Jibuti untuk mengakhiri krisis politik dan keamanan yang memengaruhi Somalia.

Kerjasama pembangunan

[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Maret 2015, Perdana Menteri Omar Abdirashid Ali Sharmarke memimpin pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar, Abdullah bin Nasser bin Khalifa Al Thani. Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan hubungan investasi, perdagangan, dan tata kelola antara kedua wilayah, dengan penekanan pada inisiatif stabilisasi. Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di sektor penerbangan sipil dan pendidikan. Menurut Sharmarke, perjanjian tersebut bertujuan untuk mempercepat proses rekonstruksi dan pembangunan yang sedang berlangsung di Somalia dan untuk mendukung penciptaan lapangan kerja lokal. Di antara ketentuan perjanjian tersebut, Qatar Airways dijadwalkan untuk meluncurkan penerbangan langsung ke Bandar Udara Internasional Aden Adde di Mogadishu.[1][2]

Pada bulan Agustus 2019, Qatar meluncurkan proyek pembangunan pelabuhan baru di Hobyo, kota di bagian tengah Somalia. Qatar menyatakan bahwa proyek tersebut akan menguntungkan rakyat Somalia.[3] Kementerian Pelabuhan (Somalia) mengatakan "peluncuran proyek pembangunan pelabuhan Hobyo akan menciptakan lapangan kerja bagi warga Somalia dan berkontribusi terhadap perekonomian negara."[4]

Perjanjian

[sunting | sunting sumber]

Perjanjian kerja mengenai perekrutan pekerja Somalia di Negara Qatar ditandatangani pada tahun 1983.[5]

Perwakilan diplomatik

[sunting | sunting sumber]

Republik Federal Somalia memiliki kedutaan besar di Doha. Misi diplomatik ini dipimpin oleh Duta Besar Abdirizak Farah Ali. Qatar juga memiliki kedutaan besar di Mogadishu, yang dipimpin oleh Duta Besar Hasan Bin Hamza Asad Mohammed.[5]

Pengaruh Qatar terhadap politik Somalia

[sunting | sunting sumber]

Qatar adalah pendukung utama Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed.[6] Uang Qatar diduga telah memengaruhi hasil pemilu 2012 dan 2017 melalui penyuapan,[7] serta upaya untuk menyingkirkan pemimpin Negara Federal Somalia yang tidak bekerja sama dengan Qatar. Ada juga tuduhan bahwa Qatar memiliki hubungan dengan Al-Shabaab. Isu-isu ini dikatakan telah memberikan pengaruh yang tidak stabil di Somalia yang 'diabaikan' oleh Barat.[8][9]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Somalia and Qatar sign Education and Civil Aviation agreements". Horseed Media. 18 March 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 20 March 2015. Diakses tanggal 19 March 2015.
  2. "SOMALIA: Prime Minister Sharmarke meets with Qatar's Prime Minister in Doha as two nations ink co-operation agreements on Education and Aviation". Raxanreeb. 19 March 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2 April 2015. Diakses tanggal 20 March 2015.
  3. "Qatar Plans to Build New Port in Central Somalia Town of Hobyo". Bloomberg. Diakses tanggal 19 August 2019.
  4. "Qatar launches construction work in central Somalia port". Middle East Monitor. Diakses tanggal 20 August 2019.
  5. 1 2 "The Somali Republic". Ministry of Foreign Affairs of Qatar. Diarsipkan dari asli tanggal 8 August 2016. Diakses tanggal 13 August 2016.
  6. taz-ali (2021-10-18). "The UK's 'deep' ties with Qatar, as police investigate Sir David Amess' links with Gulf state". inews.co.uk (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-22.
  7. Gettleman, Jeffrey (2017-02-07). "Fueled by Bribes, Somalia's Election Seen as Milestone of Corruption". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2021-10-22.
  8. "As Farmaajo digs in with Qatari backing, Somalia's election crisis grows worse". Middle East Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-10.
  9. Ali, Abdullahi Mohamed (2020-06-22). "Somalia Must Save Itself from Qatar". The National Interest (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-10.