Lompat ke isi

Hanuman Jayanti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Hanuman Jayanti
Murti dari Hanuman beribadah saat Hanuman Jayanti
Dirayakan olehHindu
JenisKeagamaan
MaknaPeringatan hari kelahiran Hanoman
KegiatanMengunjungi kuil, persembahan, amal, pembacaan Hanuman Chalisa dan Ramayana serta versi lainnya
FrekuensiTahunan
Terkait denganRam Navami, Chaitra Navaratri

Hanuman Jayanti (Sanskerta: हनुमज्जयंती, romanized: Hanumajjayantī) adalah festival umat Hindu yang memperingati kelahiran Dewa Hanoman, salah satu tokoh utama dalam epos Ramayana dan berbagai versinya. Waktu serta cara perayaannya berbeda-beda di setiap wilayah India, bergantung pada tradisi setempat. Di sebagian besar negara bagian India bagian utara, Hanuman Jayanti dirayakan pada hari bulan purnama bulan Chaitra dalam kalender Hindu (Chaitra Purnima). Di wilayah Telugu, perayaan yang dikenal sebagai Anjaneya Jayanthi berlangsung pada Bahula Dashami (Shukla Paksha) di bulan Vaishakha menurut kalender Telugu. Sementara itu, di Karnataka, festival ini diperingati pada Shukla Paksha Trayodashi selama bulan Margashirsha atau Vaishakha. Di Kerala dan Tamil Nadu, Hanuman Jayanti jatuh pada bulan Dhanu (disebut Margazhi dalam bahasa Tamil), sedangkan di Odisha, perayaan ini bertepatan dengan Pana Sankranti, yang juga menandai Tahun Baru dalam tradisi Odia.[1][2][3]

Simbolisme

[sunting | sunting sumber]

Hanoman adalah seorang wanara yang lahir dari pasangan Kesari dan Anjana, serta dikenal sebagai putra spiritual Dewa Angin, Dewa Bayu. Ibunya, Anjana, merupakan seorang apsara yang turun ke bumi akibat sebuah kutukan, dan baru terbebas dari kutukan tersebut setelah melahirkan Hanoman. Dalam kepercayaan Hindu, Hanuman dipuja sebagai pengabdi setia Dewa Rama, inkarnasi Dewa Wisnu, dan dikenal luas karena kesetiaannya yang luar biasa. Ia juga dihormati sebagai lambang kekuatan, keberanian, dan pengabdian yang tulus.[4][5][6]

Hanoman dipuja sebagai dewa yang diyakini memiliki kekuatan untuk menaklukkan kejahatan dan memberikan perlindungan kepada para pengikutnya. Dalam perayaan festival ini, para pemuja berkumpul di kuil untuk berdoa, mempersembahkan sesajen, dan memohon berkah serta perlindungan dari Hanoman. Setelah upacara, mereka menerima prasadam sebagai tanda berkah ilahi. Para penyembah juga membaca teks-teks suci Hindu seperti Hanuman Chalisa dan Ramayana sebagai bentuk ketaatan. Dalam tradisi ritual, pewarna merah diambil dari patung Hanoman dan dioleskan ke dahi sebagai simbol pengabdian. Berdasarkan kisah legendaris, ketika Hanoman melihat Sinta mengoleskan sindur di dahinya untuk mendoakan umur panjang Rama, ia meniru tindakan itu dengan melumuri seluruh tubuhnya dengan sindur, sebagai wujud pengabdian total demi keabadian sang tuannya, Rama.[5][7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Should Lord Hanuman's Birth Anniversary be Called Janmotsav or Jayanti? Know the Difference Between the Two". Times Now (dalam bahasa Inggris). 19 April 2024. Diakses tanggal 27 November 2025.
  2. Melton, J. Gordon; Baumann, Martin (21 September 2010). Religions of the World: A Comprehensive Encyclopedia of Beliefs and Practices, 2nd Edition [6 volumes] (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. ISBN 978-1-59884-204-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 March 2023. Diakses tanggal 27 November 2025.
  3. Biswas, Ramakanta. "Pana Sankranti, Odia New Year Observed Across Odisha; PM, CM Greet People" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 February 2023. Diakses tanggal 27 November 2025.
  4. Cole, Owen; Kanit, V. P. Hermant (25 June 2010). Hinduism - An Introduction (dalam bahasa Inggris). John Murray Press. ISBN 978-1-4441-3100-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 March 2023. Diakses tanggal 26 February 2023.
  5. 1 2 Lochtefeld, James G. (3 March 2024). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism. Rosen Publishing. hlm. 272–273. ISBN 978-0-8239-2287-1. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 February 2023. Diakses tanggal 19 March 2023.
  6. Lochtefeld, James G. (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: A-M (dalam bahasa Inggris). Rosen. hlm. 271–272. ISBN 978-0-8239-3179-8.
  7. Agarwal, Ruchi (2018). "Hanumān (Hanumant, Hanūman)". Google Scholar. Diakses tanggal 27 November 2025.