Hubungan Australia dengan Uni Eropa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Hubungan Australia–Uni Eropa
Peta memperlihatkan lokasiEuropean Union and Australia

Uni Eropa

Australia
Uni Eropa
Bendera Uni Eropa

Artikel ini adalah bagian dari seri:
Politik dan pemerintahan
Uni Eropa

Hubungan Australia dengan Uni Eropa adalah hubungan internasional antara Australia dengan Uni Eropa (UE). Hubungan Australia dengan UE bermula sejak pertama ditunjuk duta besar Australia untuk Komunitas Eropa di Brussels pada tahun 1962.[1] UE dan Australia memiliki kemitraan yang terus berkembang dan hubungannya saat ini didasarkan pada Kerangka Kemitraan UE-Australia (European Union-Australia Partnership Framework) tahun 2008.[2] UE dan negara-negara anggotanya memiliki hubungan dengan Australia di segala bidang baik politik, ekonomi, ataupun sosial. [3] Pada tahun 2017 UE dan Australia menyetujui perjanjian yang menandai dimulainya era baru kerja sama yang strategis dan lebih erat, dengan peningkatan kerja sama di bidang keamanan, perdagangan, perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Pada 22 Mei 2018, Dewan UE mengadopsi keputusan yang mengesahkan pembukaan perundingan untuk Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara UE dengan Australia.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada 1950-an, ekspor Australia ke Eropa lebih berorientasi pada pasar Inggris Raya. Hubungan awal Australia dengan pendahulu UE yaitu Komunitas Ekonomi Eropa (EEC) terbentuk berdasarkan pengalaman Australia dalam hubungan khususnya dengan Inggris tersebut. Hubungan Australia dengan enam anggota EEC mengalami peningkatan setelah Perang Dunia II. Pengungsi dari Eropa Selatan dan negara-negara Eropa non-Inggris lainnya tiba di Australia dalam jumlah yang besar pada periode pasca-perang tersebut.[5] Pada 1950-an dan 1960-an, hubungan Australia dengan EEC diwarnai oleh perbedaan dalam kebijakan-kebijakan pertanian dan perdagangan, terutama yang berkaitan dengan Kebijakan Pertanian Bersama Eropa (CAP), yang muncul pada tahun 1962. Di bawah kebijakan ini, EEC (dan masing-masing negara anggota) memberikan subsidi ekspor untuk produk pertanian ke pasar dunia, serta memberlakukan pembatasan impor produk dari luar. Beberapa pasal kebijakan CAP secara khusus mengecualikan pertanian dalam kompetisi dan liberalisasi pasar. Ekspor Australia ke Eropa pada tahun 1960an sebagian besar ditujukan ke Inggris.[5]

Pada tahun 1962, Sir Edwin McCarthy menjadi Duta Besar pertama Australia untuk EEC di Brussels. Kemudian pada tahun 1968 EEC dan Australia merundingkan sebuah perjanjian perdagangan di bawah Pasal XXVII (5) GATT.[6][1] Pada 1970-an, hubungan Australia-UE didominasi oleh isu-isu perdagangan, terutama setelah masuknya Inggris ke Komunitas Eropa. Terjadi perkembangan dalam hubungan antara Australia dan Komunitas Eropa sampai aksesi Inggris tersebut. Peristiwa ini menandai titik balik dalam kebijakan luar negeri dan perdagangan Australia, khususnya dalam hubungannya dengan Komunitas Eropa sebagai kelembagaan kolektif.[5][7]

Perundingan tingkat menteri antara pejabat Australia dengan pejabat Komunitas Eropa dimulai pada tahun 1976, yang mencakup berbagai masalah bilateral dan multilateral. Putaran pertama Perundingan Menteri secara resmi diadakan pada bulan Desember 1981 di Brussels (tahun yang sama saat Delegasi Komisi Komunitas Eropa untuk Australia didirikan di Canberra).[5][1] Perundingan ini kemudian menjadi pertemuan yang dilaksanakan secara bergilir antara Canberra dan Brussels setiap tahun.[5]

