Harga saham

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Harga saham adalah harga saham di bursa saham pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal.

Riwayat harga saham[sunting | sunting sumber]

Fluktuasi[sunting | sunting sumber]

Perubahan atau pergerakan harga saham di bursa efek dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah:

1. Fundamental perusahaan[sunting | sunting sumber]

Bursa Efek Indonesia (BEI) mewajibkan setiap perusahaan yang telah Go-Public agar mempublikasikan laporan keuangan perusahaannya minimal setiap kuartal (per 3 bulan) sekali. Nah, pada saat itulah para trader melakukan analisis fundamental perusahaan tersebut berdasarkan data yang diperoleh dari laporan keuangan terbarunya. Biasanya, bila perusahaan menghasilkan laba yang cukup, apalagi lebih tinggi dari periode yang sama sebelumnya, maka umumnya banyak investor yang akan tertarik membeli sahamnya dan pada saat itulah harga sahamnya akan mulai bergerak naik. Namun sebaliknya, jika ternyata perusahaan gagal mencatatkan laba yang cukup atau malah rugi pada periode tersebut, maka para investor pun akan menghindari membeli sahamnya, termasuk yang telah membeli sahamnya sebelumnya juga akan ikut menjual saham tersebut karena khawatir akan mengalami kerugian.

2. Sektor[sunting | sunting sumber]

Kondisi sektor dari suatu perusahaan juga dapat mempengaruhi naik turunnya harga saham. Jika sektor sebuah saham lagi lesu maka para investor juga banyak tidak tertarik membeli sahamnya, dan berdasarkan pengalaman, bila ini terjadi maka harga saham tersebut lambat laun akan mengalami downtrend atau penurunan, atau bisa juga berada dalam posisi sideways dimana harganya tidak cenderung naik dan juga tidak cenderung turun.

Lain halnya bila sektornya lagi ramai dibicarakan dan para investor sedang optimis terhadap sektor dari saham tersebut, maka diminta atau tidak saham tersebut akan mengalami uptrend atau kenaikan secara perlahan. Dalam hukum bisnis, hal ini dikenal pula dengan istilah supply and demand, yakni jika suatu barang dibutuhkan banyak orang sedang supplainya kurang maka secara otomatis harganya akan naik dengan sendirinya, dan sebaliknya, jika suatu barang antara kebutuhan orang dan suplainya malah lebih banyak suplainya yang tersedia maka harganya pun akan otomatis turun secara perlahan. Demikian pula yang terjadi dalam pergerakan harga saham di bursa.

3. Valuasi[sunting | sunting sumber]

Suatu saham, dalam jangka pendek, bisa saja tidak sesuai antara valuasinya dengan harganya di pasar, namun secara umum harga saham dalam jangka panjang lebih cenderung mengikuti valuasinya yang sebenarnya. Bila rasio antara harga terhadap nilai buku maupun pendapatan per sahamnya ternyata menunjukkan angka yang lebih kecil maka para investor, khususnya investor yang beraliran value investing, akan lebih tertarik membeli sahamnya dan pada saat itulah harga sahamnya juga akan bergerak naik. Demikian pula, bila antara harga dan nilai bukunya atau pun pendapatan per sahamnya ternyata nilai harga sahamnya lebih tinggi maka secara otomatis sahamnya juga akan dijauhi investor dan harganya pun lambat laun akan bergerak turun.

4. Sentimen[sunting | sunting sumber]

Sentimen yang muncul di pasar saham bisa dari berbagai sumber, namun yang lazim terjadi adalah:

  1. Kondisi ekonomi makro - Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh fundamental perusahaan secara umum di BEI atau pun pada sektor bisnis tertentu di suatu negara, dalam hal ini Indonesia.
  2. Kondisi ekonomi global - Umumnya negara-negara yang masuk kategori negara dunia pertama menjadi rujukan banyak pelaku pasar dalam menilai kondisi ekonomi global, khususnya Amerika Serikat. Bila negara tersebut membuat kebijakan tertentu, seperti menaikkan suku bunga acuannya, maka kondisi pasar saham di berbagai negara juga bisa mengalami dampaknya dan pada saat itulah indeks harga saham di berbagai negara akan mengalami penurunan.
  3. Pemberitaan - Selain dua faktor di atas, sentimen juga bisa muncul dari berbagai pemberitaan media, khususnya media sosial dan situs berita. Bila informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat bernilai positif maka saham tertentu atau beberapa saham yang terkait akan mengalami kenaikan. Namun, bila bernilai negatif, maka saham tertentu atau pun beberapa saham yang terkait akan mengalami penurunan juga.
  4. IHSG atau Indeks saham pada umumnya - Sekalipun IHSG bisa muncul dari berbagai sentimen, termasuk tiga sentimen yang disebutkan di atas, namun dalam prakteknya IHSG sendiri juga bisa menjadi pemicu turunnya harga saham. Jika IHSG tampak uptrend maka umumnya saham-saham di bursa akan ikut naik juga, dan demikian sebaliknya, jika IHSG tampak downtrend maka banyak saham juga akan ikut turun. Hal ini disebabkan karena banyak investor juga menjadikan IHSG sebagai acuan untuk membeli atau pun menjual saham.

Fraksi harga saham[sunting | sunting sumber]

Pergerakan angka dari harga saham berbeda - beda tergantung dari harga saham perusahaan tersebut.

Tick adalah satuan dari pergerakan fraksi harga saham.

  • Harga saham <200 = Rp 1,- per tick
  • 200 - 500 = Rp 2,- per tick
  • 500 - 2000 = Rp 5,- per tick
  • 2000 - 5000 = Rp 10,- per tick
  • >5000 = Rp 25,- per tick

Menilai harga wajar saham[sunting | sunting sumber]

Pada dasarnya ada banyak hal yang digunakan para analis dalam menilai harga wajar suatu saham. Namun, umumnya, bahkan bagi investor saham sekelas Warren Buffett sekalipun, hanya menggunakan dua rasio finansial ini:

  1. PBV - Rasio harga saham atas nilai buku (Book Value) perusahaan. Rumusnya, dengan mencari berapa nilai buku perusahaanya dulu, baru kemudian membagi harga saham atas book value tersebut.
  2. PER - Rasio harga saham terhadap EPS atau pendapatan per saham. Rumusnya, ketahui dulu berapa EPS saham, kemudian bagi harga saham dengan EPS tersebut.

Cara mengetahui harga saham terkini[sunting | sunting sumber]

Ada banyak cara dalam mengetahui berapa harga saham terkini dari dari suatu perusahaan di bursa saham, di antaranya:

  1. Tools atau widget - Bentuk widget seperti ini menyediakan harga real time dari semua saham yang ada di IDX. Banyak instansi yang menyediakan widget seperti ini, termasuk perusahaan sekuritas dan juga situs Kontan.
  2. Google - Dengan mengetikkan langsung di kolom pencarian Google kata IDX:KodeSaham, seperti IDX:PGAS.
  3. Yahoo Finance - Ketik di Google kode saham plus JK di akhirnya, seperti PGAS JK maka akan muncul halaman data harga saham tersebut.
  4. Akun sekuritas - Bagi Anda yang sudah membuka akun di perusahaan sekuritas maka bisa langsung mengecek harga saham perusahaan di sana.[1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Situs Analis: 4 Cara Mencari Harga Saham.diakses pada tanggal 30 Maret 2018

Pranala luar[sunting | sunting sumber]