Gilda (perhimpunan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Guild)
Jump to navigation Jump to search

Gilda adalah serikat atau perhimpunan pengrajin atau saudagar yang dibentuk guna memantau kegiatan usaha atau perniagaan mereka di daerah tertentu. Gilda-gilda tertua dibentuk sebagai konferia atau paguyuban usahawan. Gilda-gilda ini diatur mirip dengan perhimpunan profesi, serikat pekerja, kartel, dan perkumpulan rahasia. Keberadaannya acap kali bergantung pada anugerah surat paten dari seorang kepala monarki atau kepala pemerintahan lainnya untuk menguasai dan mengalirkan arus perniagaan bagi para wirausahawan anggotanya, serta untuk mempertahankan kepemilikan atas sarana kerja dan pasokan bahan baku. Tinggalan sejarah dari gilda-gilda tradisional yang masih kekal sampai sekarang adalah balai gilda, yakni balai pertemuan para anggota gilda. Jika didapati berlaku curang di muka umum, seorang anggota Gilda akan dikenai denda atau dikeluarkan dari keanggotaan gilda.

Balai Gilda Windsor, salah satu tinggalan sejarah gilda, mula-mula dibangun sebagai balai pertemuan anggota liga, namun digunakan pula sebagai gedung pengadilan dan balai kota.

Salah satu hasil penting dari berserikat ala gilda ini adalah munculnya universitas-universitas di Bologna (berdiri pada 1088), Oxford (berdiri selambat-lambatnya sejak 1096), dan Paris (berdiri ca. 1150); universitas-universitas ini mula-mula didirikan sebagai gilda pelajar (seperti di Bologna) atau gilda pengajar (seperti di Paris).[1]

Sejarah gilda[sunting | sunting sumber]

Serikat-serikat kuno serupa gilda[sunting | sunting sumber]

Pada zaman Kekaisaran Romawi, sudah ada serikat-serikat semacam gilda yang dikenal dengan sebutan collegium, collegia, atau corpus. Serikat-serikat ini adalah perhimpunan-perhimpunan usahawan dari satu bidang usaha tertentu dengan keanggotaan yang bersifat sukarela. Salah satu contohnya adalah corpus naviculariorum, yakni perhimpunan pengusaha angkutan laut jarak jauh yang berpusat di Bandar Ostia, pelabuhan Kota Roma. Gilda-gilda Romawi ini tak mampu menyintasi runtuhnya Kekaisaran Romawi.[2]

Para tukang dan pengrajin di kota-kota Abad Pertengahan cenderung berserikat menurut bidang usaha masing-masing. Paguyuban-paguyuban pengrajin wastra, tukang batu, tukang kayu, pandai ukir, maupun pengrajin gelas menyimpan baik-baik rahasia teknologi masing-masing yang diwariskan secara tradisional, yakni "seni" atau "kiat-kiat" dalam bidang usaha mereka. Lazimnya pendiri gilda adalah para guru kriya (empu) yang memiliki usaha sendiri dan mempekerjakan orang-orang yang berguru padanya.[3]

Rambu gilda dari besi tempa tradisional milik sebuah bengkel tukang kaca di Jerman. Rambu-rambu semacam ini dapat ditemukan di banyak kota tua Eropa, tempat para anggota gilda menandai bengkel-bengkel dan toko-toko mereka. Kini banyak rambu gilda kuno yang diperbaiki bahkan dibuat yang baru, teristimewa di kawasan-kawasan kota tua.
Lambang kebesaran gilda-gilda yang membuka usaha di sebuah kota dalam wilayah Republik Ceko, memuat lambang-lambang berbagai bidang usaha dan kriya khas Abad Pertengahan Eropa.

Gilda Abad Pertengahan[sunting | sunting sumber]

Selain dua kategori utama dari gilda, yakni gilda saudagar dan gilda pengrajin,[4] ada pula gilda kerukunan dan gilda keagamaan.[5] Gilda-gilda terbentuk pada permulaan kurun waktu Puncak Abad Pertengahan manakala para pengrajin mulai bersatu demi melindungi kepentingan bersama. Di Jerman, gilda-gilda pengrajin disebutkan dalam piagam pembentukan Kotapraja Augsburg yang bertarikh 1156.[6]