Delegasi dan hubungan politik[sunting | sunting sumber]

Hubungan diplomatik UE dan Australia berlangsung sejak pembukaan Delegasi Komisi Eropa di Canberra pada tahun 1981. Semua negara anggota UE juga memiliki hubungan diplomatik dengan Australia, 25 dari mereka memiliki kedutaan besar di Canberra. Konsulat negara anggota UE terdapat diseluruh Australia, terutama di pusat kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Australia memiliki kedutaan besar di 17 negara anggota UE serta jaringan Konsulat di seluruh benua Eropa.[8] Hubungan Australia dengan UE saat ini didasarkan pada Kerangka Kemitraan UE-Australia,[9] yang ditandatangi pada tanggal 29 Oktober 2008 di Paris. Kerangka baru ini menggantikan dua perjanjian bilateral sebelumnya: Deklarasi Bersama 1997 dan Agenda Kerjasama 2003-08. Di bawah perjanjian politik ini, Australia dan UE sepakat untuk terus memperluas kerjasama mereka.[10]

Pada bulan Agustus 2017 ditandatangani Perjanjian Kerangka Kerja UE Australia (EU Australia Framework Agreement) di Manila oleh Perwakilan Tinggi UE, Federica Mogherini dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop yang menandai dimulainya era baru kerja sama yang strategis dan lebih erat.[11] Prosedur ratifikasi perjanjian tersebut sedang berlangsung di Australia, UE dan negara-negara anggotanya.[9][12] Perjanjian baru ini bertujuan membangun basis kerja sama yang solid untuk memperkuat kemitraan antara UE, negara-negara anggota dan Australia. Perjanjian ini memungkinkan fasilitasi, perkenalan dan perluasan kerjasama di berbagai bidang kepentingan bersama, seperti:[9]

  • Kebijakan Keamanan dan Luar Negeri (termasuk kontra terorisme)
  • Perdagangan internasional
  • Kerja Sama Regional
  • Bantuan Pembangunan dan Kemanusiaan
  • Migrasi dan Suaka
  • Riset dan Inovasi
  • Lingkungan dan Perubahan Iklim
  • Pendidikan dan Kebudayaan
  • Energi dan Transportasi

Selain dialog dan kesepakatan formal, UE dan Australia mengandalkan jalur kerjasama informal lainnya, seperti Forum Kepemimpinan UE-Australia (EU-Australia Leadership Forum). Forum ini merupakan wadah unik (yang didanai oleh UE) bagi para pemimpin politik, bisnis, media, dan masyarakat sipil Eropa dan Australia untuk bertemu dan menjaga hubungan dengan ide-ide dan usulan baru.[8]

Kebijakan keamanan dan luar negeri[sunting | sunting sumber]

Sebagai mitra internasional yang berpikiran sama, UE dan Australia bekerja sama dalam masalah kebijakan keamanan dan luar negeri, baik secara bilateral maupun multilateral.[13] UE dan Australia bekerja sama untuk menghadapi tantangan global. Kerja sama strategis berlangsung di berbagai bidang seperti kontra-terorisme, migrasi dan pencari suaka, non-proliferasi senjata pemusnah massal, pencegahan kejahatan terorganisir, pengembangan dan bantuan kemanusiaan, hak asasi manusia dan dukungan sistem pengaturan berbasis undang-undang di tingkat internasional dan nasional.[9] UE dan Australia rutin mengadakan pembicaraan tingkat tinggi mengenai masalah keamanan geopolitik. UE dan Australia memiliki perjanjian kerja sama untuk memfasilitasi pertukaran informasi antara Polisi Federal Australia dan EUROPOL, lembaga penegak hukum UE.[14]

