Hari Parinirwana
Tampilan
| Hari Parinirwana | |
|---|---|
Patung Buddha yang menggambarkan Parinirwana di Kurawa, India. | |
| Nama resmi | Hari Parinirwana (Dewanagari: परिनिर्वाण दिन) |
| Nama lain | Hari Nirwana |
| Jenis | Keagamaan |
| Makna | Memperingati wafatnya Buddha Gautama dan pencapaian Parinirwana |
| Tanggal | 15 Februari (kalender Gregorian); 8 Februari (kalender Buddha) |
| Frekuensi | Tahunan |
| Terkait dengan | Hari Waisak, Hari Bodhi |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Hari Parinirwana (Sanskerta: परिनिर्वाण दिन) adalah hari peringatan Buddhis Mahayana yang merayakan saat Buddha Gautama mencapai Parinirwana setelah kematian fisiknya. Hari ini terutama diamati oleh penganut Buddha Mahayana pada bulan Februari.
Makna
[sunting | sunting sumber]Parinirwana (Sanskerta: "nirwana sempurna") adalah konsep dalam Buddhisme yang menandai pembebasan akhir dari samsara (lingkaran kelahiran kembali) setelah kematian fisik seorang Buddha atau arhat.[1]
Perayaan
[sunting | sunting sumber]Perayaan Hari Parinirwana bervariasi di berbagai negara:
- Di vihara-vihara Mahayana, umat membaca Parinirwana Sutra yang menceritakan hari-hari terakhir Buddha.
- Beberapa komunitas melakukan meditasi dan refleksi tentang ketidakkekalan.
- Di Jepang, hari ini disebut Nehan-e (涅槃会) dan dirayakan pada 15 Februari.
Tanggal
[sunting | sunting sumber]Tanggal perayaan berbeda berdasarkan kalender lunar:
- Kalender Gregorian: 15 Februari
- Kalender Buddha: 8 Februari
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Keown, Damien (2003). A Dictionary of Buddhism. Oxford University Press. hlm. 209. ISBN 0-19-860560-9.