Sistem gilda dan dagang kulakan menyebar ke Inggris dari daratan Eropa setelah negeri kepulauan itu ditaklukkan oleh bangsa Norman. Kala itu, perhimpunan-perhimpunan saudagar yang ditempatkan di tiap-tiap kota diberi hak istimewa untuk berniaga di kota kediamannya. Seringkali perhimpunan-perhimpunan saudagar ini menjadi dewan pemerintahan kota. Sebagai contoh, Balai Gilda London dijadikan gedung Sidang Majelis Rakyat pemerintah Kotapraja London (Korporasi Kota London), yakni pemerintah daerah tertua di dunia yang dipilih oleh rakyat secara berkesinambungan.[7] Menurut aturan yang masih berlaku sampai sekarang, para pejabat pemerintah Kotapraja London ini harus dipilih dari kalangan warga London yang merdeka.[8] Anugerah Kemerdekaan Kota dari pemerintah Kotapraja London, yang berlaku semenjak Abad Pertengahan sampai 1835, adalah pemberian hak untuk membuka usaha, dan hanya dianugerahkan kepada anggota-anggota suatu gilda atau kongsi berseragam.[9]

Komunitas-komunitas setara yang disebut "gilda" (karena menyimpan emas sebagai dana cadangan bersama) dikecam oleh rohaniwan Katolik karena "jampi-jampi" mereka—yakni sumpah mengikat yang diikrarkan para anggotanya untuk saling bantu dalam kemalangan, untuk bersatu membunuh musuh-musuh tertentu, dan untuk saling dukung dalam menghadapi musuh bebuyutan atau dalam menjalankan usaha. Sumpah ini diikrarkan dalam perjamuan mabuk-mabukan yang digelar setiap tanggal 26 Desember oleh kaum penyembah berhala untuk merayakan hari Jul—Uskup Negeri Franka Barat yang bernama Hincmar sia-sia berusaha mengkristenkan gilda-gilda di negeri itu pada 858.[10]

Pada Awal Abad Pertengahan, sebagian besar organisasi kriya Romawi, yang mula-mula dibentuk sebagai paguyuban-paguyuban keagamaan, telah menghilang, kecuali para pemahat batu dan mungkin pula pengrajin gelas yang sebagian besar adalah tukang-tukang dan pandai-pandai dengan keahlian yang terbatas di daerah masing-masing. Gregorius dari Tours meriwayatkan sebuah kisah ajaib tentang seorang undagi bangunan yang tiba-tiba kehilangan daya seni dan kepiawaiannya, namun pulih seperti sediakala setelah bermimpi berjumpa dengan Bunda Maria. Menurut Michel Rouche,[11] kisah ajaib ini adalah kiasan dari pentingnya keterampilan pakar (bahasa Belanda: gezel, tukang ahli, di atas tukang magang tetapi masih di bawah guru kriya) yang didapatkan melalui praktik kerja.

Di Perancis, gilda disebut corps de métier (badan kejuruan). Menurut Viktor Ivanovich Rutenburg, "di dalam gilda itu sendiri hanya ada sedikit sekali pembedaan bidang keahlian dari tenaga kerja, yang cenderung bekerja dari gilda ke gilda. Inilah sebabnya, berdasarkan keterangan dari Le Livre des Métiers (kitab bidang-bidang kejuruan) yang disusun oleh Étienne Boileau, pada pertengahan abad ke-13 ada tidak kurang dari 100 gilda di Paris, dan pada abad ke-14 telah bertambah menjadi 350 gilda."[12] Ada berbagai macam gilda pandai logam: para tukang ladam, pengrajin pisau, tukang kunci, penempa rantai, pembuat paku, seringkali membentuk serikat usaha sendiri-sendiri; para pembuat senjata terbagi menjadi tukang ketopong, tukang perisai, tukang zirah, pemoles zirah, dll.[13] Di kota-kota negeri Katala, teristimewa di Barcelona, gilda atau gremi merupakan salah satu unsur asasi dalam masyarakat: sebuah gilda tukang sepatu tercatat pada 1208.[14]

Di Inggris, khususnya di Korporasi Kota London, ada lebih dari 110 gilda[15] yang sintas sampai sekarang; gilda-gilda ini disebut kongsi berseragam (bahasa Inggris: livery company),[16] yang tertua di antaranya sudah berdiri lebih dari seribu tahun lamanya. Kelompok-kelompok lain, semisal Kongsi Terhormat Para Penasihat Pajak (bahasa Inggris: Worshipful Company of Tax Advisers), dibentuk jauh lebih kemudian. Menjadi anggota dari sebuah kongsi berseragam merupakan prasyarat bagi orang-orang yang hendak menduduki suatu jabatan dalam pemerintahan Kotapraja London, seperti jabatan Lord Mayor (walikota) dan jabatan Remembrancer (ketua pamong praja).

