Lompat ke isi

Holokaus nuklir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Awan jamur dari ledakan Castle Bravo pada tahun 1954, senjata nuklir terbesar yang diledakkan oleh AS

Holokaus nuklir, juga dikenal sebagai kiamat nuklir, pemusnahan nuklir, armagedon nuklir, atau holokaus atom, adalah sebuah skenario teoretikal kala peledakan senjata nuklir massal menyebabkan kehancuran besar dan peluruhan radioaktif, dengan dampak global. Skenario semacam itu yang menimpa sebagian besar Bumi menjadi tak tersisa karena dampak perang nuklir, secara potensial menyebabkan keruntuhan peradaban, kepunahan manusia atau tekanan banyak kehidupan biologis di Bumi.[1]

Di samping kehancuran langsung kota-kota oleh ledakan nuklir, dampak potensial perang nuklir dapat melibatkan badai api, musim dingin nuklir, merebaknya penyakit radiasi dari peluruhan, dan/atau kehilangan temporer (jika bukan permanen) banyak teknologi modern karena tekanan elektromagnetik. Beberapa ilmuwan, seperti Alan Robock, bersepekualsi bahwa perang termonuklir dapat mengakhibatkan akhir peradaban modern di Bumi, sebagian karena musim dingin nuklir berjangka panjang. Dalam satu model, rata-rata suhu Bumi usai perang termonuklir penuh yang terjadi sepanjang beberapa tahun mencapai 7 – 8 °C (13 sampai 15 derajat Fahrenheit).[2]

Kajian era Perang Dingin awal menyatakan bahwa miliaran manusia akan bertahan dari dampak langsung ledakan nuklir dan radiasi setelah perang termonuklir global.[3][4][5][6] International Physicians for the Prevention of Nuclear War meyakini bahwa perang nuklir dapat secara tak langsung berkontribusi pada kepunahan manusia melalui dampak sekunder, yang meliputi dampak lingkungan hidup, keruntuhan masyarakat, dan kejatuhan ekonomi.

Ancaman holokaus nuklir memainkan peran penting dalam gerakan anti-nuklir dan perkembangan sudut pandang populer senjata nuklir. Ini ditunjukkan dalam konsep keamanan kepastian saling menghancurkan (mutually assured destruction atau MAD) dan merupakan skenario umum dalam survivalisme. Holokaus nuklir adalah sebuah adegan umum dalam sastra dan film, khususnya dalam genre spekulatif seperti fiksi ilmiah, distopia dan fiksi pasca-apokaliptik.[7]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Fee, Elizabeth; Brown, Theodore M. (2004). "Dispelling the Specter of Nuclear Holocaust". American Journal of Public Health. 94 (1): 36. doi:10.2105/AJPH.94.1.36. ISSN 0090-0036. PMC 1449821. PMID 14713693.
  2. Robock, Alan; Toon, Owen B (2012). "Self-assured destruction: The climate impacts of nuclear war". Bulletin of the Atomic Scientists. 68 (5): 66–74. Bibcode:2012BuAtS..68e..66R. doi:10.1177/0096340212459127. S2CID 14377214. Diarsipkan dari asli tanggal 2 April 2020. Diakses tanggal 13 Februari 2016.
  3. Martin, Brian (1982). "Critique of Nuclear Extinction". Journal of Peace Research. 19 (4): 287–300. doi:10.1177/002234338201900401. S2CID 110974484.
  4. The Effects of a Global Thermonuclear War. Johnstonsarchive.net. Retrieved on 2013-07-21.
  5. Martin, Brian (December 1982). "The global health effects of nuclear war". Current Affairs Bulletin. 59 (7): 14–26.
  6. Detonations, National Research Council (16 November 1975). Long-term worldwide effects of multiple nuclear-weapons detonations. Washington : National Academy of Sciences. ISBN 9780309024181. Diakses tanggal 16 November 2018 via Trove. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  7. "Nuclear Holocausts: Atomic War in Fiction | Common Errors in English Usage and More | Washington State University".

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

Templat:Kiamat