Pada tahun 2011 Australia dan Komunitas Energi Atom Eropa (EURATOM) menandatangani perjanjian yang memperdalam kerja sama di bidang perlindungan nuklir, keamanan dan keselamatan.[15] Pada 2014/2015 Australia berkontribusi pada misi manajemen krisis yang dipimpin UE, yaitu EUCAP NESTOR, sebuah misi pengembangan kapasitas maritim di Tanduk Afrika dan Samudra Hindia Barat. Kesepakatan bilateral khusus mengenai kerja sama dalam manajemen krisis memungkinkan Australia dapat berpartisipasi dalam misi-misi manajemen krisis lainnya yang diprakarsai UE.[9][16]

Hubungan kerja sama ekonomi[sunting | sunting sumber]

Hubungan ekonomi UE-Australia sangat terintegrasi, dengan arus perdagangan yang beragam, dan saham-saham investasi besar yang mencerminkan sifatnya yang sudah berlangsung lama.[17] Tahun 2017 Australia menduduki peringkat ke-18 sebagai mitra terbesar UE untuk perdagangan barang dan UE merupakan mitra perdagangan barang terbesar ke-2 Australia setelah China.[4] Ekspor Australia ke UE didominasi oleh komoditas mineral (bahan bakar dan produk pertambangan) serta produk pertanian, sedangkan ekspor UE ke Australia sebagian besar adalah barang-barang manufaktur.[8]

Perdagangan barang UE dengan Australia 2016-2017[18]
Perdagangan jasa UE dengan Australlia 2015-2016[18]

UE dan Australia memiliki perjanjian (Mutual Recognition Agreement) untuk memfasilitasi perdagangan produk-produk industri untuk mengurangi hambatan-hambatan teknis.[19] Kesepakatan ini bertujuan mengurangi biaya pengujian dan sertifikasi ekspor dan impor.[4] Perjanjian ini mencakup delapan sektor: Produk-produk otomotif, Kompatibilitas Elektromagnetik, Peralatan Tegangan Rendah, Mesin, Peralatan Kesehatan, Peralatan Tekanan, Peralatan Terminal Telekomunikasi, dan Inspeksi Praktik Manufaktur yang Baik pada produk Obat. UE dan Australia juga memiliki perjanjian perdagangan anggur yang mencakup ketentuan untuk perlindungan timbal balik.[8]

Perdagangan bebas[sunting | sunting sumber]

Pada bulan November 2015 Perdana Menteri Malcolm Turnbull, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa Jean Claude Juncker setuju untuk memulai proses perundingan untuk Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA). FTA antara Australia dengan UE bermaksud untuk mendorong perdagangan barang dan jasa yang lebih kuat, serta investasi dua arah.[20][9] Pada 13 September 2017, Komisi Eropa mempresentasikan dua rekomendasi kepada Dewan untuk memulai perundingan perjanjian perdagangan dengan Australia dan Selandia Baru, bersama-sama dengan draft direktif "mandat perundingan" perjanjian tersebut. Perjanjian memiliki tujuan:[21]

  • mengurangi hambatan yang ada dalam perdagangan dan investasi (mempertimbangkan kepekaan pertanian UE)
  • menyediakan kerangka kerja baru untuk hubungan perdagangan dan investasi UE-Australia dan Uni Eropa-Selandia Baru, termasuk seperangkat aturan yang komprehensif, progresif dan terkini
  • mempromosikan pertumbuhan yang cerdas, berkelanjutan, dan inklusif
  • menciptakan peluang kerja
  • meningkatkan manfaat bagi konsumen

Pada bulan September 2017 Presiden Juncker secara resmi mengusulkan untuk membuka perundingan perdagangan dengan Australia dan mengisyaratkan ambisi tersebut dapat diselesaikan pada akhir 2019.[9] Pada tanggal 22 Mei 2018 Dewan mengadopsi direktif yang mengesahkan perundingan perjanjian perdagangan bebas dengan Australia dan Selandia Baru.[4][22] Persiapan termasuk evaluasi dampak untuk kedua perjanjian tersebut telah selesai dan perundingan formal akan dimulai pada bulan Juni 2018 di tingkat politik. Perundingan putaran pertama antara tim perunding kemudian akan berlangsung di Brussels pada bulan Juli 2018.[22]