De Staalmeesters (para petugas pemeriksa contoh barang dalam gilda saudagar kain) karya Rembrandt, 1662.

Sistem gilda mencapai tahap kedewasaannya di Jerman sekitar tahun 1300 dan bertahan di kota-kota Jerman sampai memasuki abad ke-19, dengan sejumlah hak istimewa bagi beberapa profesi tertentu yang masih kekal hingga hari ini. Pada abad ke-15, ada 100 gilda di Hamburg, 80 gilda di Koln, dan 70 gilda di Lübeck.[17] Gilda-gilda yang terbentuk paling akhir di Eropa Barat adalah gremios (tunggal: gremio, gilda) di Spanyol, misalnya di Valencia pada 1332, atau di Toledo pada 1426.

Tidak semua kota dikendalikan perekonomiannya oleh gilda-gilda; ada pula sejumlah kota yang "bebas" gilda. Di kota-kota yang dikendalikannya, gilda-gilda membentuk ketenagakerjaan, produksi, dan perniagaan. Gilda-gilda memegang kendali besar atas modal instruksional, dan konsep-konsep modern mengenai proses penyempurnaan kemahiran yang berlangsung seumur hidup, mulai dari seorang karyawan magang menjadi seorang pengrajin, selanjutnya menjadi seorang pakar, dan akhirnya menjadi seorang guru dan mahaguru kriya kenamaan. Untuk menjadi guru kriya, seorang pakar harus melakukan perjalanan kerja selama tiga tahun yang disebut tahun-tahun kelana (bahasa Jerman: Wanderjahre). Praktik semacam ini masih hidup di Jerman dan Perancis.

Manakala produksi menjadi lebih terspesialisasi, gilda-gilda pun mengalami pembagian jurusan dan pemekaran, memunculkan pertengkaran seputar yurisdiksi yang menghasilkan dokumen-dokumen tertulis yang digunakan para sejarawan ekonomi menelusuri perkembangan mereka: gilda pengolah logam di Nuremberg dipecah menjadi lusinan bidang usaha mandiri sewaktu lonjakan ekonomi abad ke-13, dan ada 101 bidang usaha di kota Paris pada 1260.[18] Di Gent, sebagaimana di Firenze, industri tekstil wol dikembangkan menjadi sekumpulan gilda yang terspesialisasi.

Pengaruh gilda[sunting | sunting sumber]

Gilda kadang-kadang disebut sebagai cikal bakal serikat buruh modern. Meskipun demikian, gilda juga dapat dilihat sebagai sekelompok pengrajin ahli yang berwiraswasta dengan kepemilikan dan kendali atas bahan baku dan sarana kerja yang mereka perlukan untuk menghasilkan barang-barang buatan mereka. Gilda lebih mirip dengan kartel daripada dengan serikat buruh (Olson 1982). Meskipun demikian, organisasi-organisasi pakar, yang ilegal kala itu,[19] mungkin saja merupakan bentuk organisasi yang telah mempengaruhi pembentukan serikat buruh.

Hak istimewa sebuah gilda untuk membuat barang-barang tertentu atau untuk menyediakan jasa-jasa tertentu sesungguhnya serupa dalam semangat dan sifatnya dengan sistem-sistem paten perdana yang muncul di Inggris pada 1624. Sistem-sistem ini turut berperan dalam mengakhiri dominasi gilda-gilda, manakala metode-metode kiat usaha diungguli oleh firma-firma modern yang menyingkap teknik-teknik mereka secara langsung, dan mengandalkan bantuan negara untuk mengukuhkan hak monopoli mereka yang sah.

Sejumlah tradisi gilda masih tersisa dalam segelintir bidang kriya, teristimewa di kalangan para tukang sepatu dan tukang cukur di Eropa. Sejumlah tradisi ritual gilda-gilda terlestarikan dalam organisasi-organisasi tarekat semisal Freemason yang konon berasal dari gilda tukang batu, dan Oddfellows yang konon berasal dari berbagai gilda kecil. Meskipun demikian, tradisi-tradisi ini tidak memiliki arti yang sangat penting secara ekonomi, tetapi hanya merupakan pengingat akan tanggung jawab sejumlah bidang usaha terhadap masyarakat.

Hukum persaingan usaha pada Zaman Modern boleh dikata diturunkan melalui satu dan lain cara dari statuta-statuta perdana yang digunakan untuk menghapuskan gilda-gilda di Eropa.

