Hari libur nasional di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Tabel berikut menunjukkan libur nasional di Republik Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk tahun 2015 dengan variasi karena adanya budaya lokal juga memberikan kesempatan untuk liburan terkait dengan acara lokal. Selain hari libur resmi, ada yang disebut "Cuti bersama". Secara total ada 16 hari libur umum, dan 3 hari cuti bersama.

Hari libur nasional 2016[sunting | sunting sumber]

Tanggal (Kalender Gregorian Tanggal (Kalender Islam) Nama Catatan
1 Januari Tahun Baru Masehi
8 Februari Tahun Baru Imlek Hari pertama bulan pertama Kalender Imlek
9 Maret Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka) Tahun baru dalam Kalender Bali
25 Maret Wafat Yesus Kristus (Jumat Agung) Tanggal bervariasi; hari ini jatuh pada jumat sebelum minggu Paskah, yang merupakan hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah pertama setelah vernal equinox resmi
1 Mei Hari Buruh
5 Mei Kenaikan Yesus Kristus Hari ke-40 setelah minggu dari Jumat Agung (Wafatnya Yesus Kristus). Tanggalnya bervariasi karena peringatan Jumat Agung tidak selalu pada tanggal yang sama dalam kalender Gregorian
6 Mei 27 Rajab Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Tanggal bervariasi menurut Kalender Islam
22 Mei Hari Raya Waisak Tanggal bervariasi menurut Kalender Buddha
5-6 Juli 1-2 Syawal Hari Raya Idul Fitri (Lebaran Mudik) Tanggal bervariasi menurut Kalender Islam
17 Agustus Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Presiden Republik Indonesia adalah Bapak Soekarno dan Wakil Presiden Republik Indonesia adalah Bapak Mohammad Hatta sebagai proklamator
12 September 10 Zulhijah Hari Raya Idul Adha (Lebaran Haji) Tanggal bervariasi menurut Kalender Islam
2 Oktober 1 Muharram Tahun Baru Hijriyah Hari pertama bulan Muharram, awal tahun baru Islam
12 Desember 12 Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad SAW Hari kelahiran Nabi Muhammad
25 Desember Hari Raya Natal Banyak orang percaya hari ini Yesus Kristus lahir

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Iwan Gayo (1991). Buku Pintar Seri Junior. Jakarta: Upaya Warga Negara. pp. 342–345. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]