Hipotesis simulasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Hipotesis simulasi adalah sebuah hipotesis yang mengusulkan bahwa semua kenyataan, termasuk Bumi dan alam semesta, sebenarnya adalah simulasi buatan, dan kemungkinan besar merupakan simulasi komputer. Beberapa versi mempercayai perkembangan realitas tiruan, sebuah teknologi masa depan yang tampaknya cukup realistis untuk meyakinkan partisipan. Akan sangat sulit untuk membedakan kenyataan aktual dengan realitas tiruan. Hipotesis tersebut telah menjadi perangkat plot utama dari banyak cerita fiksi ilmiah dan film.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • "Are We Living in a Simulation?" BBC Focus magazine, March 2013, pages 43–45. Interview with physicist Silas Beane of the University of Bonn discussing a proposed test for simulated reality evidence. Three pages, 3 photos, including one of Beane and a computer-generated scene from the film The Matrix. Publisher: Immediate Media Company, Bristol, UK.
  • "Do We Live in the Matrix?" by Zeeya Merali, Discover, December 2013, pages 24–25. Subtitle: "Physicists have proposed tests to reveal whether we are part of a giant computer simulation."
  • Tom Campbell, Houman Owhadi, Joe Sauvageau, David Watkinson: On testing the simulation theory. arXiv:1703.00058.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.