Konsekuensi ekonomi[sunting | sunting sumber]

Konsekuensi-konsekuensi ekonomi dari keberadaan gilda-gilda telah menimbulkan sejumlah perdebatan sengit di kalangan sejarawan ekonomi. Di satu pihak, para ahli berpendapat bahwa karena gilda-gilda saudagar sudah bertahan melewati kurun waktu yang panjang maka sudah tentu gilda-gilda ini adalah lembaga-lembaga yang efisien (sebab lembaga-lembaga yang tidak efisien pasti akan bubar dengan sendirinya). Di lain pihak, ada pula yang mengatakan bahwa gilda-gilda ini bertahan bukan karena menguntungkan seluruh perekonomian melainkan karena menguntungkan para pemiliknya, yang berlindung di balik kekuatan politik.

Gilda di Eropa[sunting | sunting sumber]

Di banyak negara Eropa, gilda-gilda kembali marak bermunculan sebagai organisasi-organisasi lokal bagi para pengrajin, terutama bagi para pengrajin di bidang keterampilan tradisional. Gilda-gilda juga difungsikan sebagai forum-forum bagi pengembangan kompetensi, dan seringkali merupakan cabang-cabang lokal dari suatu organisasi penyedia kerja nasional.

Di Kotapraja London, gilda-gilda kuno masih lestari dalam bentuk kongsi-kongsi berseragam, yang semuanya memiliki peran seremonial dalam berbagai adat istiadat Kotapraja London. Kongsi-kongsi berseragam Kotapraja London mempertahankan keterkaitan yang kuat dengan bidang-bidang usaha, jinis kriya, atau profesi mereka masing-masing. Beberapa di antaranya masih mempertahankan peran-perannya sebagai penyusun, pengawas, atau penegak peraturan. Anggota-anggota senior dari kongsi-kongsi berseragam Kotapraja London (bahasa Inggris: liveryman, orang berseragam) memilih para Sheriff dan mempertimbangkan calon-calon yang layak menduduki jabatan Lord Mayor London. Gilda-gilda juga masih lestari di kota-kota lain di Britania Raya, antara lain di Preston, Lancashire, karena Gilda Saudagar Preston masih menerima keturunan Burgess (pejabat kotapraja atau wakil borough dalam Majelis Rakyat Jelata Kerajaan Inggris) menjadi anggota. Kerajaan Britania Raya memiliki lebih dari 300 gilda yang masih lestari dan berkembang, sudah termasuk kongsi-kongsi berseragam Kotapraja London.

Pada 1878, kongsi-kongsi berseragam Kotapraja London membentuk Institut Kota dan Gilda-Gilda London yang menjadi cikal bakal dari sekolah teknik (sampai sekarang masih di sebut kolese Kota dan Gilda) di Imperial College London. Tujuan pendirian Institut Kota dan Gilda-Gilda London adalah memajukan pendidikan teknik. Per 2013, Institut Kota dan Gilda-Gilda London beroperasi sebagai badan penguji dan pemberi akreditasi untuk kualifikasi-kualifikasi vokasi, manajerial, dan teknik, mulai dari tingkat pemula dalam keahlian kriya dan niaga sampai ke tingkat pascadoktoral.[20] Sekolah Kesenian Kota dan Gilda-Gilda London, yang merupakan sebuah organisasi tersendiri, juga menjalin hubungan yang rapat dengan kongsi-kongsi berseragam Kotapraja London, dan dilibatkan dalam pelatihan magister pekerja kriya di jurusan keterampilan ukir batu dan kayu, serta pelatihan para seniman di jurusan seni murni.

Di Jerman sudah tidak ada lagi Zünfte (atau Gilden - istilah yang digunakan berbeda-beda dari kota ke kota) maupun pengkhususan suatu usaha kriya tertentu bagi perusahaan tertentu yang memiliki hak istimewa. Meskipun demikian, dengan menggunakan salah satu dari nama-nama lamanya yang jarang dipakai, yakni Innungen, gilda-gilda masih tetap lestari sebagai klub-klub privat dengan keanggotan terbatas bagi para pelaku usaha dari bidang usaha tertentu atau kegiatan tertentu. Klub-klub ini adalah badan usaha menurut hukum publik, meskipun keanggotaannya bersifat sukarela; presiden klub lazimnya berasal dari jenjang guru kriya dan disebut Obermeister (Guru Kepala). Para pakar membentuk badan-badan perwakilan sendiri yang dipimpin oleh presiden dengan gelar tradisional Altgesell (Pakar Ketua).

