Guanosina
| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC
Guanosina[1] | |
| Nama IUPAC (sistematis)
2-Amino-9-[(2R,3R,4S,5R)-3,4-dihidroksi-5-(hidroksimetil)oksolan-2-il]-1,9-dihidro-6H-purin-6-ona | |
| Nama lain
Guanina ribosida | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChEBI | |
| ChEMBL | |
| ChemSpider | |
| DrugBank | |
| Nomor EC | |
| KEGG | |
| MeSH | Guanosine |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
| UNII | |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| C10H13N5O5 | |
| Massa molar | 283,241 |
| Penampilan | putih, bubuk kristal[2] |
| Bau | tak berbau[2] |
| Titik lebur | 239 (terurai)[3] |
| −149,1·10−6 cm3/mol | |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Guanosina (simbol G atau Guo) adalah nukleosida purina yang terdiri dari guanina yang terikat pada cincin ribosa (ribofuranosa) melalui ikatan β-N9-glikosidik. Guanosina dapat difosforilasi menjadi guanosina monofosfat (GMP), guanosina monofosfat siklik (cGMP), guanosina difosfat (GDP), dan guanosina trifosfat (GTP). Bentuk-bentuk ini memainkan peran penting dalam berbagai proses biokimia seperti sintesis asam nukleat dan protein, fotosintesis, kontraksi otot, dan transduksi sinyal intraseluler (cGMP). Ketika guanin terikat oleh nitrogen N9-nya pada karbon C1 dari cincin deoksiribosa, maka dikenal sebagai deoksiguanosina.
Sifat fisika dan kimia
[sunting | sunting sumber]Guanosin adalah bubuk kristal putih tanpa bau dan rasa asin ringan.[2] Sangat larut dalam asam asetat, sedikit larut dalam air, tidak larut dalam etanol, dietil eter, benzena, dan kloroform.[3]
Fungsi
[sunting | sunting sumber]Guanosin diperlukan untuk reaksi penjalinan RNA dalam mRNA, ketika intron "penyambungan sendiri" melepaskan diri dari pesan mRNA dengan cara memotong kedua ujungnya, melakukan ligasi ulang, dan hanya menyisakan ekson di kedua sisi untuk diterjemahkan menjadi protein.[4]

Kegunaan
[sunting | sunting sumber]Obat antivirus asiklovir yang sering digunakan dalam pengobatan herpes, dan obat anti-HIV abakavir memiliki struktur yang mirip dengan guanosina.[5][6] Guanosina juga digunakan untuk membuat regadenoson.
Sumber
[sunting | sunting sumber]Guanosina dapat ditemukan di pankreas, Trifolium, tanaman kopi, dan serbuk sari pohon pinus.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ International Union of Pure and Applied Chemistry (2014). Nomenclature of Organic Chemistry: IUPAC Recommendations and Preferred Names 2013. The Royal Society of Chemistry. hlm. 1421. doi:10.1039/9781849733069. ISBN 978-0-85404-182-4.
- 1 2 3 4 Robert A. Lewis, Michael D. Larrañaga, Richard J. Lewis Sr. (2016). Hawley's Condensed Chemical Dictionary (Edisi 16th). Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. hlm. 688. ISBN 978-1-118-13515-0. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- 1 2 William M. Haynes (2016). CRC Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 97th). Boca Raton: CRC Press. hlm. 3–286. ISBN 978-1-4987-5429-3.
- ↑ Splicing (JPG) Diarsipkan June 13, 2010, di Wayback Machine.
- ↑ "Acyclovir". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-01-05. Diakses tanggal Jan 1, 2015.
- ↑ Product Information: ZIAGEN(R) oral tablets, oral solution, abacavir sulfate oral tablets, oral solution. ViiV Healthcare (per Manufacturer), Research Triangle Park, NC, 2015.