Honai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Honai di Papua.

Honai adalah rumah khas suku baliem wamena Papua.

Keunikan Rumah Adat Honai Papua

*  Rumah Adat Honai secara umum memiliki tinggi kurang lebih 2,5 meter.

*  Bentuk atap Rumah Adat Honai adalah bulat kerucut dan terbuat dari jerami atau ilalang.

* Dinding rumah terbuat dari kayu yang di susun berdiri memiliki satu pintu pendek dan tidak berjendela.

* Rumah Adat Honai terdiri dari dua lantai, lantai pertama memiliki fungsi sebagai ruang tamu sedangkan lantai kedua berfungsi sebagai kamar tidur.

Selain Berfungsi untuk tempat tinggal, Rumah Adat Honai juga berfungsi sebagai:

1.  Dijadikan sebagai tempat menyimpan peralatan perang atau berburu.

2. Tempat melatih anak laki-laki mereka agar menjadi orang yang kuat, sehingga

Saat dewasa nanti dapat melindungi sukunya.

3. Dijadikan sebagai tempat untuk menyusun strategi perang.

4. Dijadikan Tempat menyimpan segala peralatan atau simbol dari adat suku warisan nenek moyang.

Struktur bangunan[sunting | sunting sumber]

Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).

Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak.Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat. Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari kayu bua kasuari. Honai khusus di Huni oleh laki-laki dan tidak di perbolehkan perempuan untuk masuk apalagi tidur, sedangkan Ebei di huni oleh perempuan dan di ijinkan laki-laki untuk masuk dan tidur (khusus lantai satu)

Referensi[sunting | sunting sumber]