Ada pula "Kamar Kriya" (Handwerkskammern), yang tidak begitu mirip dengan gilda-gilda kuno karena kamar-kamar kriya ini mewadahi segala macam kriya yang ada di satu daerah tertentu, bukan untuk mewadahi satu macam kriya saja. Keanggotaan kamar kriya bersifat wajib, dan dibentuk sebagai tata kelola mandiri di bidang kriya.

Gilda di Amerika Utara[sunting | sunting sumber]

Di Amerika Serikat, gilda-gilda terbentuk dalam sejumlah bidang usaha.

Dalam industri pembuatan film dan acara televisi, menjadi anggota gilda sudah menjadi prasyarat umum untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan tertentu dalam produksi-produksi film berskala besar.

Gilda di Australia[sunting | sunting sumber]

Di Australia terdapat Gilda Farmasi Australia (perhimpunan tertinggi di bidang industri farmasi) dan Gilda Pekerja Film Komersial (perhimpunan para pekerja film iklan, film pendek, dan film cerita). Di ranah industri pembuat perhiasan di Australia, turut berkecimpung pula anggota-anggota Gilda Pandai Emas dan Perak Australia yang menjalankan usahanya di daerah masing-masing.

Gilda di dunia maya[sunting | sunting sumber]

Kelompok-kelompok yang disebut gilda juga terdapat dalam komunitas-komunitas daring seperti permainan daring multipemain masif.

Gilda-gilda ini biasanya beranggotakan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan yang sama. Meskipun dapat dibentuk di sekitar kegiatan produksi dalam permainan, gilda-gilda ini tidak mengendalikan produksi. Ukuran gilda-gilda dalam permainan-permainan daring berkisar dari kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan segelitir pemain sampai gilda-gilda raksasa yang beranggotakan pemain-pemain dari seluruh dunia.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rashdall, Hastings (1895). The Universities of Europe in the Middle Ages: Salerno. Bologna. Paris [Universitas-Universitas Eropa pada Abad Pertengahan: Salerno. Bologna. Paris]. Clarendon Press. hlm. 150. 
  2. ^ Epstein S.A, Wage Labor and Guilds in Medieval Europe, University of North Carolina Press, 1991, hlmn. 10-49
  3. ^ Jovinelly, Joann; Netelkos, Jason (2006). The Crafts And Culture of a Medieval Guild. Rosen. hlm. 8. 
  4. ^ "Guild". Britannica. 
  5. ^ Starr, Mark (1919). A worker looks at history: being outlines of industrial history specially written for Labour College-Plebs classes. Plebs League. 
  6. ^ Sczesny, Anke (2012). "Zuenfte". Bayerische Staatsbibliothek. Diakses tanggal 3 Maret 2018. 
  7. ^ "History and heritage". City of London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 May 2013. Diakses tanggal 25 Juni 2015. 
  8. ^ "Archived copy" [Salinan arsip] (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-07-19. Diakses tanggal 2013-03-12. 
  9. ^ "Freedom of the City" [Kemerdekaan Kota]. City of London. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 Mei 2013. Diakses tanggal 25 Juni 2015. 
  10. ^ Rouche 1992, hlm. 432
  11. ^ Rouche 1992, hlm. 431ff
  12. ^ Rutenburg, Viktor Ivanovich (1988). Feudal society and its culture [Masyarakat feodal dan budayanya]. Progress. hlm. 30. ISBN 5-01-000528-X. 
  13. ^ "Catholic Encyclopedia: Guilds". Newadvent.org. 1910-06-01. Diakses tanggal 2012-01-10. 
  14. ^ Diccionario geográfico universal, por una sociedad de literatos, S.B.M.F.C.L.D. 1834. hlm. 730–. 
  15. ^ "Alphabetical list". Cityoflondon.gov.uk. 2011-08-08. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-04-18. Diakses tanggal 2012-01-10. 
  16. ^ Shaxson, Nicholas (2012). Treasure Islands: Tax Havens and the Men who Stole the World. Vintage. ISBN 978-0-09-954172-1. 
  17. ^ Centre international de synthese (1971). L'Encyclopedie et les encyclopedistes. B. Franklin. hlm. 366. ISBN 0-8337-1157-1. 
  18. ^ Braudel 1992
  19. ^ Bakliwal, V.K. (March 18, 2011). Production and Operation Management. Pinnacle Technology, 2011. ISBN 9788189472733. 
  20. ^ "What We Do - vocational qualifications | City & Guilds". www.cityandguilds.com. Diakses tanggal 2016-10-11. 

Sumber[sunting | sunting sumber]

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]