Kerja sama pembangunan internasional[sunting | sunting sumber]

Konsensus Eropa mengenai pembangunan merupakan kebijakan oleh 3 lembaga utama UE (Komisi, Parlemen, dan Dewan) dan negara-negara anggota UE yang berkomitmen untuk memberantas kemiskinan dan membangun dunia yang lebih adil dan lebih stabil. UE dan Australia berkomitmen untuk menerapkan Compact Cairns dalam Penguatan Koordinasi Pembangunan di Pasifik dan agar bantuan ke kawasan tersebut lebih efektif dengan mengurangi upaya yang tidak terkoordinasi, tumpang tindih dan terlalu banyak birokrasi. Kerja sama konkret UE-Australia dalam isu-isu pembangunan tidak hanya di Pasifik, tetapi juga di tempat lain di dunia. Contohnya: berkolaborasi untuk meningkatkan penyediaan pendidikan dasar di Laos, bekerja sama untuk membantu pelatihan kejuruan di Fiji dan bersama-sama bermitra dengan Wanita PBB (UN Women) untuk memerangi kekerasan berbasis gender di Pasifik. Dialog tingkat tinggi untuk memperluas kemitraan di mana keduanya memiliki komitmen yang kuat terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan telah disepakati pada tahun 2015 di bawah naungan PBB.[9]

Lingkungan, iklim, dan energi[sunting | sunting sumber]

Uni Eropa dan Australia bekerja sama dalam berbagai perjanjian lingkungan internasional dan mengadakan dialog yang didedikasikan untuk isu-isu lingkungan, misalnya Australia dan UE bekerja sama memerangi praktik pembalakan liar dan isu perburuan ikan paus.[23]

Uni Eropa dan Australia sama-sama mengakui pentingnya menangani perubahan iklim di tingkat global. Mereka bekerja sama dalam forum multilateral, seperti Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), untuk mencapai kemajuan dalam perjanjian internasional untuk mengatasi perubahan iklim. Australia maupun UE juga mengambil tindakan dalam yurisdiksi mereka sendiri dan negara anggota UE sendiri mengakui manfaat kerjasama secara internal. Kerja sama terpadu UE dikatakan lebih efektif dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, dibandiing masing-masing negara anggota yang bertindak sendiri-sendiri.[24]

Australia dan UE telah mengadopsi kebijakan untuk mengubah cara memasok dan menggunakan energi.[25] Semua negara anggota UE memiliki target yang mengikat untuk energi terbarukan, yang secara bersama menambah hingga 20% dari konsumsi energi final dari energi terbarukan di UE pada tahun 2020. Demikian pula, Australia memiliki target energi terbarukan wajib untuk pembangkit listrik. Analisis terbaru menunjukkan bahwa Australia dan UE berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan yang mereka tetapkan sendiri. Keduanya juga memberikan dukungan dalam mempercepat penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS). Misalnya Lembaga Pengambilan dan Penyimpanan Karbon Global (Global Carbon Capture and Storage Institute) yang diluncurkan oleh Australia, sebagai wadah untuk menyebarkan informasi tentang CCS. Di sisi UE, apa yang disebut NER 300 telah menghasilkan miliaran Euro untuk pendanaan bersama CCS dan proyek-proyek energi terbarukan, hasil pendapatan dari Skema Perdagangan Emisi UE (ETS).[24]

