Hidangan Asia Tengah

Hidangan Asia Tengah dipengaruhi oleh budaya Persia, India, Arab, Turki, Tiongkok, Mongol, dan Rusia, serta tradisi kuliner dari berbagai peradaban nomaden dan menetap lainnya. Migrasi orang-orang Uighur, Slavia, Korea, Tatar, Dungan, dan Jerman ke wilayah ini turut berkontribusi terhadap keragaman kuliner.[1][2]
Hidangan
[sunting | sunting sumber]Makanan Penutup
[sunting | sunting sumber]Halva terbuat dari biji wijen, tepung, gula, susu, dan kacang-kacangan.[1] Kompot buah dengan kacang merupakan hidangan penutup yang umum. Terdapat ratusan varietas melon yang ditanam secara lokal di Asia Tengah, dan plum, apel, aprikot, pir, beri, dan ceri juga tersedia di sana. Selain delima, buah ara, persik, dan kesemek juga diimpor.[3]
Versi lokal baklava disebut paklama. Untuk perayaan Idul Fitri, bola-bola adonan goreng yang disiram sirup madu yang disebut çäkçäk ditumpuk menjadi gundukan bersama dengan spiral adonan yang ditaburi gula yang disebut urama. Boortsog Kirgistan adalah hidangan adonan goreng serupa yang disebut bogursak di Turkmenistan dan baursaq di Kazakhstan.[3]
Buah-Buahan
[sunting | sunting sumber]Melon lokal, termasuk ceri, apel, prem, persik, dan ara ditanam secara lokal. Buah ini dikonsumsi sebagai camilan baik segar maupun kering.[1]
Biji-Bijian
[sunting | sunting sumber]
Tanaman biji-bijian utama di Asia Tengah adalah otek, beras, gandum, dan barli. Beras dan gandum digunakan untuk membuat hidangan pokok roti pipih dan mi.[1] Tepung terigu digunakan untuk membuat roti pipih tradisional yang disebut tandyr nan, pangsit yang disebut manti, pangsit yang lebih kecil yang disebut chuchvara, dan kue kering isi yang disebut samsa.[4]
Otek adalah bahan utama minuman boza. Boza dibuat di Kazakhstan dan Kirgistan, mirip dengan bir.[1]
Pilaf nasi adalah hidangan Asia Tengah yang paling ikonis, sementara masakan Uzbekistan menawarkan beragam variasi, seringkali dicampur dengan kacang-kacangan untuk menambah protein.[4]
Dari masakan Turki muncullah roti pipih yufka dan çörek, kue kering qatlama, dan hidangan mi yang disebut tutmaç.[1] Beliashi adalah pai terbuka yang dimasak di wajan.[4]
Sayuran
[sunting | sunting sumber]Sayuran yang paling umum adalah lobak, tomat, lobak, bawang bombai, kacang polong, paprika merah, dan mentimun. Turp adalah nama lokal untuk lobak hijau besar yang biasanya dimakan segar sebagai lauk atau salad. "Wortel kuning" (sabzi turisida) sebenarnya adalah sejenis pastinak yang digunakan dalam hidangan pilaf. Labu merupakan bahan umum untuk semur, sup, pangsit, dan samsa.[1]
Baik sejarah tertulis maupun studi genetika molekuler menunjukkan bahwa wortel domestik memiliki asal usul tunggal di Asia Tengah.[5][6]
Lihat Juga
[sunting | sunting sumber]Daftar Pustaka
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 Mack, Glenn Randall (2005). Food Culture in Russia and Central Asia. hlm. 39. ISBN 9780313327735.
- ↑ Abazov, Rafis (2007). Culture and Customs of the Central Asian Republics. Greenwood. ISBN 9780313056185.
- 1 2 Sweet Treats Around the World. ABC-CLIO. 2014. hlm. 71.
- 1 2 3 Anderson, E.N. (30 April 2018). Asian Cuisines: Food Culture from East Asia to Turkey and Afghanistan. Berkshire Publishing Group. hlm. 87. ISBN 9781614728467.
- ↑ Iorizzo, Massimo; Curaba, Julien; Pottorff, Marti; Ferruzzi, Mario G.; Simon, Philipp; Cavagnaro, Pablo F. (2020-08-07). "Carrot Anthocyanins Genetics and Genomics: Status and Perspectives to Improve Its Application for the Food Colorant Industry". Genes. 11 (8): 906. doi:10.3390/genes11080906. ISSN 2073-4425. PMC 7465225. PMID 32784714.
- ↑ Iorizzo, Massimo; Senalik, Douglas A.; Ellison, Shelby L.; Grzebelus, Dariusz; Cavagnaro, Pablo F.; Allender, Charlotte; Brunet, Johanne; Spooner, David M.; Van Deynze, Allen; Simon, Philipp W. (2013). "Genetic structure and domestication of carrot (Daucus carota subsp. sativus) (Apiaceae)". American Journal of Botany. 100 (5): 930–938. doi:10.3732/ajb.1300055. hdl:11336/7476. PMID 23594914.