Harun Al Rasyid
Harun Al Rasyid | |
|---|---|
Potret pemilu, 2004 | |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2009 – 25 Februari 2013 | |
| Pendahulu | Daerah pemilihan multi anggota |
| Pengganti | Dahlia |
| Daerah pemilihan | Jakarta III |
| Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2004 – 30 September 2009 | |
| Daerah pemilihan | Nusa Tenggara Barat |
| Gubernur Nusa Tenggara Barat ke-5 | |
| Masa jabatan 1998 – 31 Agustus 2003 | |
| Presiden | |
| Wakil | Syahdan |
| Pendahulu | Warsito |
| Pengganti | Lalu Serinata |
| Wakil Gubernur Jakarta Bidang Ekonomi | |
| Masa jabatan 4 November 1997 – 24 Agustus 1998 | |
| Gubernur | Sutiyoso |
| Pendahulu | Muhammad Rais |
| Pengganti | Budiharjo Sukmadi (pjs.) Fauzi Alvie Yasin |
| Wali Kota Administratif Jakarta Selatan ke-7 | |
| Masa jabatan 1989–1993 | |
| Gubernur | |
| Pendahulu | Mochtar Zakaria |
| Pengganti | Pardjoko |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 27 Desember 1942 |
| Partai politik | NasDem (sejak 2018) |
Afiliasi politik lainnya | Independen (1998–2008) Gerindra (2008–2013) Hanura (2013–2018) |
| Pendidikan | Universitas Prof. Dr. Moestopo (Drs.) Universitas Satyagama (M.Si.) |
| Pekerjaan |
|
Harun Al Rasyid atau yang akrab disapa Rasyid (lahir 27 Desember 1942) adalah birokrat dan politikus berkebangsaan Indonesai asal Nusa Tenggara Barat. Ia pernah Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 1998–2003 dan Anggota DPR RI dari 2004 hingga 2013.[1] Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan periode 1989–1993.[2][3]
Riwayat Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Pendidikan Formal
[sunting | sunting sumber]Harun Al Rasyid menempuh pendidikan sarjana program Administrasi Negara di Universitas Prof. Dr. Moestopo, dan lulus pada (1979). Kemudian melanjutnya pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Satyagama (2000)
Pendidikan Non-Formal
[sunting | sunting sumber]Ia juga menempul pendidikan nonformal diantaranya pendidikan Militer/MENWA, Pendidikan Non–Degree Univesitas Indonesia (1978), Pendidikan pendalaman masalah Pertanahan dan Keagrariaan (1978), Pendidikan Peningkatan Kewaspadaan Nasional (1982), Sekolah Staf dan Pimpinan Administrasi Nasional/SESPANAS (1991), dan Lembaga Ketahanan Nasional/Lemhannas (1996).
Karier Pekerjaan
[sunting | sunting sumber]Sebagai birokrat (1967–2003)
[sunting | sunting sumber]Harun Al Rasyid memulai karier birokratnya sebagai Staff Biro Pemerintahan Pemda Propinsi DKI Jakarta dari 1967 hingga 1968. Kemudian ia menjadi Wakil Camat Tanjung Priok selama 5 tahun (1968–1973). Ia naik jabatan menjadi Camat Tanjung Priok dari 1973 hingga 1978. Setelah itu, ia digeser sebagai Camat Penjaringan dari 1978 hingga 1980.
Tahun 1980 hingga 1981, ia diangkat menjadi Kepala Catatan I Pemerintahan Kotamadya Jakarta Utara. Kemudian menjadi Sekretaris Kota Jakarta Utara (1981–1984), Wakil Wali kota Jakarta Utara (1984–1988)
Ia pindah ke pemerintah provinsi menjadi Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta (1988–1989). Setelahnnya menjadi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (1989–1993). Tahun 1993 hingga 1997, ia diangkat menjadi Sekretaris Wilayah Daerah Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Tahun 1997 hingga 1998, ia mendampingi Gubernur Sutiyoso sebagai Wakil Gubernur Bagian Ekonomi dan Keuangan Pemerintah. Tahun 1998, Harun Al Rasyid kembali ke tempat kelahirannya, menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat selama 5 tahun. Ia kemudian dicalonkan kembali sebagai gubernur, namun dikalahkan oleh Lalu Serinata.