Penelitian dan inovasi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1994, UE dan Australia menyepakati Perjanjian Sains dan Teknologi pertama antara UE dan negara non-UE.[26][9] Terdapat hampir 30.000 publikasi yang melibatkan penulis UE dan Australia setiap tahun.[9] Partisipasi Australia dalam Framework Programmes (FP) UE telah berkembang dari 24 proyek penelitian kolaboratif pada FP4 (1994-98) menjadi 169 proyek yang diikuti oleh 194 peserta Australia selama FP7 (2007–13). Selain itu, European Research Council (ERC) telah memberikan hibah kepada 23 peneliti utama Australia (7,5% dari negara-negara non-UE) yang mendapat manfaat sekitar 35 juta. Berbagai aksi mobilitas Marie Curie di bawah FP7 melibatkan 190 warga Australia yang pergi ke Eropa dan 86 warga Eropa berangkat ke Australia. International Exchange Staff Exchange Scheme (IRSES) memiliki 71 proyek yang melibatkan Australia, lebih dari 500 staf dari Eropa menghabiskan waktu di Australia dan lebih dari 250 warga Australia ke Eropa.[26]

Lebih dari 500 peneliti Australia terlibat dalam Program Horizon 2020 sejak 2007,[9] sebuah program besar dan terbuka dalam penelitian dan inovasi. Program Horizon 2020 senilai € 80 miliar (sekitar A$ 115 miliar) selama periode 2014 hingga 2020 merupakan program ilmiah unggulan UE yang mempromosikan keunggulan ilmiah dan kepemimpinan industri dalam mengatasi tantangan sosial. Salah satu perkembangan baru Horizon 2020 mengintegrasikan penelitian dan inovasi dengan pendanaan yang koheren di setiap tahapan mulai dari gagasan hingga ke pasar (market), agar bidang bisnis dapat mengonversikan terobosan teknologi menjadi produk yang layak dengan potensi komersial yang nyata.[27]

Kerja sama pendidikan[sunting | sunting sumber]

Negara-negara Anggota UE dan universitas-universitas di Australia telah lama menjalin hubungan kerja sama. Beberapa pendidikan tinggi negara anggota UE dan Australia juga memiliki berbagai jenis program pertukaran pelajar. Pendanaan juga ditawarkan dalam mendorong pertukaran pelajar di tingkat nasional dan UE, yang terakhir melalui Program Erasmus+.[8]

Erasmus+[sunting | sunting sumber]

Erasmus+ merupakan program UE untuk pendidikan, pelatihan, pemuda dan olahraga untuk periode 2014-2020, menggantikan program sebelumnya yaitu Erasmus Mundus.[9][28] Jenis pertukaran jangka pendek untuk pelajar, peneliti, dan staf memungkinkan para pelajar menggali ilmu di universitas asing selama 3-12 bulan dan memperoleh gelar. Hibah untuk pertukaran staf juga dimungkinkan selama 5-60 hari. Ini berlaku bagi staf dan mahasiswa universitas Australia yang telah menandatangani perjanjian bilateral dengan universitas Eropa sebagai bagian dari proyek pertukaran Erasmus+. Proyek-proyek baru telah dipilih pada tahun 2015, 2016 dan 2017: lebih dari 167 proyek di mana Australia mengirim 274 pelajar dan 313 staf ke Eropa, serta menampung 215 mahasiswa dan 264 staf Eropa di Australia. Universitas dan mahasiswa Australia juga diuntungkan dari iterasi sebelumnya dari program ini.[8][9]

Erasmus Mundus Joint Master Degrees[sunting | sunting sumber]

Erasmus Mundus Joint Master Degrees memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa Master dari seluruh dunia yang mencakup uang kuliah, transportasi, dan biaya hidup. Institusi pendidikan tinggi Australia mengambil bagian dalam program-program ini: dua universitas Australia telah menjadi mitra dalam 108 program yang dipilih sejak Erasmus+ dimulai pada 2014, 29 mahasiswa Australia telah mendapatkan beasiswa sejak 2014. Mahasiswa Australia juga mendapat manfaat dari beasiswa di bawah iterasi sebelumnya dari program ini.[8][9]

Kegiatan Jean Monnet[sunting | sunting sumber]

