Hari Rabies Sedunia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hari Rabies Sedunia
Logo Hari Rabies Sedunia bahasa Indonesia.png
Logo Hari Rabies Sedunia
Nama resmiWorld Rabies Day
Tanggal28 September
Pertama kali2007
Terkait denganRabies

Hari Rabies Sedunia (bahasa Inggris: World Rabies Day, sering disingkat WRD) adalah sebuah kampanye global yang diselenggarakan pada tanggal 28 September setiap tahun. Peringatan Hari Rabies Sedunia dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies.[1]

Hari Rabies Sedunia mulai diselenggarakan pada tahun 2007.[2] Secara umum, pelaksanaan WRD dilakukan dengan sosialiasi kepada masyarakat dan vaksinasi rabies terhadap hewan, terutama anjing. Tujuan yang ingin dicapai oleh kampanye ini adalah menjadikan dunia bebas dari penyakit rabies pada tahun 2030.[3]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Louis Pasteur, pengembang vaksin rabies. Tanggal kematiannya diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia.

Rabies merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang dapat menular dari hewan ke manusia. Setiap tahun, hampir 59.000 orang meninggal dunia akibat rabies,[4] dengan 95% kematian terjadi di Asia dan Afrika.[5] Sekitar 99% kematian disebabkan oleh gigitan anjing terinfeksi dan sekitar 40% orang yang digigit anjing terduga rabies merupakan anak berusia di bawah 15 tahun.[5] Walaupun demikian, rabies dapat dicegah dengan pemberian vaksin pada hewan penular rabies (HPR) dan pemberian serum antirabies pada orang yang digigit anjing terduga rabies.

Louis Pasteur, seorang ahli mikrobiologi asal Prancis, bersama rekannya Emile Roux merupakan orang pertama yang mengembangkan vaksin rabies dan mengaplikasikannya pada manusia pada tahun 1885.[6][7] Terapi yang dilakukan Pasteur berhasil mencegah kematian orang-orang yang digigit anjing gila. Untuk mengenang jasa Pasteur, tanggal kematiannya (28 September 1895) diperingati setiap tahun sebagai Hari Rabies Sedunia.

Peringatan Hari Rabies Sedunia diinisiasi oleh Aliansi Pengendalian Rabies (ARC) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada tahun 2007.[8] Perayaan Hari Rabies Sedunia yang pertama ini diselenggarakan di 74 negara dengan menjangkau 1,5 juta orang, serta dilakukan vaksinasi terhadap 270 ribu hewan.[9] Kegiatan ini kemudian didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE), dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Sebuah organisasi nonprofit bernama Aliansi Global untuk Pengendalian Rabies (GARC) kemudian menjadi koordinator penyelenggaraan Hari Rabies Sedunia.

Tema[sunting | sunting sumber]

Walaupun tujuan penyelenggaraannya sama, Hari Rabies Sedunia mengusung tema yang berbeda setiap tahun. Tema yang dipilih beberapa tahun terakhir yaitu:

Tahun Tema
Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
2012 Working Together to make Rabies History Bekerja sama untuk membuat rabies menjadi sejarah
2013 Rabies: Understand it to defeat it Rabies: Pahami untuk mengalahkannya
2014 Together Against Rabies Bersama melawan rabies
2015 End Rabies Together Akhiri rabies bersama
2016 Rabies: Educate. Vaccinate. Eliminate Rabies: Edukasi. Vaksinasi. Eliminasi
2017 Rabies: Zero by 30 Rabies: Nol saat 30
2018 Rabies: Share the message. Save a life Rabies: Bagikan pesannya. Selamatkan hidup
2019 Rabies: Vaccinate to Eliminate Rabies: Vaksinasi untuk eliminasi

Pelaksanaan[sunting | sunting sumber]

Seorang dokter hewan menyuntikkan vaksin rabies pada anjing pemburu milik masyarakat.

Berbagai kegiatan berlangsung di seluruh dunia[10] dengan tujuan akhir untuk membasmi penyakit rabies secara global pada tahun 2030.[11] Di Indonesia, peringatan Hari Rabies Sedunia biasanya diselenggarakan oleh dokter hewan dan organisasi profesinya, instansi pemerintah, sekolah dan perguruan tinggi, komunitas pencinta hewan, maupun organisasi nonprofit. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi serta pemeriksaan kesehatan hewan pemberian vaksinasi rabies secara gratis.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan lebih dari satu juta dosis vaksin rabies untuk memastikan Indonesia bebas dari penyakit rabies pada tahun 2030.[12] Hingga saat ini, provinsi yang telah berstatus bebas dari rabies yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Papua, dan Papua Barat.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Briggs & Hanlon (2007).
  2. ^ GARC (2019), hlm. 4.
  3. ^ "Get ready for World Rabies Day 2019". Global Alliance for Rabies Control. 
  4. ^ "What is rabies?". World Organisation for Animal Health. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 September 2019. Diakses tanggal 17 September 2019. 
  5. ^ a b "Rabies Key Facts". who.int. World Health Organization. Diarsipkan dari versi asli tanggal 9 Mei 2019. 
  6. ^ Cohn, David V. (2004). "Louis Pasteur". ERINC University of Louisville. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  7. ^ Wood, Margaret E. (2016). "Biting Back". Science History Institute. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  8. ^ "History of the World Rabies Day, 08 September 2007". World Health Organization. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  9. ^ "Our Story". Global Alliance for Rabies Control. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  10. ^ "World Rabies Day Events". Global Alliance for Rabies Control. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  11. ^ "United Against Rabies". Global Alliance for Rabies Control. Diakses tanggal 28 September 2019. 
  12. ^ "Kementan Targetkan Indonesia Bebas Rabies pada 2030". Republika. Diakses tanggal 28 September 2019. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Briggs, D.; Hanlon, D.A. (2007), "World Rabies Day: focusing attention on a neglected disease", Vet Rec., 161 (9): 288–9 
  • Global Alliance for Rabies Control (2019), Rabies: Vaccinate to Eliminate, Kansas: Global Alliance for Rabies Control