Sebagai politikus (2003–)
[sunting | sunting sumber]Selepas menjadi birokrat, ia kemudian menjadi politikus. Ia terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia 2004–2009 perwakilan Nusa Tenggara Barat, dengan perolehan suara sebanyak 256.944 suara.[4] Ia kemudian terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia 2009–2014 dari Partai Gerakan Indonesia Raya.[5] Harun Al Rasyid kemudian mundur setelah pindah partai ke Partai Hati Nurani Rakyat, karena mencalonkan diri kembali di Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat 2013.[6]
Pada Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat 2013, ia berpasangan dengan Lalu Abdul Muhyi Abidin, yang diusung oleh Partai Hanura dan partai nonparlemen. Namun, mereka hanya memperoleh 498.420 suara (21,29%), dikalahkan oleh gubernur petahana Muhammad Zainul Majdi.[7]
Penghargaan dan Tanda Jasa
[sunting | sunting sumber]- Penghargaan Pegawai Teladan se-DKI (1972)
- Pembina Wilayah Terbaik se-DKI (1976)
Satyalancana Wira Karya oleh Presiden RI (1991)- Prestasi kencana Presiden RI (1992)
Penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun oleh Gubenur DKI Jakarta (1997)
Bintang Jasa Utama oleh Presiden RI (1997)
Riwayat elektoral
[sunting | sunting sumber]| Pilkada | Posisi | Partai Politik | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|
| Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat 1998 | Gubernur Nusa Tenggara Barat | Independen | Data tidak diketahui | ||
| Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Barat 2003 | Independen | 14 dari 55 | |||
| Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat 2013 | Hanura | 498.420 | |||
| Pemilu | Posisi | Daerah pemilihan | Partai politik | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pemilihan umum legislatif Indonesia 2004 | Dewan Perwakilan Daerah | Nusa Tenggara Barat | Independen | 256.944 | ||
| Pemilihan umum legislatif Indonesia 2009 | Dewan Perwakilan Rakyat | DKI Jakarta III | Gerindra | 19.326[8] | ||
| Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019 | Dewan Perwakilan Rakyat | DKI Jakarta I | NasDem | 7.669[9] | ||
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Sejarah Nusa Tenggara Barat". Diarsipkan 2015-11-04 di Wayback Machine. Situs Resmi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Administrator Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 9 Desember 2014." Diakses tanggal 30 Desember 2015.
- ↑ "Wali Kota Jakarta Selatan dari waktu ke waktu". Diarsipkan 2022-09-13 di Wayback Machine. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Diakses tanggal 4 November 2017.
- ↑ Profil anggota Dewan Perwakilan Daerah, 2004-2009. Kerja sama Sekretariat Jenderal MPR RI dan International IDEA. 2004.
- ↑ "Profil Harun Al Rasyid, Anggota DPD RI 2004–2009 perwakilan Nusa Tenggara Barat". Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. 1 Oktober 2004. Diakses tanggal 10 Juli 2025.
- ↑ "Anggota DPR RI periode 2009–2014" (PDF). Komisi Pemilihan Umum. Diakses tanggal 30 Desember 2024.
- ↑ Adam, Rizki (25 Februari 2013). "Jadi Cagub NTB, Politisi Gerindra Loncat ke Hanura". Diakses tanggal 30 Desember 2025.
- ↑ "KPU NTB Tetapkan Zainul Majdi dan Muh Amin Pemenang Pilkada". KBR.id. 25 Mei 2013. Diakses tanggal 30 Desember 2025.
- ↑ "Pemilu DPR 2009: DKI Jakarta". Pemilu Asia. 2009. Diakses tanggal 30 Desember 2025.
- ↑ "SERTIFIKAT REKAPITULASI HASIL PENGHITUNGAN PEROLEHAN SUARA CALON ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DARI SETIAP KECAMATAN DI DAERAH PEMILIHAN DALAM WILAYAH KABUPATEN/KOTA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2019". KPU. Diakses tanggal 2 November 2023.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]"Harun Al Rasyid, "Berjuang Jangan Ada Kata Berakhir"" Diarsipkan 2018-11-04 di Wayback Machine.. mataramnews.co.id. Diakses tanggal 4 November 2018, jam 20:40 WITA.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Warsito |
Gubernur Nusa Tenggara Barat 1998–2003 |
Diteruskan oleh: Lalu Serinata |
| Jabatan pemerintahan | ||
| Didahului oleh: Mochtar Zakaria |
Wali Kota Administratif Jakarta Selatan 1989–1993 |
Diteruskan oleh: Pardjoko |