Hari libur di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Hari libur di Indonesia yang selalu ditetapkan setiap tahunnya oleh Pemerintah Pusat Indonesia, khususnya oleh gabungan Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, disebut sebagai "hari libur nasional". Hari-hari yang ditetapkan sebagai hari libur nasional umumnya berupa hari besar keagamaan untuk agama-agama tertentu (khususnya yang diakui secara resmi di Indonesia), hari besar nasional yang memperingati peristiwa penting untuk negara Indonesia, atau hari besar internasional yang umum dirayakan di seluruh dunia. Masing-masing hari libur nasional umumnya dirayakan selama sehari, kecuali Idulfitri yang dirayakan selama dua hari.

Khusus untuk badan-badan milik pemerintah seperti instansi pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) atau daerah (BUMD), terdapat hari cuti khusus untuk para pegawainya yang disebut "cuti bersama". Hari cuti bersama ditetapkan oleh pemerintah pusat bersamaan dengan hari libur nasional dan umumnya berada sebelum dan/atau sesudah hari libur nasional tertentu. Cuti bersama menjadi semacam "perpanjangan liburan" untuk ASN dan karyawan BUMN/BUMD, sehingga bersifat wajib dan tidak memotong jatah cuti tahunan. Bagi karyawan/pegawai di perusahaan swasta, cuti bersama bersifat fakultatif/pilihan dan memotong jatah cuti tahunan bila diikuti, sehingga cuti bersama tidak ada bedanya dengan hari kerja.[1]

Selain hari libur yang ditentukan pemerintah pusat, ada pula istilah hari libur khusus yang disebut "hari libur fakultatif". Hari libur fakultatif merupakan hari-hari libut ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat atau instansi masing-masing dan biasanya merupakan hari-hari besar keagamaan yang tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional atau hari-hari penting lainnya. Oleh karena itu, tidak diwajibkan untuk dilaksanakan oleh seluruh warga Indonesia dan hanya dirayakan oleh warga masyarakat yang merayakannya saja.[2]

Hari libur nasional

Tabel berikut menampilkan hari libur nasional di Indonesia yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

Tanggal Nama hari Keterangan
1 Januari Tahun Baru Masehi Tahun baru dalam kalender Gregorius
Januari/Februari Tahun Baru Imlek Tahun baru dalam kalender Tionghoa (Hari libur nasional sejak 1983)
Maret Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka) Hari libur nasional sejak 1983
1 Mei Hari Buruh Internasional Hari libur nasional antara 1953 sampai 1968, dijadikan hari libur nasional kembali pada 2014
Mei/Juni Kenaikan Yesus Kristus Perayaan dalam Kekristenan untuk memperingati kenaikan Yesus ke surga
April/Mei Hari Raya Waisak Hari libur nasional sejak 1983
1 Juni Hari Lahir Pancasila Hari libur nasional sejak 2017
17 Agustus Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
25 Desember Hari Raya Natal Hari kelahiran Yesus Kristus
1 Muharram Tahun Baru Hijriah Tahun baru dalam kalender Islam
12 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad SAW Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW
27 Rajab Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Peringatan dua peristiwa penting Nabi Muhammad SAW
1 - 2 Syawal Hari Raya Idulfitri Lebaran Mudik
10 Zulhijah Hari Raya Iduladha Lebaran Haji

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Ketentuan Cuti Bersama & Hukum Mempekerjakan Karyawan di Libur Lebaran". Libera. Diakses tanggal 15 Januari 2022. 
  2. ^ Fatimah, Nur (7 Desember 2019). "Arti Libur Fakultatif Beserta Contohnya di Indonesia". Pelayanan Publik. Diakses tanggal 15 Januari 2022. 

Pustaka

  • Iwan Gayo (1991). Buku Pintar Seri Junior. Jakarta: Upaya Warga Negara. hlm. 342–345. 

Pranala luar