Kegiatan Jean Monnet (JM) bertujuan untuk mengembangkan studi UE di seluruh dunia. Sejak 2014, JM telah membantu 7 proyek Australia dan 2 kursi (chair) profesor serta modul pembelajaran.[29] Program ini juga mendukung asosiasi dan jaringan untuk mempromosikan pemahaman yang lebih baik tentang UE.[8][9]

Dampak Brexit[sunting | sunting sumber]

Brexit bisa berdampak serius bagi Australia, tergantung pada kebijakan perdagangan seperti apa yang disepakati antara Inggris dan UE. Selain itu banyak perusahaan Australia menggunakan Inggris sebagai pintu gerbang ke UE.[30]

Meski Australia memiliki hubungan historis yang dekat dengan Inggris tetapi meningkatnya kepentingan politik, ekonomi dan keamanan mengharuskan Australia memiliki hubungan yang lebih dekat dengan UE ketimbang Inggris. Rencana FTA Australia-UE dianggap sebagai FTA paling penting karena membuka peluang baru bagi Australia di pasar tunggal (single market) terbesar di dunia. Tujuannya pun melebihi FTA tradisional, yaitu mencakup bidang energi dan perubahan iklim, industri pertahanan, kesehatan, transportasi, infrastruktur, ekonomi digital, pengadaan publik, pembangunan berkelanjutan, kekayaan intelektual dan lainnya.[31]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Tyler & Mochan (2017), hlm. 20.
  2. ^ European Union (2009): Partnership Framework mempermudah UE dan Australia dalam mencapai tujuan bersama untuk bidang-bidang seperti kebijakan keamanan dan luar negeri, perdagangan internasional, bantuan pembangunan, perubahan iklim dan energi, sains dan penelitian, inovasi dan teknologi, pendidikan dan kebudayaan.
  3. ^ EEAS (2017a); EEAS (2016).
  4. ^ a b c d European Commission (2018a).
  5. ^ a b c d e Markovic (2009), hlm. 7-9.
  6. ^ European Union (2013a), hlm. 10.
  7. ^ Elijah et al. (2017), hlm. 91.
  8. ^ a b c d e f g h EEAS (2017a).
  9. ^ a b c d e f g h i j k l m n o EEAS (2016).
  10. ^ Markovic (2009), hlm. 36.
  11. ^ European Union (2017).
  12. ^ EEAS (2017b).
  13. ^ EUALF (n.d.).
  14. ^ European Union (2013a), hlm. 30.
  15. ^ European Union (2013a), hlm. 31.
  16. ^ European Union (2015a).
  17. ^ EEAS (2013).
  18. ^ a b European Commission (2018c).
  19. ^ European Union (2012).
  20. ^ Australian Government (2018).
  21. ^ European Commission (2017a).
  22. ^ a b European Commission (2018b).
  23. ^ EEAS (2016); European Union (2013a), hlm. 54.
  24. ^ a b European Union (2013a), hlm. 54.
  25. ^ European Union (2013a), hlm. 56.
  26. ^ a b European Union (2015b), hlm. 3.
  27. ^ European Union (2015b).
  28. ^ European Union (2013b).
  29. ^ European Commission (2017b), hlm. 202: Jean Monnet Chair adalah pos pengajaran dengan spesialisasi dalam studi UE bagi profesor universitas selama tiga tahun. Jean Monnet Chair dipegang oleh hanya satu profesor, yang memberikan minimal 90 jam pelajaran per tahun akademik.
  30. ^ Cameron (2017), The Impact of Brexit: Kedepannya ada kemungkinan perbedaan kebijakan yang signifikan antara UE dan Inggris yang akan mempengaruhi bisnis Australia, misalnya ekspor anggur Australia ke Inggris, diperkirakan akan ada penurunan hingga 25% impor anggur sebagai akibat berkurangnya daya beli konsumen Inggris.
  31. ^ Cameron (2017).

Referensi[sunting | sunting sumber]