Henky Eko Sriyantono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Henky Eko Sriyantono
Berkas:Cak Eko.jpg
Lahir 5 Mei 1974
Surabaya
Tempat tinggal Indonesia
Warga negara Indonesia
Pekerjaan Pengusaha

Henky Eko Sriyantono (lahir di Surabaya, 5 Mei 1974; umur 44 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia, pemilik Bakso Malang Kota Cak Eko. Semula, Eko hanyalah seorang karyawan di sebuah perusahaan kontraktor BUMN di Surabaya, dan kemudian pindah ke Jakarta tahun 1997. Karena kesulitan ekonomi, ia mencoba untuk berwiraswasta.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Ia adalah seorang lulusan Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, tahun 1992-1996, dan melanjutkan ke Teknik Sipil Manajemen Proyek Universitas Indonesia pada tahun 2002-2003.

Perjalanan Bisnis[sunting | sunting sumber]

Bisnis pertama Henky Eko adalah jual beli handphone second, tetapi hanya bertahan 8 bulan saja. Bisnis kedua Henky Ekp jalani pada tahun 1998 adalah Multi Level Marketing (MLM) namun pada bulan ke-5, Henky Eko memutuskan untuk keluar dari bisnis ini karena tidak mendapatkan downline. Tahun 1999 ia bekerja sama dengan 7 orang temannya untuk budidaya tanaman jahe gajah. Modal hasil patungan terkumpul sebanyak Rp 40 juta. Namun gagal panen dan hanya menyisakan uang Rp 16 juta saja.

Tahun 2000, Eko memutuskan untuk mulai menjual dompet dan tas yang diproduksi dari Tanggulangin, Sidoarjo. Ketika itu ia berhasil memasukkan produk-produk tersebut ke sejumlah butik di mal di Jakarta. Modal bisnis yang berjumlah Rp 13 juta ia dapatkan dari sisa uang saku perjalannya ke Jepang, hasil dari terpilihnya artikel teknik buatan Cak Eko di suatu sayembara penulisan artikel teknik.

Meski barang telah memasuki sejumlah butik di mal di Jakarta, Cak Eko harus mengikuti sistem yang berlaku di kebanyakan butik, yaitu sistem konsinyasi. Sistem ini menjadi persoalan tersendiri bagi Cak Eko yang memiliki keterbatasan modal. Sistem konsinyasi tersebut membuat pembayaran dari butik-butik tersebut tidak selancar yang diharapkannya. Ia kesulitan menjaga kelancaran cash flow. Bisnis ini hanya bertahan selama setahun saja. Sedangkan barang-barang yang ada di butik ia tarik kembali semuanya.

Mendirikan Baso Cak Eko[sunting | sunting sumber]

Melihat sebuah kedai bakso yang ramai pengunjung di Bandara Soekarno Hatta pada awal 2006 lalu, ia tertarik untuk berbisnis serupa. Ia membulatkan tekadnya untuk membuka sebuah warung Bakso Malang, khas Jawa Timur, yang tak lain adalah daerah asalnya. Bahkan dia pun harus sampai berguru meracik Bakso Malang hingga Surabaya untuk mendapat rasa komposisi yang pas. Dan selama tiga bulan dia mencoba mengamati pasar dan juga mengujicobakan resepnya kepada teman-temannya.

Dengan dorongan teman-temannya dan modal Rp 2,5 Juta, dia pun akhirnya berhasil membuka warung Bakso Malang pertamanya di sebuah foodcourt di Bekasi pada Maret 2006. Tujuh bulan setelah warung bakso pertamanya buka di Bekasi, keuntungan yang diperolehnya dipakai untuk membuka gerai kedua di Tamini Square pada Oktober 2006 lalu. Adapun ide untuk mewaralabakan warung baksonya berawal ketika terinspirasi untuk menulis pengalamannya ke sepuluh media massa untuk mendapatkan mitra yang bisa memajukan usahanya.

Perkembangan cabang[sunting | sunting sumber]

Usahanya pun membuahkan hasil, dengan banyaknya respons surat yang datang untuk menawarkan kerja sama. Usahanya pun membuahkan hasil, hingga kini gerai baksonya sudah menjadi salah Waralaba berprospektif dan meraih berbagai penghargaan. Selain diwaralabakan hingga sampai 100 gerai yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, ia juga memiliki 4 gerai pribadi yang terletak di Bekasi, Tamini Square, Surabaya, dan Sidoarjo.

Dengan komitmen yang dimiliki Cak Eko dalam memperhatikan kualitas produk baksonya, hingga saat ini, waralaba Bakso Malang Kota Cak Eko telah memiliki lebih dari 100 gerai yang tersebar di yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Waralaba lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Pemilik & Pendiri Waralaba Ayam & Bebek Goreng Sambel (2008 - Sekarang).
  • Pemilik & Pendiri Waralaba Soto Ayam Kampoeng Jolali (2007 – Sekarang).
  • Pemilik & Pendiri Waralaba Bakso Malang Kota “Cak Eko’(2006 - Sekarang).

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Pemilik dan Pendiri Waralaba Bakmi Jawa Jogya Mbah Tarmo (2009).
  • Pemenang IWirausaha Muda Mandiri kategori Mahasiswa Program Pascasarjana dan Alumni (2008).
  • The Best in Business Prospect Indonesia Franchise (2008).
  • Pernenang I Bisnis Indonesia Young Entrepreneur Award (2008).
  • Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award dari Menkop & UKM (2007).
  • Indonesian Innovative Creative Award 2007 dari Menteri Koperasi & UKM, Menakertrans & Menperin (2007).

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

  • 15 jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan (2008)[1]
  • Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha (2008)[2]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ 15 jurus Antirugi Buka Usaha Rumah Makan; Elex Media Komputindo; 2008
  2. ^ Obat Paling Mujarab Sembuhkan Penyakit Penyebab Kebangkrutan Usaha; Elex Media Komputindo; 2008

Pranala luar[sunting | sunting sumber]