Lompat ke isi

Hibisc Fantasy Puncak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hibisc Fantasy Puncak
LokasiTugu Selatan, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Indonesia
TemaWisata kebun, Taman hiburan
PemilikPT Jaswita Lestari Jaya
OperatorPT Jasa Kepariwisataan
Dibuka11 Desember 2024 (2024-12-11)
Ditutup06 Maret 2025 (2025-03-06)
Luas area1,5 ha (3,7 ekar)
Situs webinstagram.com/hibiscfantasy
StatusDibongkar dan ditutup akibat dari Banjir Jakarta 2025

Hibisc Fantasy Puncak adalah sebuah taman hiburan di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Taman ini dioperasikan oleh PT Jasa Kepariwisataan, lewat anak perusahaannya PT Jaswita Lestari Jaya, yang pada gilirannya merupakan bagian dari BUMD. Taman tersebut menempati luas 1,5 hektare (15.000 m2) di wilayah Tugu Selatan, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.[1]

Tempat wisata alam ini tepatnya berlokasi di Tugu Selatan, Puncak, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Hibisc Fantasy pertama kali dibuka pada 11 Desember 2024 dan menawarkan 21 wahana permainan yang berbeda.

Beberapa permainan yang dapat dinikmati di taman bermain ini antara lain Bianglala, Kora-Kora, dan Rumah Hantu. Harga tiket masuk ke wisata ini dibanderol mulak dari Rp 40.000 hingga Rp 90.000.

Hibisc Fantasy Puncak ini merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki oleh BUMD PT Jasa dan Kepariwisataan (Jaswita). Tempat rekreasi ini dikelola oleh PT Jaswita Jaya Lestari (JLJ) bersama PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN 8).

Berdasarkan informasi dari laman resmi PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda), saham perusahaan taman hiburan dan bermain ini 100 persen dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang semula berbentuk Perusahaan Daerah Jasa dan Kepariwisataan yang beridiri pada 23 September 1999.

Pada 10 November 2017, perusahaan daerah tersebut telah berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Jasa dan Kepariwisataan. Modal awal peroseroan ini diketahui sebesar Rp3,5 triliun.

Soal wahana, tempat itu memiliki 20 wahana yang terdiri dari wahana yang lumayan ekstrem seperti kora-kora, hingga yang ramah anak seperti area taman kelinci. Sementara wahana yang paling favorit bagi kebanyakan pengunjung adalah rainbow slide dengan luncuran yang panjang.

Namun, beberapa atraksi wisata tak semuanya dapat dinikmati saat hujan turun. Itu karena untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan. Selain itu, ada juga beberapa wahana yang sayangnya belum memenuhi persyaratan keamanan dan perizinan. Sehingga beberapa wahana tersebut pun belum dapat dinikmati. Hibisc memiliki area yang cukup luas dengan luas area sekitar 21 hektar dan 15 hektar yang telah digunakan. Tak ayal untuk perihal kapasitas parkir pun cukup lega, yakni 200-300 untuk motor, 250-300 untuk roda empat, dan 30-40 untuk bus.

Pembongkaran

[sunting | sunting sumber]

Pasca Banjir Jakarta 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuju ke Puncak untuk memantau banjir di kawasan tersebut. Atas pelanggaran yang diduga menjadi biang keladi banjir tersebut, Pemda Jabar memerintahkan penutupan 4 kawasan wisata di Puncak, termasuk taman hiburan Hibisc Fantasy. Taman hiburan Hibisc Fantasy secara resmi dibongkar oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 6 Maret 2025.[2]

Struktur kepemilikan saham PT Jaswita Jaya Lestari telah mengalami beberapa perubahan. Akan tetapi, Jaswita Jabar tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Meskipun demikian, keberadaan Hibisc Fantasy Puncak Bogor menuai kontroversi terkait izin lahan dan dampak lingkungan.

Jaswita Jaya Lestari mengajukan izin untuk lahan seluas 4.800 meter persegi, tetapi lahan yang dikembangkan mencapai 15.000 meter persegi.

Sekitar 11.000 meter persegi tidak memiliki izin. Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pelanggaran izin lahan menjadi alasan utama pembongkaran terhadap Hibisc Fantasy Puncak Bogor.

Sejak dibuka, Hibisc Fantasy Puncak Bogor dikabarkan sempat mendapat teguran dari Pemkab Bogor. Konon, lokasi yang sama bahkan sempat disegel sehari setelah beroperasi.

Usai pembongkaran, PT Jaswita Jaya Lestari yang mengelola Hibisc Fantasy Puncak Bogor disebut bakal mengevaluasi pengelolaan objek wisata sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Pemerintah Jawa Barat juga akan terus mengevaluasi dan menindak pelanggaran alih fungsi lahan di kawasan Puncak. Selain itu, Bupati Bogor juga dikabarkan bakal lebih selektif dalam mengeluarkan izin yang berhubungan dengan lingkungan.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Nariswari, Agatha Vidya. "Perjalanan Hibisc Fantasy Puncak Bogor: Kini Dibongkar Meski Belum Lama Dibuka". Suara.com. Diakses tanggal 2025-03-10.
  2. "4 Wisata di Puncak Bogor Disegel, Ini Alasannya". Kompas. 7 March 2025. Diakses tanggal 7 March 2025.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]