Lompat ke isi

Hapalopsittaca fuertesi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Hapalopsittaca fuertesi
Burung Beo yang terlihat di Tolima pada tahun 2009
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittacidae
Genus: Hapalopsittaca
Spesies:
H. fuertesi
Nama binomial
Hapalopsittaca fuertesi
(Chapman, 1912)

Hapalopsittaca fuertesi atau burung beo fuertes serta disebut juga sebagai burung beo bersayap nila, merupakan spesies burung berstatus terancam punah dari subfamili Arinae dalam keluarga Psittacidae, kelompok burung beo Afrika dan Dunia Baru. Spesies ini hanya ditemukan secara alami di Kolombia.[3]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Burung beo fuertes memiliki panjang sekitar 23–24 cm dan berat kurang lebih 124 g. Individu dewasa memperlihatkan garis merah tipis tepat di atas paruh, bagian depan mahkota dan wajah berwarna kuning zaitun, mahkota berwarna biru, serta bagian belakang leher yang hijau. Bagian tubuh atas didominasi warna hijau dengan tepi pucat pada bulu mantel. Area tenggorokan dan dada berwarna hijau dengan nuansa zaitun keemasan, sementara perut, paha, dan penutup bawah ekornya menampilkan warna hijau kekuningan. Pada perut terdapat semburat merah kusam dalam jumlah bervariasi. Bagian tekukan sayap dan tepi depannya berwarna merah, penutup median dan penutup besar berwarna ungu tua, primernya hitam dengan tepi biru keunguan, dan sekundernya terutama biru dengan sedikit tepian hijau. Penutup sayap bagian bawah tampak merah tua, sementara bagian bawah sayap lainnya berwarna biru kehijauan. Ekornya berwarna biru dengan sentuhan merah pada sisi dalam bulu tengah, dan tampak lebih redup dari sisi bawah dibandingkan bagian atas. Paruhnya berwarna seperti tanduk dengan pangkal rahang bawah yang lebih gelap, matanya kekuningan, dan kaki serta tungkainya berwarna abu-abu gelap.[4]

Persebaran

[sunting | sunting sumber]

Burung beo fuertes hanya terdapat di lereng barat Andes Tengah Kolombia, khususnya di wilayah Quindío dan Risaralda. Spesies ini tidak tercatat sama sekali antara tahun 1992 hingga 2002. Setelah berhasil ditemukan kembali, dua kawasan konservasi, yaitu Alto Quindío Acaime dan Cañón del Quindío yang dibentuk untuk melindungi habitatnya. Belakangan, dua cagar alam tambahan, yaitu Cagar Burung Loro Coroniazul dan Giles-Fuertesi, juga didirikan di area inti persebarannya. Burung ini menempati hutan awan beriklim basah yang kaya epifit dan didominasi pohon ek (Quercus). Sebagian besar keberadaannya tercatat pada ketinggian antara 2.900 hingga 3.150 meter, meskipun ada pula pengamatan serendah 2.160 meter dan setinggi 3.500 meter.[5][6]

Status konservansi

[sunting | sunting sumber]

IUCN telah menggolongkan burung beo fuertes sebagai Terancam Punah hingga tahun 2021, ketika statusnya dipertahankan dalam kategori yang sama. Populasinya sempat menurun, tetapi program penyediaan kotak sarang berhasil membantu memulihkan jumlah individunya. Saat ini diperkirakan hanya ada sekitar 230 hingga 300 burung dewasa, tetapi jumlah tersebut menunjukkan peningkatan. Sekitar setengah dari habitat alaminya telah hilang akibat penebangan, dan deforestasi di luar kawasan lindung masih berlangsung, meski tidak secepat sebelumnya. Perdagangan burung peliharaan tampaknya tidak memberikan dampak signifikan terhadap kelangsungan spesies ini.[1]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 BirdLife International (2021). "Indigo-winged Parrot Hapalopsittaca fuertesi" e.T22686163A195329192. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-3.RLTS.T22686163A195329192.en. ;
  2. "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 25 November 2025.
  3. Gill, F.; Donsker, D.; Rasmussen, P., ed. (January 2023). "Parrots, cockatoos". IOC World Bird List. v 13.1. Diakses tanggal 25 November 2025.
  4. Collar, N., P. F. D. Boesman, G. M. Kirwan, and C. J. Sharpe (2020). Indigo-winged Parrot (Hapalopsittaca fuertesi), version 1.0. In Birds of the World (J. del Hoyo, A. Elliott, J. Sargatal, D. A. Christie, and E. de Juana, Editors). Cornell Lab of Ornithology, Ithaca, NY, USA. https://doi.org/10.2173/bow.inwpar1.01
  5. Ellis, Richard (2004). No Turning Back: The Life and Death of Animal Species. New York: Harper Perennial. hlm. 171. ISBN 0-06-055804-0.
  6. McMullan, Miles; Donegan, Thomas M.; Quevedo, Alonso (2010). Field Guide to the Birds of Colombia. Bogotá: Fundación ProAves. hlm. 65. ISBN 978-0-9827615-0-2.